SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebuah inovasi bisnis di tengah pandemi Covid-19 kembali muncul. Coin Laundry muncul dengan menawarkan cuci laundry mandiri. Lina, owner Coin Laundry mengaku jika bisnis ini terinspirasi dari salah satu sahabat dekatnya.
"Saya mendapat inspirasi dari sahabat dekat saya yang memulai bisnis coin laundry ini dua tahun yang lalu di Medan," ujarnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (27/8/2020).
Laundry yang terletak di Jl. Aryo Bebengah No. 249 B, Jatiagung, Bangah, Sidoarjo ini ternyata baru di mulai Maret 2020. Namun, diakui Lina, bisnis laundry miliknya ini mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat.
"Warga sangat antusias terhadap sistem coin laundry ini karena dengan sistem pencucian kita, mampu hemat waktu, hemat biaya dan hiegenis," jelasnya.
Dirinya melanjutkan, Dengan harga yang sangat terjangkau bagi warga, baju yang dicuci juga lebih bersih dan tidak berbau karena Coin Laundry memakai sistem pengeringan dengan suhu 70 derajat celcius sehingga dapat membunuh bakteri.
Saat ditanya omset, dirinya mengaku cukup puas. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini banyak usaha yang mengalami kerugian bahkan gulung tikar. Dirinya juga belum bisa membandingkan omset karena memang memulai bisnisnya saat pandemi.
"Karena saya mulainya justru waktu pandemi, jadi belum bisa membandingka. Tapi menurut info dari rekan saya yang membuka membuka laundry secara umum ada penurunan sedikit dibanding sebelum pandemi," jelasnya.
Untuk kedepannya, dirinya akan tetap melakukan ekspansi bisnisnya ini. Disamping itu, dirinya melihat prospek usahanya ini juga membantu warga setempat untuk mendapatkan jasa binatu lebih baik mutu dan kualitasnya.
Sementara itu, Nina, salah satu warga yang melaundry mengaku meringankan beban setiap hari dengan adanya mesin Coin Laundry. Apalagi untuk baju seragam sekolah yang membutuhkan waktu cepat untuk pengeringan karena harus cepat dipakai.
"Baru pertama kali saya datang ke sini teknologinya bagus lebih efisien hanya membutuhkan waktu 1,5 jam," ungkapnya kepada Surabaya Pagi. Adt
Editor : Mariana Setiawati