Smart City Pemkot Hanya Kosmetik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tuwanku Aria Auliandri Dosen Manajemen Sistem Informasi Unair
Tuwanku Aria Auliandri Dosen Manajemen Sistem Informasi Unair

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang menerapkan konsep Smart City. Kota Surabaya bahkan mendapat beberapa penghargaan soal manajemen perkotaannya seperti Smart Governance, Smart Living dan Smart Environment.

Namun, ternyata konsep Smart City yang digagas Pemkot Surabaya melalui Bappeko Surabaya dikritik oleh seorang Akademisi Manajemen Sistem Universitas Airlangga Surabaya.

Tuwanku Aria Auliandri Dosen Manajemen Sistem Informasi Unair mengatakan, Pemkot Surabaya perlu mengevaluasi kembali penerapan konsep Smart City. Menurutnya, untuk menjadi Smart City, Pemkot tidak cukup dengan menyediakan fasilitas digital dalam memenuhi kebutuhan, tapi juga harus ada konektifitas dan interaksi yang terhubung antar sistem.

“Di struktur pemerintahan ada dinas-dinas, di setiap dinas punya job desk. Mungkin Bu Walikota (Tri Rismaharini) tidak memperhatikan cukup detail setiap dinas yang berhubungan dengan stakeholder. Sehingga digital hanya sekadar ‘kosmetik’ saja,” ujarnya.

Menurut Aria, sebuah kota yang menerapkan Smart City berarti seluruh kebutuhan stakeholder di kota tersebut dapat terfasilitasi secara digital. Baik dari sisi masyarakat, pemerintah maupun pihak industri. Sehingga dengan begitu, dapat terwujudnya Internet Of Things (IOT), yang mana semua kebutuhan dapat terkoneksi dan terintegrasi dengan internet.

Sedangkan di Surabaya sendiri, lanjut Aria, masih banyak ditemukan antrean panjang dalam pengurusan administrasi. Begitu juga penggunaan kertas dan dokumen-dokumen ‘tercecer’ di kantor-kantor kelurahan. Padahal, dalam kota yang menerapkan konsep Smart City, semua pelayanan tersedia dengan cepat dan mudah, serta mengurangi penggunaan kertas karena semua tersedia dalam bentuk digital.

“Contohnya di salah satu daerah di Jawa Tengah, semua dinas sudah terintegrasi website. Semua formulir ada di aplikasi dan bisa didownload. Dan semua terintegrasi dalam satu website, tidak parsial, single platform untuk segala kebutuhan,” paparnya.

Ia menegaskan, dengan penggunaan internet dalam pelayanan publik, maka teknologi akan membuka sekat-sekat birokrasi. Jika alur pelayanan sudah terbuka dan transparan, maka masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dengan cepat.

Namun, lanjut Aria, perlu adanya iktikad baik dari pembuat kebijakan, untuk kembali mengidentifikasi kebutuhan dan kemampuan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“SDM masyarakat Kota Surabaya sudah baik, pendanaannya cukup istimewa. Namun masih kurang inisiatif dan kemauan, untuk mengidentifikasi gap antara kebutuhan dan kemampuan,” ujarnya.

Jika digitalisasi yang diberlakukan Pemkot Surabaya belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, maka yang terjadi adalah gap dalam birokrasi.

Misalnya, Pemkot Surabaya telah meluncurkan aplikasi berbasis android bernama Sistem Informasi Pantauan Penduduk (Sipandu). Namun, di kantor kelurahan yang menjadi ujung dari alur tersebut, masih menggunakan dokumen fisik dan verifikasi berkas dari para petugas. Hal ini menjadi gap, bahwa apa yang dilakukan pemerintah masih belum menyeluruh ke seluruh sistem.

Dan juga, lanjut Aria, semua layanan publik dalam Smart City terkoneksi dalam satu platform, tidak parsial. Sehingga masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya hanya tertuju dalam satu website, dimana dalam platform tersebut telah tersedia semua yang dibutuhkan.

Sehingga, proses digitalisasi yang diterapkan di Surabaya tidak sekedar hanya infrastrukturnya saja, namun juga interaksi antar sistem dan keterhubungan satu sistem dengan yang lain. byt

Berita Terbaru

Izin Usaha Kadaluwarsa sejak 2024, PT JPC Masih Tetap Beroperasi 

Izin Usaha Kadaluwarsa sejak 2024, PT JPC Masih Tetap Beroperasi 

Selasa, 09 Jun 2026 21:44 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 21:44 WIB

‎SURABAYA PAGI, Madiun – Meski izin usahanya telah kadaluwarsa sejak Juli 2024, PT Jatim Parkir Center (JPC) yang mengelola lahan parkir di Jalan dr Soetomo, Ko…

Semangat Idul Adha 1447 H, PLN UID Jatim Hadirkan Kepedulian Sosial Bagi Masyarakat Jawa Timur

Semangat Idul Adha 1447 H, PLN UID Jatim Hadirkan Kepedulian Sosial Bagi Masyarakat Jawa Timur

Selasa, 09 Jun 2026 20:49 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 20:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersama Yayasan Baitul Maal (…

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Perkuat Komitmen ESG Melalui GI ANDAL dan Aksi Penghijauan

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM) melaksanakan kegiatan Gardu…

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Petisi Tolak MBG Tembus 31 Ribu Tanda Tangan, BEM Unair Desak Evaluasi Serius Pemerintah

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 19:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Petisi yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi G…

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Sidang Tambang Ilegal, Jaksa Sebut Nama PT Merak Jaya Beton

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Mojokerto – PT Merak Jaya Beton disebut dalam dakwaan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto. Pabrik beton ini d…

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Siswa SMKN 1 Sidoarjo Gelar Karya Siswa Buka Service Motor Berkeliling

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 17:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Luar biasa program gelar karya siswa profesional sejak masa pendidikan. Siswa SMKN 1 Sidoarjo melakukan layanan perbaikan…