Pasutri di Kediri Jadi Tersangka Prostitusi Online

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus suami jual istri di medsos kepada pria hidung belang di Kediri.
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus suami jual istri di medsos kepada pria hidung belang di Kediri.

i

Istri dijual di medsos layani jasa threesome dan swinger

 

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – Kasus suami jual istri kepada pria hidung belang rupanya tak terjadi di Surabaya saja. Kasus ini juga terjadi di Kediri. Seorang pria di Kediri menjual istrinya kepada pria hidung belang untuk layanan seks bertiga (threesome) dan bertukar pasangan (swinger) melalui media sosial Facebook.

Suami tersebut adalah MZ (43), warga Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Sementara istrinya berinisial KSH (40) warga Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana mengatakan, pasangan suami istri ini menawarkan layanan berganti pasangan atau swinger di akun facebook mereka. Apabila ada yang berminat mereka akan memberikan layanan tersebut dengan bayaran berbeda. Penawaran ini terpantau patroli siber satreskrim.

Lalu, polisi melakukan penyelidikan dengan memantau aktivitas mereka. Hasilnya, pasangan ini digerebek saat menunggu pasangan swinger lainnya yang akan memanfaatkan jasa mereka untuk berganti pasangan seks. Selanjutnya pasutri ini bersama satu orang yang membeli jasa swinger dibawa ke Mapolres Kediri untuk menjalani pemeriksaan.

Pelaku diamankan saat polisi menggerebek lima orang yang terdiri atas dua pria dan tiga perempuan di sebuah penginapan di Kediri.

"Pengungkapan ini diawali dari informasi melalui media sosial. Pelaku menawarkan perbuatan seks yang menyimpang. Ditawarkannya threesome maupun swinger," ujar Miko kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Dalam kasus ini, polisi juga menjadikan si istri sebagai tersangka. Si istri ternyata juga berperan dengan mencari wanita lain untuk ditawarkan kepada pria hidung belang bila diperlukan.

Dalam aktivitas ini, tersangka mematok harga beragam untuk sekali kencan. Dan kegiatan ini telah berjalan sejak 2018 silam atau sekitar 2 tahun yang lalu.

“Tersangka menjalani perilaku seks swinger sejak 2018 lalu. Mereka mematok tarif antara Rp 700 ribu – Rp 800 ribu untuk sekali kencan. Pengakuan mereka, aktivitas ini dilakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi,” kata AKBP Miko Indrayana.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP Verawati menjelaskan, untuk mengungkap motif di balik aksi swinger ini, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli untuk memeriksa perilaku seks para pelaku. “Suami menjual istrinya. Dan istrinya ini juga mau. Ini sudah terjadi sejak tahun 2018. Nanti dari ahli yang bisa mengetahui mereka,” ujar AKP Verawati, Selasa (11/8/2020).

Polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka. Pasalnya, mereka memiliki peran yang sama dalam kasus tersebut. Baik sang suami maupun istri saling mencari pelanggan, sekaligus memberikan pelayanan esek-esek. Sedangkan tiga lainnya hanya berstatus sebagai saksi.

Dari penyidikan yang dilakukan petugas, tersangka asli Kediri. Tetapi, mereka memiliki KTP Jakarta. Keduanya memanfaatkan media sosial seperti Twitter dan Facebook untuk menawarkan bisnis syahwat tersebut.

Dari kedua tersangka ini, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti, meliputi uang tunai, alat kontrasepsi, sprei yang digunakan, serta alat komunikasi yang digunakan oleh tersangka maupun saksi.

Penyidik masih akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui apakah tersangka pasangan suami istri tersebut mempunyai kelainan seksual atau semata demi mendapatkan keuntungan.

“Sejauh ini motivasinya masalah ekonomi, pekerjaan tersangka ibu rumah tangga dan swasta,” jelasnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 296 KUHP atau 506 KUHP.

Pasal 296 berbunyi barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah. Sedangkan Pasal 506 berbunyi barang siapa sebagai mucikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam pidana kurungan paling lama satu tahun.

Berita Terbaru

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Kapolres Blitar Gelar Giat Jumat Keliling di Masjid Jammi Syamsuddin Qohar, Di lanjut Ngobrol Kamtibmas

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:58 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution. S.I.K M.H hadir ditengah tengah masyarakat melaksanakan ibadah Salat Jumat Bersama…

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

BSI Siapkan Rights Issue 6,8 Miliar Saham, Bidik Penguatan Modal dan Perluas Investor Publik

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersiap memperkuat struktur permodalan melalui aksi korporasi penambahan modal dengan m…

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Dari Kekalahan Menuju Kebangkitan, MilkLife Kickers Buktikan Daya Saing di Singapura

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 18:26 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers menunjukkan kebangkitan pada hari kedua Singa Cup 2026. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan pembuka, skuad p…

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…