Bantah Terima 12 M, PT PLT Seret Kreditur ke Jalur Hukum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kuasa hukum PT PLT, Venna Naftalia dan Direktur Utama PT PLT, Isaac Nugraha Munandar saat conferensi pers di Kantor Bara JP, Surabaya, Sabtu (20/6/2020). Sp/Arlana
Kuasa hukum PT PLT, Venna Naftalia dan Direktur Utama PT PLT, Isaac Nugraha Munandar saat conferensi pers di Kantor Bara JP, Surabaya, Sabtu (20/6/2020). Sp/Arlana

i

 
SurabayaPagi, Surabaya – PT Prima Lima Tiga (PLT) berujung pailit terkait permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada proyek pembangunan kondotel Alpines Hotel di Kota Batu. 
 
Direktur Utama PT PLT, Isaac Nugraha Munandar menjelaskan adanya banyak keganjilan dari bukti-bukti seperti kwitansi pembelian unit kondotel dengan uang cash senilai 12 miliar dari kreditur. 
 
Hal ini membuat perolehan suara yang dimiliki PT Lima Tiga mencapai 30 persen dari suara konkuren.
 
Bahkan, jika ditambah dua kreditur lainnya (dua pemohon lain), total tagihan ketiganya mencapai Rp 30 miliar, tapi masih dibantah PT PLT atau setara dengan 75 persen jumlah suara konkuren. Inilah yang membuat PT PLT kalah divoting.
 
Isaac menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak pernah menerima uang dari kreditur sebanyak 12 miliar yang dikatakan telah diberikan secara cash di salah satu gerai makanan cepat saji.
 
Meski Isaac menyatakan menolak saat voting dan mengatakan bahwa kwitansi tersebut bukanlah kwitansi resmi dari PLT, pengurus PKPU tetap menyetujui bukti kwitansi tidak resmi tersebut.
 
"Logikanya bagaimana mungkin orang membawa uang cash sebanyak 12 miliar dan menyerahkan di tempat seperti itu?" ujarnya pada awak media  Surabaya, Sabtu (20/6/2020). 
 
"Dan itu disahkan oleh pengurus PKPU. Tidak ada bukti yang menguatkan dia setor," imbuhnya. Terlebih uang sebesar itu tidak disimpan lewat rekening tapi diberikan secara cash.
 
"Dia mengaku tidak pernah menyimpan uang di bank, dengan alasan menghindari pajak," kata Isaac. 
 
Selebihnya, Isaac merasa PKPU hanya dijadikan pijakan para pemohon untuk mempailitkan PT PLT. Apalagi PT PLT sudah mendapatkan investor untuk membayar semua utang.
 
"Mereka tidak mengindahkan nyawa PKPU yaitu melakukan restrukturisasi utang dan perdamaian, namun dengan tujuan untuk mengkondisikan PT PLT dalam keadaan pailit," katanya. 
 
Saat ini, Isaac memilih menempuh langkah hukum dengan melaporkan secara pidana kreditur tersebut ke Polda Jatim atas dugaan penipuan. Selain itu, dilaporkan pula dua kreditur lainnya serta seorang mantan pegawai PT PLT.
 
"Kami tidak pernah menerima uang tersebut dan kami merasa terzalimi. Kami menempuh upaya hukum dan melaporkan secara pidana dengan dugaan penipuan. Laporan sudah diproses dan sedang berjalan," jelasnya.
 
Sementara kuasa hukum PT PLT, Venna Naftalia menambahkan, pidana yang ditempuh ini terkait dugaan penipuan karena PT PLT merasa tidak pernah mengeliarkan kwitansi resmi perusahaan.
 
"Masa sih jual beli kondotel yg harganya miliaran pakai kwitansi pinggir jalan, dan itu sudah sempat dibantah klien kami sebagai debitur tapi tidak ada tindak lanjut," katanya. Byob
Tag :

Berita Terbaru

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

Bos Blueray Cargo, Didakwa Suap Pejabat BC Rp 61 Miliar

Bos Blueray Cargo, Didakwa Suap Pejabat BC Rp 61 Miliar

Jumat, 08 Mei 2026 05:15 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field, didakwa menyuap sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61 …

Kereta Cepat di Makkah

Kereta Cepat di Makkah

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Minggu ini, ribuan jemaah haji Indonesia telah tiba dan berkumpul di Makkah dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan menanti puncak haji. Sudah sekitar…

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Muhammad Anwar Nasir, mengatakan AS ditangkap Kamis pagi pukul 04.45 WIB…

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan terobosan untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat di wilayah pinggiran. Di bawah…

Menkeu Tidak akan Nonaktifkan Dirjen BC Cepat cepat

Menkeu Tidak akan Nonaktifkan Dirjen BC Cepat cepat

Jumat, 08 Mei 2026 05:05 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:05 WIB

SURABABAYAPAGI.COM : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak berhati hati terkait nama Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama yang…