Hari Ketiga, Tim Pemburu Tangkap 51 Pelanggar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi sosial berupa menyapu jalan.SP/SP
Salah satu pelanggar protokol kesehatan diberi sanksi sosial berupa menyapu jalan.SP/SP

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Memasuki hari ketiga, tim Pemburu Pelanggar Covid-19 di Tanjung Perak Surabaya, menangkap sekitar 44 pelanggar protokol kesehatan. Mereka disidang di lokasi dan membayar denda. Sementara di kawasan Merr Gunung Anyar, hanya 7 pelanggar yang diciduk. Jadi total 51 pelanggar di Surabaya.

Untuk dikawasan Kenjeran, petugas gabungan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak, TNI dan Satpol PP Surabaya dalam operasi yustisi protokol kesehatan (prokes) di Jalan Pogot, Kenjeran, Rabu (16/9/2020) memeriksa pengguna jalan yang tidak memakai masker.

Banyak warga dan pengguna jalan yang tidak memakai masker terjaring operasi tersebut. Sedikitnya ada sekitar 44 pelanggar yang disidang di lokasi dan membayar denda.

Sedangkan bagi yang tidak bisa membayar denda, diberi sanksi sosial berupa menyapu jalan hingga push up. Polisi juga membagikan masker kepada para pelanggar saat menunggu giliran sidang tipiring.

"Operasi yustisi ini sudah dilakukan mulai kemarin, serentak, baik itu secara stasioner maupun mobile. Kami hari ini bekerjasama dengan Satpol PP, Kecamatan, Koramil, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan," kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anggi Saputra usai memimpin operasi.

Anggi menambahkan, operasi ini digelar menyasar atau mencari warga maupun pengguna jalan yang keluar rumah tidak menggunakan masker. Apabila tidak memakai masker, langsung sidang di tempat.

"Sementara yang terdata ada sekitar 44 masyarakat yang tidak menggunakan masker. Kemudian langsung melaksanakan sidang di tempat, putusan variatif, tergantung hakim yang memutuskan. Apabila dirasa yang bersangkutan tidak bisa membayar denda, putusannya mereka diminta untuk melaksanakan sanksi sosial berupa bersih-bersih," jelasnya.

Anggi menegaskan bahwa operasi yustisi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak akan terus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Operasi akan digelar pagi maupun malam di titik-titik evaluasi yang masih menjadikan episentrum Covid-19.

 

Pelanggar di Merr, Menurun

Sementara, operasi yustisi yang di lakukan di kawasan perbatasan Merr Gunung Anyar nampak mengalami penurunan pelanggaran dibandingkan hari pertama kedua. Hal itu di sampaikan oleh petugas yang bertugas di lokasi tersebut.

“Memang pada hari pertama operasi yustisi pelanggarannya cukup banyak sekitar 12 orang, hingga hari ketiga ini tadi ditemukan 7 orang yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan tidak mengenakan masker padahal mereka membawa masker,” ungkap Aditya Rizky petugas Satpol PP, Rabu (16/9/2020).

Namun, dari pelanggaran tersebut masing-masing menggunakan sepeda motor dan mobil langsung diberikan sanksi sosial kepada para pelanggar. Sanksi sosial tersebut bagi pelanggar diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan, push up dan membacakan Pancasila.

 

Belum Terapkan Denda

Petugas Satpol PP, Aditya mengatakan dalam operasi yustisi tersebut belum menerapkan denda bagi pelanggar, akan tetapi masih diberikan sanksi sosial agar masyarakat jera tidak mengulangi lagi. Selain itu juga ditindak dengan menyita KTP pelanggar.

Terkait dengan nominal denda bagi yang melanggar, Pemerintah Kota masih belum menerapkan denda pada pelanggar protokol kesehatan. “Untuk pelanggar protokol kesehatan belum tahu dikenakan denda atau tidak, yang pasti dengan sanksi sosial dan arahan dari pihak Kecamatan Gunung Anyar, “pungkasnya. tyn/pat

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…