Ngaku Kasat Narkoba, Polisi Gadungan Minta Foto Bugil dan Peras Rp 90 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka saat digelandang di Mapolres Madiun Kota.
Tersangka saat digelandang di Mapolres Madiun Kota.

i

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Mengaku sebagai polisi membuat seorang pria asal Ngawi berhasil memikat seorang perempuan wanita asal madiun. Korban yang sudah kesemsem oleh pelaku akhirnya memberikan uang hingga Rp 90 juta.

Pelaku yakni Dea Ale Haryanto (38), warga Dusun Sendang Kidul, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Sementara korban masih berusia 23 tahun.

"Si wanita yang sudah kadung kesengsem (menyukai), percaya-percaya saja dengan semua yang dikatakan oleh tersangka," ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP Bobby Aria Perkasa kepada wartawan saat rilis, Selasa (21/7/2020).

Kepada korban, DH mengaku sebagai anggota Polda jatim dan bernama Agung Pratama dengan jabatan Kasat Narkoba.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Bobby Aria Perkasa mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku mencari korban melalui media sosial Facebook. Setelah korban terpancing, mereka akhirnya bertukar nomor WhatsApp.

"Pelaku mencari mangsa melalui Facebook. Korban yang terbujuk kemudian bertukar nomor WhatsApp," kata Bobby Aria Perkasa.

Setelah berhubungan melalui WhatsApp, pelaku kemudian meminta foto bugil korban.

"Dalam sepekan, hingga tiga kali korban mengirimkan foto bugil ke tersangka. Itu dilakukan dari Bulan Maret," tambah lulusan Akpol 2000 itu.

Keduanya hanya bertukar foto tetapi tidak saling melakukan video call. Pelaku hanya bermodal baju seragam yang dibeli dari toko.

"Jadi pelaku mengancam akan menyebarkan foto bugil jika (korban) tidak memberi uang. Dalam sepekan, sampai tiga kali korban mengirimkan foto bugil ke tersangka. Itu dilakukan dari Bulan Maret. Modalnya cuma seragam saja. Tersangka beli seragam. Kemudian mencari mangsa lewat Facebook. Ternyata dapat korbannya itu. Kemudian dapat bertukar nomor WhatsApp," papar Bobby.

Namun di awal Bulan Juli, pelaku mengaku tersandung masalah narkoba. Dalam handphone ditemukan foto bugil milik korban yang dapat diangkat ke ranah pidana.

Tersangka dengan tipu muslihat menyuruh korban untuk menghubungi atasannya yang bernama AKP Hariyanto.

"Atasannya yang namanya AKP Hariyanto itu ya tersangka. Jadi pelaku mempunyai dua akun WhatsApp," jelasnya.

Pelaku kemudian berusaha memeras korban dengan meminta uang secara transfer agar kasus foto pornografi tersebut tidak dilanjutkan ke ranah pidana.

Korban yang ketakutan jika perkara foto bugilnya berlanjut menyanggupi permintaan dan mentransfer berulang kali uang ke rekening yang disebutkan tersangka dengan total 90 juta.

Selain meminta sejumlah uang, tersangka yang menyamar sebagai AKP Hariyanto juga berulang kali menemui korban dan mengajaknya untuk berhubungan intim.

Pelaku berjanji jika mau diajak berhubungan intim maka korban akan dibantu agar perkara foto bugilnya tidak diteruskan.

"Korban yang curiga kemudian melaporkan ke kami (Polres Madiun Kota)," lanjutnya.

Sat Reskrim Polres Madiun Kota yang menerima laporan kemudian mengamankan pelaku di rumahnya.

Untuk proses penyelidikan, polisi juga mengamankan barang bukti dari korban. Yakni sebuah handphone merek iPhone, 3 screenshot obrolan WhatsApp dan satu bendel rekening koran BCA.

Sedangkan dari tangan pelaku, polisi mengamankan handphone merek iPhone X, satu handphone merek Samsung dan satu buku rekening BRI Simpedes berikut kartu ATM-nya. Kemudian 2 kaus warna biru bertuliskan Turn Back Crime, yang salah satunya ada bordiran Satreskrim Polres Madiun Kota. Kemudian baju seragam polisi berpangkat AKP berikut tanda kewenangan, satu celana panjang tactical warna coklat dan satu sepeda motor Suzuki Satria FU Nopol AE 4746 JI.

"Pelaku dijerat Pasal 45 ayat (4) jo Pasal 24 ayat (4)UURI I No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UURI No 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 378 KUHP. Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar," pungkasnya.

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…