Konflik dengan Turki, Saudi Hapus Jalan Sultan Ottoman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi jalanan di Arab Saudi. SP/ CNN
Ilustrasi jalanan di Arab Saudi. SP/ CNN

i

SURABAYAPAGI.com, Arab Saudi - Pemerintah Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, memutuskan mengganti nama jalan yang diambil dari salah satu pemimpin kesultanan Ottoman, Sultan Sulaiman, yang diduga akibat perseteruan dengan Turki.

Dilansir Middle East Monitor, Selasa (16/6), penggantian papan nama jalan tersebut tersebar luas di media sosial.

Selama beberapa tahun belakangan hubungan antara Arab Saudi dan Turki memang tidak akur.

Kedua negara itu terlibat mendukung faksi yang berbeda dalam perang sipil di Suriah.

Selain itu, Saudi juga berseteru ketika Turki memutuskan mendukung Qatar yang diblokade oleh Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir pada 2017. Alasannya adalah Qatar menjalin hubungan dekat dengan Iran.

Hubungan Turki dan Saudi kembali tegang terkait kasus pembunuhan jurnalis dan kolomnis, Jamal Khashoggi. Khashoggi meninggal dibunuh saat hendak memperbarui masa berlaku paspor di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2019.

Dari hasil penyelidikan, diduga kuat pembunuhan Khashoggi dilakukan oleh tim yang dikirim dari Saudi dan diduga di bawah perintah Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Turki mendesak supaya para pelaku diganjar hukuman setimpal.

Di sisi lain, Arab Saudi meminta para penduduknya untuk memboikot seluruh barang buatan Turki. Gerakan itu mendapat dukungan luas rakyat Saudi.

Bahkan Gubernur Riyadh, Faisal Bin Bandar, sempat menolak suguhan kopi asal Turki dan membuat sentimen terhadap negara tersebut meningkat.

Kementerian Pendidikan Saudi juga mengubah narasi dalam buku pelajaran sejarah, yang menyatakan Kekhalifahan Ottoman tidak mewakili umat Islam dan dinyatakan sebagai penjajah.   dsy1

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …