Corona, Penggunaan Listrik di Sektor Rumah Tangga Naik 12,42%

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pandemi COVID-19 berpengaruh pada peningkatan penggunaan listrik di sektor rumah tangga. SP/ DECOM
Pandemi COVID-19 berpengaruh pada peningkatan penggunaan listrik di sektor rumah tangga. SP/ DECOM

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pandemi COVID-19 berpengaruh pada peningkatan penggunaan listrik di sektor rumah tangga. Kenaikannya cukup besar yakni mencapai 12,42%.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Jatim Agung Surana mengatakan pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 memang berpengaruh pada penggunaan listrik. Hal ini akibat lebih banyaknya aktivitas masyarakat di rumah.

"Golongan rumah tangga meningkat 12,42 persen. Mungkin karena ada kebijakan work from home, di mana masyarakat lebih banyak di rumah," kata Agung saat press conference virtual di Surabaya, Rabu (12/8/2020).

Agung menambahkan kenaikan ini juga terjadi pada golongan pemerintah yang tercatat meningkat 4,25%.

Namun, Agung menyebut ada penurunan penggunaan listrik di Jatim. Terutama pada sektor industri hingga bisnis. Di sektor industri, bahkan penurunannya mencapai 4,40%. Selain pada golongan industri dan bisnis, Agung menyebut golongan sosial juga mengalami penurunan.

"Pada golongan bisnis turun 4,30 persen, golongan sosial turun 1,47 persen," lanjutnya.

Tak hanya itu, Agung menyebut adanya pandemi COVID-19 dan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tren beban puncak kelistrikan di Jatim juga mengalami penurunan.

Data pada April 2020, penurunannya hingga 6%. Kemudian pada Mei 2020 mencapai 6,9%. Sementara di bulan Juni minus 1,7�n Juli minus 1,1%.

Hal ini juga berpengaruh pada tren penjualan per tarif yang berubah. Agung menyebut imbauan bekerja dari rumah dan pemberlakuan PSBB berdampak pada penurunan kontribusi kWh jual tarif industri.

Pada Januari 2020, kontribusinya sebesar 41,24�n turun menjadi 37,88% pada Juni 2020. Sebaliknya, kontribusinya tarif rumah tangga meningkat dari 38,32% pada Januari menjadi 43,41% di Juni 2020.

"Namun di periode transisi menuju new normal, aktivitas perekonomian di Jatim kembali bergerak sehingga terdapat kenaikan di tarif industri dan tarif bisnis pada Juni dibanding Mei," lanjut Agung.

Selain itu, dampak pandemi COVID-19 dan pemberlakuan PSBB juga berpengaruh pada banyaknya permintaan turun daya dan berhenti sementara. Terutama pada pelanggan tarif bisnis dan industri.

Agung menyebut pada April hingga Juli 2020, jumlah delta turun dan berhenti mencapai 125 MVA. "Potensi kWh yang tidak terserap dengan turun daya dan berhenti sementara hingga Juli 2020 diperkirakan mencapai 30 juta kWh," ungkap Agung.

Dari data yang dihimpun, kapasitas pembangkit listrik di Jawa Timur saat ini mencapai 8.859 MW. Kemudian, beban puncak kelistrikan Jatim hanya 5.378 MW. Jatim juga mensupply listrik ke Jawa Tengah sebesar 509 MW, dan ke Bali sebesar 223 MW. Artinya, Jatim masih surplus listrik sebesar 2.749 MW.  dsy7

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…