TPU Keputih Mirip Pemakaman Massal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi TPU Keputih, Selasa (8/9/2020) kemarin yang nyaris dipenuhi oleh jenazah pasien yang terpapar Covid-19, baik berasal dari Surabaya dan sekitar Surabaya. SP/Patrick cahyo
Kondisi TPU Keputih, Selasa (8/9/2020) kemarin yang nyaris dipenuhi oleh jenazah pasien yang terpapar Covid-19, baik berasal dari Surabaya dan sekitar Surabaya. SP/Patrick cahyo

i

 

Pemkot Belum Berencana Perluas TPU Keputih, sebab Kini baru terisi kurang 50�ri Daya Tampung 5.000 jenazah pasien Covid-19

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Tingginya kasus Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih yang disiapkan khusus untuk jenazah pasien Covid-19, nyaris penuh. Bahkan, rata-rata setiap harinya, TPU Keputih dan TPU Babat Jerawat Surabaya itu, ada 10 jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan. Bahkan, dalam kurun 8 hari terakhir sejak 1 September, ada penambahan 95 jenazah. Jadi sudah ada 2.349 jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Keputih.

Dari pantauan Surabaya Pagi, Selasa (8/9/2020), lahan seluas 27 ribu meterpersegi itu mulai tampak hampir dipenuhi batu nisan. Ada beberapa peziarah yang melakukan ziarah di makam Covid-19.

Salah satu keluarga yang enggan menyebut namanya, suaminya meninggal karena Covid-19 sejak bulan Juli 2020 lalu dan kini dimakamkan di TPU Keputih bersama ribuan jenazah.

“Ini seperti pemakaman massal yah. Tapi bagaimana lagi, itu sudah aturan. Asline sih berat, tapi demi kebaikan bersama. Beruntung bu Risma sudah beri lahan untuk jenazah Covid-19,” ucap perempuan disela-sela ziarah suaminya yang meminta namanya tidak dikorankan, kepada Surabaya Pagi, Selasa (8/9/2020).

 

Diprediksi Penuh dengan Cepat

Sedangkan, penggali makam di TPU Keputih, hingga Senin (7/9/2020), memperkirakan, makam TPU Keputih khusus Covid-19 ini bakal penuh dalam beberapa bulan.

Hal ini diungkapkan Munaji, seorang penggali makam di TPU Keputih mengaku telah menguburkan lebih kurang 800 jenazah Covid-19. Namun, bila ditambah dengan jenazah yang dimakamkan di TPU Babat Jerawat, Munaji dan rekan-rekannya sudah menguburkan 2.000an lebih jenazah selama masa pandemi corona. "Ini nyata pemakamannya Covid-19, mulai awal pandemi sampai sekarang, sekitar 2.000-an lebih," kata Munaji.

Munaji menceritakan, di awal-awal masa pandemi, dalam sehari dirinya bisa menguburkan 35 jenazah dan bekerja hingga 24 jam.

Dalam hati, Munaji masih merasa was-was akan tertular Covid-19. Namun, dengan dengan ketulusan dan panggilan tugas, Munaji tetap bertahan hingga saat ini.

Munaji pun mengajak masyarakat untuk menghentikan penularan corona bersama-sama dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu, menurut Munaji, akan mengurangi jumlah korban meninggal dunia karena terinfeksi. "Kapan ini akan berakhir? Kita sudah lelah, kita sudah jenuh. Namun bagaimana lagi, ini sudah tugas," katanya.

Dirinya juga menambahkan, angka pemakaman jenasah Covid-19 paling tinggi adalah bulan April hingga Juni rata-rata dirinya melakukan pemakaman hingga 15 orang lebih setiap harinya "Kalau menurut saya jumlah terbanyak itu dari bulan April hingga Juni, setiap harinya minimal 15 orang. Itu minimal loh mas, bisa lebih," akunya. 

 

Baru Terisi 50 Persen

Sementara, Kepala UPTD Pemakaman DKRTH Surabaya Aswin Agung mengaku, lahan pemakaman untuk pasien Covid yang meninggal masih tersedia sangat luas. Dari luas lahan yang secara khusus disiapkan Pemkot Surabaya, diperkirakan mampu menampung hingga 5.000 jenazah pasien Covid-19.

Aswin menuturkan, sejauh ini belum berencana menambah lahan khusus untuk jenazah pasien Covid. Sebab, berdasarkan catatannya, dari kapasitas 5.000 liang di TPU Keputih, baru terisi 2.254 jenazah. Luas lahan untuk jenazah Covid di TPU ini seluas 18 ribu meter persegi.

Sementara di blok khusus pemakaman TPU Babat Jerawat, Pemkot Surabaya menyediakan lahan kurang lebih 9 ribu meter persegi. Diperkirakan area tersebut mampu menampung 2.500 jenazah pasien Covid-19. Hingga 30 Agustus 2020 baru terisi 636 jenazah pasien Covid-19. "Sementara dua tempat itu dulu lah. Masih sangat banyak kok itu juga yang kosong," ujar Aswin.

 

Pelebaran Area Paving

Hal senada juga diungkapkan oleh (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Anna Fajriatin. Saat ini, menurut Anna, dua lokasi makam untuk jenazah Covid-19 masih cukup luas.

"Yang dibelakang itu masih lahan kita mbak, masih lahannya Keputih, masih lahannya makam. Masih besar itu, masih kebelakang itu masih besar," ungkap Anna, kepada Surabaya Pagi, Selasa (8/9/2020)

Anna kemudian menerangkan bila ada beberapa area paving yang turut di lebarkan untuk dijadikan makam. "Tapi kemarin itu juga di area paving, itu juga dilebarkan juga untuk area makam. Insyaallah tidak ada pemindahan. Insyaallah cukup lah," terangnya.

 

Belum Ada Pelebaran

Disinggung apakah pihak DKRTH akan menambah makan yang baru, Anna mengatakan bila tidak akan menambah TPU baru. "Enggak mbak, kebelakang nya masih lebar," katanya.

Selama pandemi hingga bulan Agustus 2020, TPU Keputih sendiri menerima sebanyak 1.000 jenasah yang di kurburkan. "Sekitar 1.000 untuk data nya. Untuk tanggal 30 agustus sebanyak 2.254. Kemudian tanggal 7 September  sebanyak 2.349. Dalam waktu 8 hari ada penambah sebanyak 95 jenazah. Jadi per hari  rata-rata lebih 10 jenazah," tandasnya.

Dari catatan yang diterima Surabaya Pagi hingga Selasa (8/9/2020) dari Gugus Tugas Pemprov Jatim, di Jawa Timur, kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 36.342 kasus positif. Dari data tersebut, ada 5.003 kasus yang masih aktif alias yang masih dirawat. Sedangkan 28.731 kasus pasien sudah sembuh, dan 2.608 orang yang dinyatakan meninggal karena Covid-19.

Untuk di Surabaya sendiri, totalnya 12.790 kasus yang terkonfirmasi positif dengan rincian 967 kasus orang yang meninggal, kemudian 10.433 sudah sembuh dan 1.390 kasus masih aktif.  byt/tyn/pat/cr3/rmc

 

Berita Terbaru

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Perum Bulog Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras premium di tengah dinamika harga dan pasokan beras di pasaran. S…

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sebanyak 362 anggota PWI Jawa Timur ditetapkan PWI Pusat sebagai daftar pemilih sementara (DPS) yang memiliki hak memilih Ketua d…

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kementerian Transmigrasi membuka peluang luas bagi pesantren dan jaringan alumninya untuk ikut mengelola potensi ekonomi di k…

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberikan pembebasan dan keringanan pajak daerah melalui program tahap II yang berlangsung 1 O…

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sita tiga unit ponsel usai melakukan penggeledahan selama sekitar lima jam di Kantor Din…

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD dituntut tidak cuma berkutat pada urusan rutinitas…