Monyong: Corona Bikin Orang Kampung Terisolasi! Gak Benar!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Taufik Monyong (kiri) saat konferensi pers kasus Hasutan terkaid Covid-19 di Polda Jatim, Surabaya, Kamis (11/6/2020). Sp/Arlana
Taufik Monyong (kiri) saat konferensi pers kasus Hasutan terkaid Covid-19 di Polda Jatim, Surabaya, Kamis (11/6/2020). Sp/Arlana

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Gara-gara video viralnya soal virus Corona (Covid-19), seniman nyentrik dan sekaligus mantan aktivis 98, Taufiq Hidayat alias Taufik Monyong harus menjalani pemeriksaan di subdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jatim Kamis (11/6/2020). Pria yang sempat mendaftar jalur independen Pilwali Surabaya 2020 bersama advokat M. Sholeh ini menjelaskan bahwa video Corona alias video Covid-19 yang dibuatnya lebih pada saat hari lahirnya Pancasila.

"Dirinya minta maaf apa yang disampaikan membuat kegaduhan, tapi untuk memahami isi value yang disampaikan nilainya datar. Saya mencoba menyampaikan hikmah dari virus Corona, di Jawa Timur," terang Taufik Monyong yang mengenakan udeng Suroboyo dan pakaian hem warna putih di depan beberapa wartawan. Taufik juga didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andhiko dan Kasubdit Cybercrime AKBP Catur  Cahyo Wibowo.

Dimana dirinya, saat itu, menjelaskan sedang berada di gang setan (sebutan seniman di jalan Tunjungan), menyampaikan bahwa kita kembali pada Pancasila utamanya Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. “Percayalah bahwa yang bisa menyelamatkan kita adalah Tuhan. Selain itu, Bangsa kita harus menjadi bangsa yang adil dan beradab. Bukan manusia gak adil dan tidak beradab,” katanya.

Nah soal Covid, tambah Taufik, orang yang belum mati dinyatakan mati atau dipaksa mati. Karena Corona, orang terisolasi kampungnya dari warganya.

 

Ada Kampung Tarik Upeti

Selain itu, Monyong menilai adanya virus Corona ini semakin mengikis nilai persatuan bangsa. Salah satunya dengan penutupan sejumlah gang-gang di Surabaya.  "Sehingga tidak seperti sila ke-3 terjadi perpecahan antara masyarakat, sehingga persatuan masyarakat Indonesia tidak ada. Saya gambarkan gang kampung ditutup, akses untuk kami menuju sana ditutup," kata Monyong, Kamis (11/6/2020).

Ia pun mencontohkan ketika ada seorang driver ojek online yang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk bisa masuk di sebuah kampung. "Sehingga sopir ojol waktu itu untuk masuk ke gang Kaliasin harus membayar stiker Rp3.000. Bayangkan kalau harus 20 gang berarti sopir ojol itu harus menghabiskan Rp 60.000. Nah mana makna persatuan bangsa kita," imbuhnya. 

Tak hanya itu, Monyong menyebut ada tetangganya yang harus menjalani isolasi diri meskipun belum pasti terkena Covid-19. Hal ini membuat satu kampung turut terisolasi

"Akhirnya disitulah muncul fitnah-fitnah. Orang yang belum pasti, dipastikan karena Corona membuat orang terisolasi kampung dan warganya," ungkap Monyong. 

Monyong pun tak menginginkan hal ini terus terjadi di Surabaya. Monyong mengaku tujuannya membuat video ini telah tercapai. Yakni tidak diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berganti ke era New Normal. 

"Sudah tidak ada PSBB. Sebenarnya tujuan saya PSBB sudah tidak ada dan itu sesuai dengan perintah presiden untuk mendukung New Normal," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama,  Kabid Humas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko menambahkan, kicauan Taufiq monyong, yang membuat gaduh yakni kalimat Covid 19 di Jatim sudah tidak ada. Dan Covid 19 ini merupakan konfirmasi fitnah.  "Dua kalimat ini yang membuat gaduh,"ujarnya. nt

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…