Harga Emas Terus Cetak Rekor Selama Pandemi, Inilah Pemicunya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Harga emas terus menjadi sorotan. SP/ DECOM
Harga emas terus menjadi sorotan. SP/ DECOM

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Harga emas terus menjadi sorotan. Pasalnya di tengah pandemi Corona yang menyerang sejak awal tahun harga emas justru terus menanjak. Bahkan lebih dari sekali mencetak rekor.

Kekhawatiran akan krisis ekonomi yang ditimbulkan virus Corona dinilai menjadi alasan utama naiknya harga emas terus menerus sejak awal tahun. Menurut analis emas dari Monex Investindo, Ariston Tjendra, banyak investor mulai mencari aset aman.

Emas sendiri, menurut Ariston, dinilai bisa menjadi save haven alias aset aman. Maka dari itu banyak investor memindahkan hartanya ke emas, sehingga memicu kenaikan harga emas.

"Kekhawatiran krisis, jadi tiap kali ada krisis itu para investor cari aset aman. Pilihannya ada beberapa misalnya emas Dolar AS, Yen Jepang. Karena emas ini save haven, aset aman," ujar Ariston, Minggu (2/8/2020).

Ariston juga mengatakan bahwa kenaikan harga emas masih bisa terus terjadi. Terlebih lagi sentimen kekhawatiran akan virus masih ada. Apalagi kalau vaksin belum juga ditemukan.

"Fundamental kekhawatirannya belum hilang, apalagi belum ada vaksin. Vaksin kalau sudah ada, bisa langsung turun kencang harga emas," kata Ariston.

Menurut riset Bank of America (BofA) yang dilansir dari CNBC, alasan di balik harga emas terus cetak rekor adalah kebijakan Bank Sentral AS yang masih mempertahankan suku bunga acuan 0-0,25%.

Implikasinya membuat peningkatan inflasi, hal ini membuat sentimen para investor masih enggan mengincar produk investasi saham dan sejenisnya.

"Dengan tingkat suku bunga di level nol, dukungan untuk harga emas datang dari inflasi yang tinggi," tulis riset BofA. dsy4

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …