Miskomunikasi, Dua Polisi Sampang Disandera Para Santri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar video aksi tegang saat para santri menyendera dua anggota Polres Sampang. SP/screenshot
Tangkapan layar video aksi tegang saat para santri menyendera dua anggota Polres Sampang. SP/screenshot

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sempat terjadi bersi tegang antara sejumlah santri dengan anggota kepolisian dari Polres Sampang. Pasalnya, sejumlah santri yang berasal dari pondok pesantren di Kecamatan Robatal Kabupaten Sampang, Jawa Timur menyekap dua anggota Polres Sampang pada Senin (24/8) petang.

Bahkan aksi tegang tersebut terekam dan videonya telah beredar luas. Dalam video berdurasi 0,24 detik tersebut menggambarkan suasana saat dua anggota polisi diamankan santri dan warga setempat.

Dinnak reah kennengannah ulama (Di sini tempatnya ulama),” suara dalam video.

Polisi menyebut kejadian tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi di lapangan. Dan kini situasi telah kondusif.

Dari informasi yang didapat, peristiwa tersebut berawal saat keluarga para santri berdatangan untuk mengirimkan makanan kepada putra-putri mereka yang menimba ilmu di pesantren tersebut. Salah satu anggota keluarga santri yang hendak memberi barang ternyata sudah dibuntuti oleh anggota kepolisian.

Tak lama berselang, keluarga tersebut memanggil seorang santri dan memintanya datang ke gardu pesantren, tempat pengiriman barang.

Begitu santri datang mengambil barang, anggota polisi yang telah membuntuti langsung menciduk keduanya. Kakak adik ini lalu diamankan dan dibawa ke Polsek Robatal diduga melakukan transaksi sabu-sabu.

"Saat barang ini diambil yang disampan dalam pecinya, tiba-tiba ada aparat datang menciduknya. Kakak-beradik ini lalu diamankan dan dibawa ke Polsek Robatal," ujar IM, saksi kejadian.

Keributan terjadi saat dua anggota polisi kembali datang ke lokasi untuk mengambil barang bukti sepeda motor. Saat itu muncul provokasi yang menyebut bahwa polisi telah menjebak salah seorang santri dengan rekayasa transaksi sabu-sabu.

Akibat provokasi tersebut, para santri pun marah dan kemudian menyekap anggota polisi kedalam pesantren.

Peristiwa penyekapan tersebut bahkan sampai terdengar di telinga Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafiz. Untuk meluruskan permasalahan Bupati dan Kapolres Sampang turun tangan langsung. Mereka berdiskusi dengan pengasuh pesantren untuk mencari jalan keluar.

Slamet pun menyampaikan akan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Terlebih, kata dia, ini menyangkut soal ketertiban dan keamanan masyarakat yang harus melibatkan banyak pihak, termasuk ulama, kepolisian, dan tokoh masyarakat. "Kesepakatan tadi, kami dengan Kapolres dan pengasuh tetap satu pintu dalan menyelesaikan masalah. Minta tolong masyarakat jangan resah. Mari kita jaga Sampang lebih aman dan kondusif," singkat Slamet.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan kejadian ini. “Dalam yuridiksi Polres Sampang, terjadi kegiatan kepolisian dalam melakukan upaya paksa untuk menciptakan harkamtibmas. Namun di sini terjadi miskomunikasi,” katanya di Polda Jatim, Selasa, (25/8/2020).

Pamen Dengan Tiga Melati dipundak ini menegaskan anggota polisi yang sempat diamankan massa kini sudah dilepas dan kembali bertugas. Begitu juga dengan dua remaja yang sempat diamankan kini sudah dilepas. Kendati begitu kasus dugaan penyalahgunaan narkotika masih didalami. “Masih dilakukan pendalaman internal oleh Kapolres,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan rumor-rumor berkembang yang tidak jelas duduk persoalannya. “Apa yang menjadi kegiatan kepolisian pada saat itu masih didalami oleh Kapolres. Harapannya, kita minta agar kondusif dan masyarakat harapannya tidak terprovokasi,” ujar Trunoyudo. nt

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Ikromilah Yeti Prastuti S.Psi, M. Pd, Sosok Kartini Masa Kini Bagi Kemajuan Pendidikan

Ikromilah Yeti Prastuti S.Psi, M. Pd, Sosok Kartini Masa Kini Bagi Kemajuan Pendidikan

Selasa, 21 Apr 2026 17:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April, untuk merayakan kelahiran Raden Ajeng Kartini dan semangat emansipasi perempuan, bagi…

TKA SD, Dorong Siswa Punya Kemampuan Analitis

TKA SD, Dorong Siswa Punya Kemampuan Analitis

Selasa, 21 Apr 2026 16:53 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 16:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. mengatakan hari pertama Tes Kemampuan…

Lewat Hilirisasi Produk Olahan Melon, Pemkab Madiun Dorong Industri Kecil

Lewat Hilirisasi Produk Olahan Melon, Pemkab Madiun Dorong Industri Kecil

Selasa, 21 Apr 2026 14:47 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Pemerintah Kabupaten Madiun mulai mendorong hilirisasi Melon sebagai upaya meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka peluang…

Ratusan Calon Jemaah Kloter 1 dan 2 Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Ratusan Calon Jemaah Kloter 1 dan 2 Tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

Selasa, 21 Apr 2026 14:45 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada Selasa (21/04/2026), sebanyak 760 calon jemaah haji (CHJ) kloter pertama dan kedua tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya…

Stok Mulai Langka, Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp20 Ribu per Kemasan

Stok Mulai Langka, Harga Minyakita di Surabaya Tembus Rp20 Ribu per Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 14:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Harga minyak goreng merk Minyakita mengalami lonjakan harga yang signifikan di beberapa daerah, salah satunya di Kota Surabaya…

Prioritaskan Fungsi Pedestrian, Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam

Prioritaskan Fungsi Pedestrian, Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam

Selasa, 21 Apr 2026 14:11 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 14:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menata ruang publik dengan memprioritaskan fungsi pedestrian,…