Penyelundupan HP Diduga Dibekingi Orang Kuat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Putra Siregar, pemilik PS Store, yang menyelundupkan HP ratusan jenis dengan total ratusan juta, diduga memiliki bekingan orang kuat untuk memasukkan HP illegal melewati Bea Cukai dan Imigrasi.
Foto:Sp/Instagram putrasiregar17
Putra Siregar, pemilik PS Store, yang menyelundupkan HP ratusan jenis dengan total ratusan juta, diduga memiliki bekingan orang kuat untuk memasukkan HP illegal melewati Bea Cukai dan Imigrasi. Foto:Sp/Instagram putrasiregar17

i

Pelaku Disinyalir Punya Jalur Khusus dari atas Pesawat yang Tak Perlu Melalui Jalur Imigrasi dan Bea Cukai, karena “Dikawal” Seseorang

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada dugaan penyelundupan barang impor dalam kasus 190 HP ilegal PS Store Jakarta. Pemilik PS Store, Putra Siregar, yang sudah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur ditahan kota. PS yang punya kenalan selibriti, diduga dibekingi orang kuat. Ini karena penyelundupan HP terendus tahun 2017, tapi baru dibongkar Juni 2020.

Demikian infirmasi yang dikumpulkan tim wartawan Surabaya Pagi dari sumber di Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Rabu (29/7/2020).

 

Diduga Didukung Orang Kuat

Proses pengembangan kasus ini memakan waktu lama, karena barang bukti selundupan tersebar di beberapa daerah.

"Barang bukti ada dari beberapa konter ya, di Depok. Pada prinsipnya bea cukai melaksanakan ketentuan di bidang kepabeanan," kata pejabat bea cukai Jakarta.

Dibenarkan, eksistensi bisnis ponsel ilegal atau HP blackmarket, bisa digdaya, diduga adan dukungan orang kuat di belakangnya. Disinyalir para penyelundup HP ini bahkan punya jalur khusus sehingga tak perlu melalui jalur imigrasi dan bea cukai.

Konon ada yang begitu mendarat dan keluar dari pintu pesawat, HP-HP itu sudah langsung dijemput 'seseorang'. Jadi, tak perlu lewat imigrasi dan bea cukai.

Perkara ini Jumat (23/7/2020) lalu, baik barang bukti maupun tersangkanya sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. "Kasusnya sudah di kejaksaan agar segera disidangkan," tambah pejabat bea cukai Jakarta.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Jakarta Timur Ady Wira Bhakti membenarkan pemilik toko ponsel PS Store, Putra Siregar , sudah menyandang status sebagai tahanan kota.

"Statusnya tahanan kota. Selama dia tahanan kota selama 20 hari, itu penuntut umum punya waktu untuk menyempurnakan surat dakwaan," katanya.

HP ilegal milik Putra Siregar yang disita Bea Cukai ada 190 handphone (HP) dan nilainya hanya Rp 61,3 juta. Tapi kerugian negara atas tidak dibayarnya biaya kepabeaan, cukup besar. Makanya Ditjen Bea Cukai juga menyita rumah PS, senilai Rp 1,5 miliar selain uang tunai Rp 500 juta.

 

Komitmen Bea Cukai

Menurut petugas Bea Cukai, penindakan terhadap pedagang HP ilegal PS, sebagai salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal. Selaligus mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta dan Surabaya, akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal. Mengingat di dua kota besar ini peredaran HP Ilegal merajalela.

 

“PS Store, memang sudah dikenal sebagai penjual ponsel dengan harga murah,” kata pejabat Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Selasa kemarin (28/07).

Tersangka PS disangka melanggar pasal 103 huruf d Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan. n erc/rl

Berita Terbaru

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Raih Poin Puncak, Kolonel Inf Batara Sabet Juara 1 Lomba Menembak Pistol

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

Senin, 03 Agu 2026 20:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Jombang - Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Komandan Korem 082/CPYJ meraih juara 1 Lomba Menembak Pistol Danrem 082/CPYJ Cup Kategori Eksekutif…

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Sidang Maidi: Pengamat Nilai Keterangan Saksi Daffa dan Noer Aflah Aneh dan Penuh Kejanggalan 

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik Iwan Susanto menilai keterangan saksi Daffa dan Noer Aflah dalam sidang ketujuh perkara dugaan korupsi dan…

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Tangani Kasus Kades Kunti, PPA Polres Ponorogo Olah TKP dan Periksa Korban

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 19:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ponorogo bergerak cepat mengusut dugaan penganiayaan yang diduga d…

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

DPR RI Sebut Homecare Bupati Jember Bermanfaat Untuk Rakyat Kecil

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jember — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikhyansah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program H…

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Teken PKS PLKK dengan RSGM dan Klinik UB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

Senin, 03 Agu 2026 18:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan Universitas Brawijaya (UB) terkait …

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Sidang Maidi: Saksi Sebut Dana CSR Rp300 Juta Dibelikan Sembako hingga Payung

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Senin, 03 Agu 2026 17:41 WIB

Akui Pernah Titipkan Uang Rp50 Juta Lewat Ajudan…