Unjuk Rasa Umat Islam, Direcoki Anarko

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo PA 212 di Jakarta dalam rangka menolak UU Cipta Karya
Aksi demo PA 212 di Jakarta dalam rangka menolak UU Cipta Karya

i

 Unjuk Rasa Oleh PA 212 dan GNPF, tidak hanya Tolak UU Cipta Karya, tapi juga Ingin selamatkan NKRI, buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP. Selain seruan ganyang China komunis 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -Demo dari masyarakat yang mengatasnamakan ormas Islam, PA 212 dan GNPF juga ricuh. Demo turun ke jalan ini sama demo tanggal 6-8 Oktober oleh buruh dan mahasiswa. Dua aksi unjuk rasa yang berbeda hari ini sama-sama menolak UU Cipta Kerja. Pendemo hari Selasa (13/10/2020) juga direcoki oleh kelompok Anarko yang membikin rusuh demo damai.  Para perusuhnya, polisi  menuding kelompok Anarko sebagai dalangnya.

"Anak-anak Anarko inilah yang bermain, ada sekira 600-an, mereka upaya provokasi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa sore (13/10/2020).

Irjen Nana Sudjana menuding kericuhan yang terjadi usai aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, merupakan ulah 600 anggota Anarko yang memprovokasi massa. Selain tolak  UU Cipta Kerja, ormas ini juga serukan selamatkan NKRI, buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP. Disamping seruan ganyang China komunis.

600 anggota Anarko yang masih berusia muda itu mereka menyebar di beberapa titik aksi. Dari pantauan kontributor Surabaya Pagi di lapangan, mereka terus berupaya menerobos barikade polisi yang menutup akses mengarah ke Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara. Alhasil, mereka melakukan perlawanan , dengan melempar batu dan pecahan kaca. Bahkan membakar tenda. Mereka rata-rata berusia muda.

 

Bakar-Bakar

Polisi yang melakukan upaya bertahan, akhirnya melepaskan tembakan gas air mata. Konsentrasi massa kemudian terpecah, massa berhamburan ke arah Jalan Thamrin dan Jalan Budi Kemulian. Kendati berlarian, massa tetap berupaya melakukan aksi provikasi dengan mengbarkan bendera yel-yel dan meneriaki makian ke arah polisi.

Polisi, melalui pengeras suara meminta massa untuk membubarkan diri. "Cepat bubar, bubar! Ini sudah anarkis. Semua bubar. Ayo bubar,” ucap salah seorang polisi melalui pengeras suara,” ucap polisi tersebut.

Polisi menanyakan tujuan para remaja itu merusuh di lokasi aksi. Mereka mengaku hanya ikut-ikutan karena diajak teman. "Ngapain kamu di sini?" tanya polisi.

"Ikut demo, Pak," jawa salah seorang di antaranya. "Demo apa? Tahu apa yang dituntut? Tuntutannya apa?" tanya polisi lagi. "Saya diajak teman," jawab si remaja.

 

Kepulangan HRS

Sementara itu, dalam aksi demo PA 212, Wakil Sekjen Novel Bakmukmin, menjelaskan bahwa Habib Rizieq akan segera pulang ke Indonesia. Kepulangan ke Indonesia ini diutarakan Novel di depan ribuan massa PA 212 yang mengikuti aksi demo tolak UU Cipta Kerja dan beberapa tuntutan lainnnya yang diusung para alumni aksi 212 dan beberapa Front Pembela Islam (FPI).

“Alhamdulillah, tak lama lagi, imam besar Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia. Karena surat cekal sudah dicabut,” teriak Novel, yang disambut takbir oleh beberapa pengikutnya.

Novel mengatakan, umat Islam yang mahabah dan rindu kepada sosok Habib Rizieq akan menjemput kedatangan beliau ke Tanah Air. Dia berharap, tidak ada yang menghalangi imam besar pulang. "Kami meminta pemerintah tak menghalangi kepulangan Imam Besar kami, karena kami umat Islam sudah rindu beliau," katanya.

Saat ditanya kapan waktu kepulangnya, Novel tak menyampaikanya. Namun, kata dia, semua prosedur administrasi untuk kepulangan Habib Rizieq sudah diselesaikan.

Setidaknya, dari aksi demo tolak UU Cipta Kerja, Selasa (13/10/2020) kemarin, terdapat 6.000 orang yang terpusat di bundaran Patung Kuda. Sebanyak 4.000 orang tergabung dalam massa yang menamakan diri ANAK NKRI. Persaudaraan Alumni 212 termasuk di dalamnya. erk/et/rm

Berita Terbaru

Di Tengah Wacana Pengangkatan Staf SPPG Jadi PPPK, Guru SD di Madiun Hanya Digaji Rp250 Ribu Per Bulan

Di Tengah Wacana Pengangkatan Staf SPPG Jadi PPPK, Guru SD di Madiun Hanya Digaji Rp250 Ribu Per Bulan

Senin, 02 Feb 2026 20:49 WIB

Senin, 02 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Di tengah rencana pemerintah pusat mengangkat puluhan ribu pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai P…

Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan

Prabowo Akui BUMN Pernah Dipimpin Akal-akalan

Senin, 02 Feb 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada dana besar dulunya disebar ke seribu perusahaan BUMN. Ini ia menyinggung para pemimpin BUMN…

Presiden Prabowo: Kalau tak Suka Sama Prabowo, Silakan 2029 Bertarung

Presiden Prabowo: Kalau tak Suka Sama Prabowo, Silakan 2029 Bertarung

Senin, 02 Feb 2026 19:09 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengklaim kelompok-kelompok itu sedari awal sudah mengetahui jika mereka dibantu atau didukung oleh…

Menhan Umumkan Prabowo, akan Ganti Semua Direksi Bank Himbara

Menhan Umumkan Prabowo, akan Ganti Semua Direksi Bank Himbara

Senin, 02 Feb 2026 19:07 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bersiap melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)…

Interpol Lacak Bos Minyak Berharta Rp 6,8 triliun

Interpol Lacak Bos Minyak Berharta Rp 6,8 triliun

Senin, 02 Feb 2026 19:05 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:05 WIB

Diduga Tinggal di Rumah Istri Mudanya yang Berkekerabatan dengan Keluarga Kerajaan Johor     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - NCB Interpol Indonesia Polri m…

Nadiem Makin Tersudutkan oleh Eks Bawahannya

Nadiem Makin Tersudutkan oleh Eks Bawahannya

Senin, 02 Feb 2026 19:03 WIB

Senin, 02 Feb 2026 19:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Terdakwa Nadiem Makarim, makin tersudutkan. Senin (2/2), mantan Pejabat Direktorat PPK SMA pada Kemendikbudristek, Dhany Hamiddan…