Polres Blitar Pastikan Kematian Sadak Bukan Bunuh Diri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasat Reskrim Polres blitar AKP Denny Kristiyan dan Kapolsek Wonotirto AKP Subondho saat berada di TKP penemuan jasad Sadak. SP/Les
Kasat Reskrim Polres blitar AKP Denny Kristiyan dan Kapolsek Wonotirto AKP Subondho saat berada di TKP penemuan jasad Sadak. SP/Les

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Temuan mayat pria dengan sejumlah luka di tubuhnya dan leher terjerat  tali yang di lilit sarung dengan posisi bersandar pada pohon Randu di area rerimbunam tanaman jagung di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto Jumat (17/7/2020) terus di selidiki Sat Reskrim Polres Pasalnya penyebab kematian jasad tersebut dipastikan adanya unsur tindak kejahatan.

Hal itu di tegaskan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK sehari pasca penemuan mayat  Sabtu (18/7).

Guna penyelidikan lebih lanjut, pihak Polres Blitar telah melakukan otopsi pada korban, lebih tegas AKBP Ahmad Fanani menyebutkan dari hasil otopsi diketahui penyebab korban meninggal dunia karena  jeratan tali pada leher.

"Memang sudah diotopsi hasilnya yang pertama ada luka-luka sayatan pada lengan (urat nadi) korban sepanjang 6 cm dengan kedalaman sayatan 2 cm, kematian korban bukan dari sayatan tersebut, tapi berupa jeratan pada leher korban yang di kalungi sarung dengan cara melingkar di leher korban," tegas orang nomor satu di Polres Blitar ini.

Lebih rinci AKBP Ahmad Fanani menjelaskan, jika dilihat dari posisi jasad korban tidak mungkin korban melukai dirinya sendiri. Sehingga dipastikan korban bukan meninggal dunia karena bunuh diri.

"Kita masih memastikan dari posisi korban meninggalnya dimana, apa di temuan ini (TKP) atau di tempat lain, di sekitarTKP ada di temukan ceceran darah dimana-mana, dan di sekitar tubuh korban tidak ditemukan benda tajam yang digunakan untuk menyayat urat nadi, saat ini masih kita telusuri,dan penyelidikan," papar AKBP Ahmad Fanani di dampingi Kasat Reskrim AKP Donny Kristiyan.

Dalam pemeriksaan di di TKP yang tidak jauh dari rumah korban, polisi menemukan   HP milik korban di rumah salah satu tetangganya. Di lokasi TKP Polisi juga menemukan beberapa petunjuk yang dapat  mengarah ke pelaku.

"Nanti kami sampaikan lagi perkembangannya ya, yang jelas ini bukan kejadian bunuh diri. Kami juga sudah memeriksa beberapa orang saksi,” tegasnya.

Perlu di ketahui,  warga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto Kab.Blitar digemparkan atas penemuan sesosok mayat pria di areal kebun jagung. Saat di temukan pada jasad korban tidak di temukan Identitasnya.

Belakangan diketahui jasad tersebut  adalah Sadak (52) warga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Jasad korban ditemukan (Jumat 17/7) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah warga dan keluarga korban mencari.

Sebelum mayat Sadak ditemukan, pihak keluarganya mencari keberadaan korban yang tak pulang ke rumah sejak Kamis (16/7) malam. 

Menurut keluarganya seperti yang di sampaikan kepada Polisi, saat itu korban Sadak pamit pada keluarganya untuk menjenguk Bapaknya yang sedang sakit, jarak rumah korban dan orang tuanya tidak begitu jauh kurang lebih berkisar 10 meter.

Pasca kepergian itu, hingga Jum’at (17/6) Sadak belum juga pulang ke rumah. Hingga akhirnya pihak keluarga mencari keberadaan korban dibantu para tetangganya.

Pencarian tersebut kemudian berujung dengan ditemukannya Sadak yang sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh korban bersandar di pohon randu dalam area kebun jagung.

Dari peristiwa itu Polres Blitar menyita, sarung yang melilit leher korban, dua buah HP, tali warna hitam dan sebuah lempu senter, semua barang bukti tersebut disita guna penyelidikan lebih mendalam. Les

 

Berita Terbaru

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kota Madiun - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Madiun menolak relokasi yang direncanakan Pemkot Madiun. Alasannya tempat…

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Lem Rajawali, brand milik Mikatasa Group, resmi melakukan transformasi brand secara menyeluruh pada 2026 sebagai upaya memperkuat p…

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon” atau “Perseroan”, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global, pada hari ini menyele…

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Madiun masih belum direalisasikan dalam waktu dekat. Pem…

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap positif sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan i…

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah antisipatif menyusul kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat bagi…