Protokol Kesehatan Dimasa Transisi New Normal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rumah makan Padang Sederhana  di kawasan Jalan Raya Taman Asri, Pondok Candra Sidoarjo menerapakan protokol kesehatan. SP/TYAN
Rumah makan Padang Sederhana di kawasan Jalan Raya Taman Asri, Pondok Candra Sidoarjo menerapakan protokol kesehatan. SP/TYAN

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masa transisi dari PSBB ke kondisi kenormalan baru dilakukan banyak daerah. Termasuk tatanan baru diterapkan di restoran berbintang hingga rumah makan.

Setelah terpaksa tutup selama lebih dari 2 bulan, kini bisnis kuliner kembali bergeliat dan banyak rumah makan dan penjualan produk makanan mulai beroperasi lagi. Berbeda dengan sebelum adanya pandemi, bisnis kuliner kini harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Rumah makan Padang Sederhana ini contohnya, bukan tanpa alasan bagi rumah makan yang berada di kawasan Jalan Raya Taman Asri, Pondok Candra Sidoarjo ini. Protokol kesehatan di tempat ini di terapkan bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona. Pasalnya, tempat makan jadi salah satu area berkumpulnya banyak orang. Tentu tidak ada yang mau berisiko terpapar virus corona karena menyantap makanan di tempat ramai.

Seperti yang di sampaikan Dyah Enisurya, Kepala Cabang rumah makan sederhana ini mengatakan ada beberapa hal yang wajib diterapkan di tempat makan. Antara lain pengecekan suhu tubuh baik untuk karyawan, chef hingga tamu yang datang. Menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan atau hand sanitizer, membatasi jumlah pengunjung hingga memberi jarak antar meja makan.

"Untuk pengunjung yang melanggar aturan protokol biasanya kita tegur dan kita ingatkan, tapi mau bagaimana lagi mereka kesini juga beli" ujar Dyah kepada Surabaya pagi, Rabu (17/6/2020).

Hal tersebut di tanggapi oleh salah satu pembeli, Anang (29). Anang menyampaikan bahwa rumah makan sederhana ini benar-benar menerapkan protokol kesehatan bagi para pembeli.

"Saya tadi sempat test duduk di sembarang tempat mas, tapi akhirnya saya di tegur karyawan. Untuk saya hal ini cukup bagus, demi keamanan kita sendiri dan kesehatan kita sendiri," tutup anang. Tyan

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…