Tercium Aroma Pungli di Dinas Pendidikan Kab Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas pendidikan Kab Sumenep, Sunarto di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas pendidikan Kab Sumenep, Sunarto di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Ada dugaan pungli di dinas Pendidikan kab. Sumenep yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Informasi yang berkembang K3S Kecamatan Sapeken Kab Sumenep, diduga melakukan pungli kepada sejumlah lembaga sekolah dasar yang ada di kepulauan.

Menurut informasinya, dalam setiap pengurusan Nomor Unik Peserta Tenaga kepengajaran (NUPTK) di lembaga pendidikan dikenai biaya sebesar Rp. 50 bahkan sampai 100 ribu baik di tingkat Dinas pendidikan Maupun Swasta yang ada di Kab Sumenep.

Hasil investigasi reporter Surabaya pagi, Selasa (6/10/2020), telah ditemukan oknum guru yang mengaku dimintai dana dalam pengurusan NUPTK ke Dinas Pendidikan, mengenai besar nominalnya ia enggan menyebutkan, hanya saja di mintai dengan dalih untuk biaya administrasi pemberkasan pengajuan ke dinas.

Selain itu, masing-masing guru pemohon agar dibuatkan NUPTK menyetor uang dan dikumpulkan untuk diberikan kepada Dinas Pendidikan. “Saya tidak tahu kebenarannya, hanya saja dari informasi teman-teman begitu, padahal kata teman yang di daratan dalam pengurusan NUPTK itu sifatnya gratis tanpa dipungut biaya apapun,” tegasnya.

Secara terpisah, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kab Sumenep Sunarto mengatakan, Informasi mengenai pungutan terhadap sejumlah guru yang mau dibuatkan NUPTK itu juga terendus di Meja Dinas pendidikan Kab Sumenep, dan ini berlaku di wilayah kepulauan Kab Sumenep.

"Ia saya dengar informasi itu memang benar, ada yang memungut 50 ribu sampai 100 ribu, bahkan ada guru swasta yang sampai 1 juta, hanya saja, saya kira tidak mungkin jika sampai besarnya 1 Juta" jelasnya.

Sunarto mengatakan, jika di kepulauan itu setiap guru di mintai uang sebesar 50 sampai 100 mungkin wajarlah untuk ganti transport dari kepulauan ke daratan, sebab bolak-baliknya perjalanan laut sudah 100 ribu, “Jadi saya kira wajarlah untuk pengganti transport,” pungkasnya. Ar

 

 

Berita Terbaru

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …