IDI Jombang Sesalkan Konsep Hajatan Pernikahan Tak Sesuai Implementasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua IDI Jombang, dr. Achmad Iskandar D. (SP/M. Yusuf)
Ketua IDI Jombang, dr. Achmad Iskandar D. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang menyesalkan terkait acara hajatan pernikahan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Taufiq Abdul Jalil yang dilakukan besar-besaran di ballroom salah satu hotel terkenal di Jombang.

Ketua IDI Jombang, dr. Achmad Iskandar D. mengatakan, bahwa konsep kelihatannya bagus, undangan cukup banyak dibagi enam shift. Ada screning dari petugas di depan yang mengamankan kerumunan, yang masuk hanya yang bermasker. Dan konsumsi direncakan dengan take away, bukan dimakan ditempat.

"Namun konsep dengan implementasi beda. Jika konsep bisa dijalankan dengan disiplin, bagus. Nah, ternyata kemudian dilapangan yang dilaporkan teman-teman, pelaksanaannya implementasinya jauh dari yang dikonsepkan," katanya, kepada jurnalis, Rabu (07/10/2020).

Dari sisi itu, Iskandar menandaskan, bahwa pihaknya menyesalkan hal tersebut. Bahwa saat semya harys bersinergi untuk mencoba mengendalikan Covid-19 yang sudah memasuki bulan ketujuh, namun ada pihak-pihak yang kurang antisipasi dan kehati-hatian.

"Sehingga berpotensi menimbulkan persoalan serius di transmisi penularan Covid-19 ini. Jadi menurut konsep menurut perda maupun perbup sebenarnya tidak melanggar. Tapi dari sisi implementasi pelaksanaan itu yang bermasalah," tandasnya.

Terkait kejadian ini, Iskandar berharap tidak terjadi kegiatan, hajatan yang berpotensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Entah pemakaian masker, cuci tangan, terutama jaha jarak dan menghindari kerumunan.

"Saya berharap satgas Covid-19 di semua tingkatan, mulai tingkat kecamatan maupun kabupaten, benar-benar mensosialisasikan bagaimana suatu kegiatan dilaksanakan dan dikaji betul. Jadi jangan sekedar mengkaji surat, kalau perlu dipanggil. Kemudian dilakukan pengendalian dan evaluasi," harapnya.

Iskandar menegaskan, sekarang yang lebih penting harus lebih waspada. Apakah kegiatan yang sudah berjalan tersebut betul-betul akhirnya memberikan dampak buruk. Ini teman-teman dinkes harus pasang mata pasang telinga.

"Apakah kemudian terjadi kasus yang kemudian menjadi positif yang bisa dikaitkan dengan acara tersebut. Karena ini penyakit menular, begitu ada satu yang bisa dibuktikan bahwa disana ada yang positif, ada banyak sekali orang yang harus di tracing (lacak)," pungkasnya.

Sementara itu, saat jurnalis hendak menemui Kepala Kantor Kemenag di Jalan Pattimura saat akan melakukan konfirmasi, ternyata Kakan Kemenag Taufiq Abdul Jalil sedang tidak berada ditempat.(suf)

Berita Terbaru

Musda Demokrat Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD Jatim 14-20 Agustus

Musda Demokrat Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD Jatim 14-20 Agustus

Rabu, 12 Agu 2026 21:49 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Tahapan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur memasuki fase penting dengan dibukanya pendaftaran bakal c…

Saksi Indah Utami Mengaku Hanya Menjalankan Fungsi Administratif, Tidak Menentukan Nilai maupun Menyetujui Pengeluaran

Saksi Indah Utami Mengaku Hanya Menjalankan Fungsi Administratif, Tidak Menentukan Nilai maupun Menyetujui Pengeluaran

Rabu, 12 Agu 2026 20:34 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sengketa pengadaan lahan kawasan industri di Jombang antara PT Java Fortis Corporindo dengan mantan direkturnya, Nany Widjaja, k…

Resep Warisan Keluarga Jadi Inspirasi Menu Lokal, McDonald’s Buka Kompetisi Kuliner 2026

Resep Warisan Keluarga Jadi Inspirasi Menu Lokal, McDonald’s Buka Kompetisi Kuliner 2026

Rabu, 12 Agu 2026 20:21 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Resep keluarga yang diwariskan lintas generasi tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner, tetapi juga mulai mendapat ruang lebih …

Jelang Muktamar, Kiai Asep Ingatkan Arah Kepemimpinan Abad II Harus Tetap Berakar pada Pesantren

Jelang Muktamar, Kiai Asep Ingatkan Arah Kepemimpinan Abad II Harus Tetap Berakar pada Pesantren

Rabu, 12 Agu 2026 20:14 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, arah k…

BSI Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Perluas Akses Keuangan Syariah dan Pembiayaan UMKM

BSI Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Perluas Akses Keuangan Syariah dan Pembiayaan UMKM

Rabu, 12 Agu 2026 17:57 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 17:57 WIB

SurabayaPagi, Surakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan Islam untuk memperkuat ekosistem ekonomi s…

Dewan Ponorogo Ramai-Ramai Setor Uang Tunjangan, Kejaksaan Amankan Lebih Dari Rp 1 M Di Hari Ke 3

Dewan Ponorogo Ramai-Ramai Setor Uang Tunjangan, Kejaksaan Amankan Lebih Dari Rp 1 M Di Hari Ke 3

Rabu, 12 Agu 2026 17:33 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 17:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Gelombang pengembalian uang Tunjangan Perumahan (TP) anggota dan pimpinan DPRD Ponorogo terus terjadi pasca Kejaksaan Negeri Ponorogo…