Dipindah, Ratusan Pedagang Pasar Mojoagung Kembali ke Lapak Lama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pedagang Pasar Mojoagung mulai kembali menempati lapak lamanya di area belakang. (SP/M. Yusuf)
Para pedagang Pasar Mojoagung mulai kembali menempati lapak lamanya di area belakang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pedagang Pasar Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengeluh. Pasalnya, para pedagang yang sebelumnya menempati lapak dibelakang komolek pasar, dipaksa pindah ke area depan pasar.

Di area baru itu, mereka yang jumlahnya sekitar 300 lebih, mengalami kerugian. Mereka dipaksa pindah dengan alasan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini.

Salah satu pedagang pasar, M. Yasin mengatakan, bahwa pemindahan pedagang ini sempat diwarnai intimidasi oleh pihak Dinas Pasar. Sehingga dengan sangat terpaksa, para pedagang pasar harus pindah ke area depan Pasar Mojoagung.

"Alasannya sih Covid-19. Sempat di ancam, kalau tidak mengikuti peraturan dinas akan dicoret. Itu disampaikan saat rapat," katanya, kepada jurnalis di Pasar Mojoagung, Kamis (27/08/2020) dini hari.

Yasin mengungkapkan, saat pindah ke depan, jumlah pedagang pasar yang berjualan ternyata bertambah menjadi sekitar 600 pedagang. "Yang pedagang asli sekitar 300. Dan tambahan itu bukan pedagang asli sini," ungkapnya.

Menurut penjelasan Yasin, dampak yang dialami pedagang selama berjualan di depan selama sekitar dua bulan lebih, banyak mengalami kerugian. "Ada yang gak laku sama sekali," jelasnya.

Yasin berharap, dalam mengambil kebijakan, Dinas Pasar lebih memihak pedagang. "Kepala pasar sebaiknya menata, mengatur pedagang agar jualan lancar dan pendapatan meningkat," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kabupaten Jombang, Mujtahidur Ridho (Gus Edo) menegaskan, dengan adanya persoalan yang dialami pedagang Pasar Mojoagung ini, pihaknya berusaha mengakomodir aspirasi yang.mereka sampaikan.

"GPK yang merupakan salah satu elemen masyarakat, akan melakukan komunikasi pada pihak Pemkab Jombang untuk mengatasi persoalan pedagang Pasar Mojoagung," tegasnya.

Gus Edo menerangkan, persoalan pasar merupakan persoalan ekonomi rakyat. Sehingga, GPK akan menyampaikan pada pemerintah terkait keluh kesah pedagang tersebut.

"Sehingga nantinya nyaman semua. Artinya pedagang nyaman jualannya, pemerintah juga nyaman dalam menjalankan kebijakannya, dan tidak terjadi gesekan-gesekan," pungkasnya.

Dari pantauan Surabayapagi.com, ratusan pedagang di Pasar Mojoagung kembali berjualan di tempat asalnya, yakni di area belakang pasar. Mereka terlihat memindahkan barang-barang dagangannya yang dimulai sejak sekitar pukul 23.30 WIB.

Hingga pukul 01.30 WIB dini hari, sudah terlihat satu persatu menata dan membuka dagangannya. Dan para pelanggan lama mereka pun juga mulai berdatangan membeli kebutuhannya.suf

Tag :

Berita Terbaru

Mulai Tata Ulang CFD Darmo, Pemkot Surabaya Larang PKL Berjualan di Jalur Utama

Mulai Tata Ulang CFD Darmo, Pemkot Surabaya Larang PKL Berjualan di Jalur Utama

Senin, 15 Jun 2026 12:17 WIB

Senin, 15 Jun 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya agar jalur utama CFD di Raya Darmo dapat dikhususkan untuk aktivitas olahraga dan pejalan kaki, sehingga terlihat…

Bupati Sumenep: Pemkab Akan Terus Perhatikan Nasib Petani Tembakau Untuk Sukses dan Sejahtera

Bupati Sumenep: Pemkab Akan Terus Perhatikan Nasib Petani Tembakau Untuk Sukses dan Sejahtera

Senin, 15 Jun 2026 11:55 WIB

Senin, 15 Jun 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah kabupaten Sumenep tetap akan memperhatikan nasib para petani tembakau yang selama ini menjadi tulang punggung…

Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi

Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi

Senin, 15 Jun 2026 11:36 WIB

Senin, 15 Jun 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Berdasarkan hasil mitigasi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, sebanyak 93 desa di 24…

Pendapatan Perajin Tahu dan Tempe Anjlok Diambang Kerugian, Imbas Harga Kedelai Tembus Rp11.200 per Kg

Pendapatan Perajin Tahu dan Tempe Anjlok Diambang Kerugian, Imbas Harga Kedelai Tembus Rp11.200 per Kg

Senin, 15 Jun 2026 11:25 WIB

Senin, 15 Jun 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kenaikan harga kedelai impor dari yang sebelumnya sekitar Rp 8.700 per kilogram dan kini harga kedelai telah menembus Rp…

Alami Peningkatan Wisatawan, Ratusan Pendaki Datangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro

Alami Peningkatan Wisatawan, Ratusan Pendaki Datangi Gunung Lawu Jelang 1 Suro

Senin, 15 Jun 2026 10:59 WIB

Senin, 15 Jun 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Suro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan…

Genjot PAD, Pemkab Ponorogo Optimalisasi Sektor Pariwisata Lewat Grebeg Suro

Genjot PAD, Pemkab Ponorogo Optimalisasi Sektor Pariwisata Lewat Grebeg Suro

Senin, 15 Jun 2026 10:52 WIB

Senin, 15 Jun 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mengupayakan optimalisasi sektor…