Lakukan Karantina Wilayah Se-Jawa dan Madura

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pakar Epidemiologi Unair, dr Windhu Purnomo
Pakar Epidemiologi Unair, dr Windhu Purnomo

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Apa gunanya kebijakan dengan memberlakukan swab test bagi warga pendatang ke Surabaya, kalau warga transmisi lokal di Surabaya tidak ditangani?

Sudahlah, kita ini harus bersungguh-sungguh. Itu kan imported casses. Orang kita sendiri bagaimana? Transimisi lokal lho masih terjadi.

Seharusnya Surabaya juga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti Jakarta agar tidak terjadi lagi pingpong penambahan kasus penularan Covid-19.

Bahkan tidak cukup PSBB saja, Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan memberi peluang karantina wilayah.

Tapi okelah, saya memaklumi kalau Karantina Wilayah masih pertimbangkan ekonomi. Tetapi kalau berlakukan PSBB, yah betul-betul PSBB. Jangan kayak dulu. Selesai PSBB, Surabaya loh jalanan masih ramai. Alhasil, kasusnya terus bergerak naik khan. Saya sampai kaget, antara PSBB atau tidak, sama saja. Masih ramai.

Yah saya berharap baik Pemerintah DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya dan Pemkab/Pemkot lain di Jatim tidak setengah-setengah dalam penanganan Covid-19.

Kalau mau dilepas, ya, lepas saja sudah. Sekalian, biar semua tertular dan banyak yang mati. Jangan setengah-setengah. Jadi itu, lho, yang harus dilakukan oleh pemerintah.

Jadi saya apresiasi dengan pernyataan pak Presiden Joko Widodo, yakni lebih mengutamakan kesehatan masyarakat.

Itu kata kunci. Tapi diimplementasikan, bukan hanya dibibir saja. Saya sudah senang banget dengar pernyataan itu. Pernyataan yang tidak pernah keluar selama enam bulan ini. Hehe.

Jadi, sekali lagi, saya berharap kepada seluruh pemerintah, baik di pusat sampai di daerah, mengimplementasikan pernyataan Presiden. Kalau perlu, dilakukan kebijakan karantina wilayah se-Jawa dan Madura.

PSBB “betulan” yang saya maksud tidak hanya berhenti pada aturan pembatasan yang tidak tegas, sehingga masyarakat di Pulau Jawa dan Madura masih bisa bergerak bebas.

Tidak akan selesai itu. Akan terjadi seperti ping-pong terus. Virus itu, kan, dibawa manusia. Tidak bisa terbang sendiri. Kalau orangnya bergerak, ya, virusnya ikut bergerak dong.

Pemerintah sendiri aslinya juga enggak banyak yang paham. Entah enggak paham atau enggak tahu. Kita ini enam bulan kasusnya naik terus tanpa ada kejelasan kapan puncaknya? Negara lain, dua tiga bulan selesai karena pemerintahnya pegang kontrol.

Makanya, jangan buru-buru mewacanakan new normal life hanya karena lebih berat aspek ekonomi.

Masalahnya, ekonomi akan kembali bergerak begitu rantai penularan virus itu benar-benar tuntas. Di tengah pemutusan mata rantai ini, negara yang menyokong ekonomi masyarakat.

Jadi pernyataan Presiden bahwa kesehatan masyarakat lebih penting daripada aspek ekonomi menandakan bahwa Presiden telah sadar. Camkan itu. adt

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…