Pelaku KDRT di Vila Mojokerto Ditangkap

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas mengamankan SM yang buron selama 2 hari usap menganiaya istri dan anak tirinya yang masih balita di sebuah Villa di Mojokerto.
Petugas mengamankan SM yang buron selama 2 hari usap menganiaya istri dan anak tirinya yang masih balita di sebuah Villa di Mojokerto.

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Usai buron selama 2 hari, Satreskrim Polres Mojokerto akhirnya berhasil meringkus Samujiono atau SM (43), penjaga villa yang tega menganiaya istri dan anak tirinya pada Sabtu (6/6) lalu.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung mengatakan pelaku ditangkap polisi saat keluar dari persembunyiannya di hutan Tretes, Kecamatan Prigen, Pasuruan pada Senin (8/6) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Sebelumnya pelaku sempat bersembunyi di dalam hutan Tretes selama dua hari," kata Feby dalam rilis, Selasa (9/6/2020).

Pelaku melarikan diri pasca menganiaya istrinya yang bernama Siti Zulaikha dan anak tirinya di salah satu vila Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/6) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Akibat penganiayaan tersebut, kedua korban mengalami luka cukup serius pada bagian perut dan kepala. Pasalnya, keduanya mendapatkan pukulan benda tumpul di bagian kepala dan luka tusuk di perut. 

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk menjalani perawatan.

Feby menuturkan, motif pelaku tega melakukan KDRT kepada korban diduga karena cemburu. Namun ia belum berani memastikan lantaran polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mengetahui motif pastinya.

"Untuk motif KDRT ini diduga pelaku cemburu kepada istrinya, emosinya meluap, lalu melakukan penganiayaan," terang Feby.

Namun, pihaknya masih mendalami motif sesungguhnya yang membuat Samujiono tega menganiaya istri dan anaknya. Salah satunya dengan menggali keterangan dari korban.

"Kami masih fokus ke pemulihan kondisi korban yang saat ini belum bisa dimintai keterangan secara maksimal. Selanjutnya kami bersama instansi terkait mengupayakan trauma healing terhadap korban," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …