Masyarakat Diarahkan, Jangan Dikendalikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pakar Sosiolog Unviversitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto
Pakar Sosiolog Unviversitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Pakar Sosiolog Unviversitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto mengungkapkan, program yang diterapkan pemerintah dalam penangananan Covid 19 ini sangat erat terkait dengan perilaku masyarakat. Masih banyak masyarakat yang tidak sadar mengenai bahayanya virus corona. Terutama masyarakat kelas bawah yang sedang kesulitan ekonomi.

"Karena kendalanya bersifat struktural. Orang miskin yang tinggal di perkampungan yang padat sulit memenuhi protokol kesehatan. Tekanan ekonomi lebih nyata daripada covid 19. Ini menyebabkan pemerintah dilematis," ungkapnya kepada Surabayapagi, Rabu (8/7/2020).

Menurut Bagong, bukan dari kesalahan atau kekeliruan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun hal ini merupakan keterbatasan dari semua pihak.

"Bukan kesalahan, tapi keterbatasan semua pihak. Dana kan memang tidak sebanding, perlu adanya pengembangan alternatif program. Jangan hanya pelarangan atau Razia," jelasnya.

Bagong menambahkan,  bila perlu adanya evaluasi dari dana realokasi dan program yang dibuat, perlu dilengkapi. Karena menghadapi masyarakat yang berbeda-beda.

"Kalau data jelas perlu dievaluasi, tidak memadai. Program perlu dilengkapi, tidak mungkin sukses hanya denga 1 program karena yang dihadapi masyarakat yang berbeda-beda," jelasnya.

Bagong menambahkan bila masyarakat harus diarahkan dan bukan dikendalikan oleh Pemerintah agar tidak timbul sekedar regulasi saja.

"Intinya bukan dikendalikan. Tapi diarahkan, jadi rekayasa sosial. Bukan sekadar regulasi," tegasnya.

 

Risk Management

Sementara itu, Dosen International Business Management Universitas Ciputra Surabaya dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Dr. Thomas Kaihatu mengungkapkan bila ada banyak masalah inti. Seperti penerapan Risk Management yang kurang siap.

"Penerapan Risk Management yang kurang siap, mengingat rekan-rekan di Pemprov dan Pemkot yang tidak terbiasa dengan hal tersebut dan pandemi model seperti ini juga merupakan hal yang baru bagi mereka dan kita semua," ungkapnya kepada Tim Surabaya Pagi.

Risk Management tersebut juga menjalar pada masalah koordinasi antar aparat, serta masyarakat yang juga kurang disiplin.

"Masalah koordinasi antar aparat yang kurang rapi dan kurang tegas, karena tidak ada sosok leader yang dominan atau semua saling "menjaga" hubungan baik/sungkan. Di samping itu masyarakat Jatim sendiri juga kurang disiplin dan tidak menyadari secara sungguh-sungguh bahaya covid 19 ini,” ujarnya.

Thomas juga menerangkan bila masyarakat yang kurang disiplin ini memiliki kebingungan, sebab banyak masyarakat dari kalangan ekonomi menengah kebawah yang membutuhkan makan walaupun tinggat penyebaran penularan dari kalangan tersebut juga tidak sedikit.

"Masyarakat sendiri ini kebanyakan masyarakat ekonomi bawah dimana bila mereka di lock down akan mati, karena mereka juga butuh makan. Padahal mereka inilah yang tertular paling banyak"terangnya.

Thomas melanjutkan bila permasalahan tersebut juga tidak luput dari lambatnya reaksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya dengan penerapan birokrasi yang rumit dan tidak melakukan terobosan seperti yang di inginkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Berikutnya adalah kelambatan reaksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan  Pemerintah Kota Surabaya tersebut juga diperparah oleh penerapan birokrasi yang rumit serta protap yg kaku sebagai akibat dari "ketakutan" mereka pada BPK & KPK. Mereka takut dikriminalisasi karena berusaha melaksanakan kebijakan yang fleksibel dan kebijakan yang 'out of rule' di masa-masa kritis seperti ini dan menjadi salah satu penyebab lambannya reaksi mereka" lanjutnya.

Perpaduan masalah di atas dinilai oleh Thomas sebagai sumber dari permasalahan penanganan Covid-19 di Jawa Timur yang kurang efisien.

Saat di singgung terkait dengan evaluasi terhadap dana realokasi maupun program yang terlah dibuat, Wakil Ketua Umum KADIN Jawa Timur ini mengungkapkan bila dana tersebut telah dipergunakan betul.

"Sebetulnya bukan karena tidak ada aktualisasinya, dana itu dipergunakan betul. Itu dana-dana itu sejauh ini betul-betul dilaksanakan namun kalau kita juga tidak punya dana cadangan yang betul," ungkapnya.

Thomas juga menjelaskan bila belum ada yang mengantisipasi wabah seperti ini, serta elemen yang paling berperan penting ialah masyarakat sendiri. Bila masyarakat tidak bisa dikendalikan oleh Pemerintah, maka cara yang tepat menurut Thomas adalah dikendalikan dengan cara militer.

"Kita tidak pernah mengantisipasi ada wabah seperti ini. Uang berapa pun habis kalau semua prosedur tidak dilaksanakan, yang paling berperan penting dalam hal ini selain dari pada aparat dan pemerintah, justru masyarakatnya sendiri. Hal ini dilematis sekali, kalau ini tidak bisa dikendalikan lagi satu-satunya cara adalah cara militer," jelasnya.byt/adt/tyn

 

 

 

Tag :

Berita Terbaru

Usai Keributan Pasar Buah Tanjungsari, Terdakwa Sebut Korban Beraktivitas Normal

Usai Keributan Pasar Buah Tanjungsari, Terdakwa Sebut Korban Beraktivitas Normal

Selasa, 06 Okt 2026 20:20 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:20 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Fakta baru terungkap dalam sidang perkara dugaan pengeroyokan terhadap Louis Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (…

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

From This Island Tegaskan Komitmen Berkelanjutan, Salurkan Rp420 Juta untuk Alam dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 6 Oktober 2026 – Selama 2,5 tahun hadir di Indonesia, From This Island berkomitmen mengalokasikan 1% dari total penjualan produk m…

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

VinFast VF 3 Raih Penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” di Disway Awards

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta, 5 Oktober 2026 – VinFast VF 3, mini SUV asal Vietnam, berhasil meraih penghargaan “Trusted & Popular Brand 2026” untuk kategori Passe…

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Ekspresikan Potensi dan Lestarikan Budaya dengan Gelar Lomba Desian Batik

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan terus mendorong kreativitas generasi muda dan masyarakat dalam…

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Tarik Minat Milenial Muda untuk Jaga Keberlangsungan Pertanian

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Seiring dengan kemampuan swasembada pangan serta etos kerja petani yang luar biasa dimiliki Kabupaten Lamongan, Bupati Yuhronur…

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Terinspirasi Kampung Malaka Jaya, Ketua Komisi A Dorong Ketahanan Pangan dari Kampung

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam upaya membangun ekosistem ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko…