Dewan Sayangkan Rusun Dihuni Masyarakat Mampu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah. SP/Alqomar
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah. SP/Alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggulirkan program rumah bersubsidi. Namun, jumlahnya belum bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Saat ini ribuan warga masuk daftar tunggu menempati rumah susun sudah mencapai 8 ribuan. Hal itu disinyalir penghuni rusun bukan hanya warga yang seharusnya berhak mendapatkan. Namun justru dihuni warga yang mampu. 

Penyalahgunaan hak huni itu karena banyak praktek-praktek unit rusun yang berpindah tangan karena diperjualbelikan. Persoalan lain, keberadaan rumah susun yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tampaknya tidak diimbangi dengan kesadaran penghuni. Sebab, masih terdapat penghuni yang sudah mampu namun masih menjadi penghuni rusun. 

Padahal rusun merupakan program pemkot kepada masyarakat yang belum mempunyai rumah. Dengan harapan, biaya rusun yang murah bisa dimanfaatkan mereka untuk menabung kemudian bisa membeli rumah secara mandiri.Namun, pada kenyataannya, mereka yang menghuni rusun memiliki sejumlah fasilitas mewah seperti mobil.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Laila Mufidah menyayangkan rumah rusun ini tidak tepat sasaran, Sebab, mereka sudah dianggap mampu dan seharusnya sudah pindah dari rusun. Menurutnya, harus ada kesadaran lebih dari penghuni rusun dan kontrol dari pemerintah kota. 

"Mereka yang sudah mampu harusnya bisa meninggalkan rusun, dan bisa gantian dengan warga yang membutuhkan karena saat ini ada sekitar 8 ribu yang sudah antre," ungkap Politisi PKB ini, jumat, (16/10).

Menurut Laila, pembangunan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperbaiki taraf kehidupan dalam hal pemukiman. “Termasuk mampu mencegah tumbuhnya kawasan kumuh di perkotaan," jelasnya.

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia. Laila berharap pelayanan publik terutama dalam pelayanan kelayakan hunian semakin ditingkatkan. Memang saat ini walikota sekarang diakui banyak orang memberikan kemajuan di bidang keindahan. 

Namun, Surabaya dituntut naik kelas bukan hanya dari keindahan kotanya, tetapi juga kebutuhan dasar warga. Terkait aspek tempat tinggal, Laila bercerita banyak dijumpai masyarakat yang tinggal di rumah kurang layak huni. 

Bisa dibayangkan, kuota yang disediakan jumlahnya 200. Namun jumlah antrian saat ini terus melambung. Ini tentu tidak bisa mengakomodir keseluruhan. 

“Rusun yang sudah dibangun baik, tapi harus ditingkatkan kelasnya, karena kapasitasnya hanya 200-300 KK (kartu keluarga). Padahal yang antri untuk menempati rusun lebih dari 8 ribu KK. Artinya ada desain rusun yang harus diperbaiki,” ujarnya.

"Harus bertahun-tahun antre untuk mendapatkan satu unit di rusun. Artinya jika 200 dibagi 8 ribu antrian. Mereka harus menunggu hingga 40 tahun untuk mendapatkannya," ungkapnya.

Menurutnya, yang sekarang ini pemkot bukan hanya harus memikirkan proyek pembangunan rusun. Tapi harus dievaluasi terkait pengelolaannya. 

Ia pun mendesak supaya pemerintah kota melakukan survei penghuni rusun. Tidak menutup kemungkinan DPRD akan melakukan sidak. "Karena itu tadi ada penghuni yang sudah mampu tapi enggan pindah," ungkap Laila.

Selain itu, Laila berharap ada akses pendukung rusun. Dalam hal ini adalah seharusnya hunian bertingkat itu juga tersedia fasilitas berupa lift."Ini menjadi PR wali kota mendatang," paparnya.

Laila juga mendapat keluhan penghuni bahwa tarif listrik cukup tinggi. "Emang kalau sewanya cukup murah, tapi listriknya mahal. Kan sama saja," terangnya.

Kondisi ini mendorong Laila untuk terus memberikan evaluasi dan masukan. Apalagi kemampuan fiskal Surabaya cukup besar. Sehingga, kepala daerah wajib menggunakan APBD dengan tepat sasaran.

Laila menjelaskan, kemampuan fiskal Kota Surabaya sangat tinggi. Tertinggi baik dari segi pendapatan asli daerah (PAD) atau anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Adapun PAD kota Surabaya mencapai Rp 5,4 triliun, sedangkan APBD nya sebesar Rp 10,3 triliun.

"APBD dengan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi harus dijalankan dengan baik dan intensitas tinggi," jelasnya.

Selain itu, Laila berharap ada akses pendukung rusun. Dalam hal ini adalah seharusnya hunian bertingkat itu juga tersedia fasilitas berupa lift."Ini menjadi PR wali kota mendatang," paparnya.

Laila juga mendapat keluhan penghuni bahwa tarif listrik cukup tinggi. "Emang kalau sewanya cukup murah, tapi listriknya mahal. Kan sama saja," terangnya. Alq

 

Berita Terbaru

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

PLN UIT JBM Tanam 16.500 Bibit Mangrove di Bali, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Bali – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan m…

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

UM dan UNESA Lolos ke Final Futsal Putra Campus League Surabaya, Sektor Putri UM Menang 9-0

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memastikan tempat di final putra Campus League 2026 Futsal R…

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Demi Lindungi Lingkungan dan Kesehatan Warga, Fraksi Gerindra DPRD Surabaya Dorong Perda Air Limbah Domestik

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

Senin, 19 Okt 2026 17:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Pengelolaan Air L…

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

5 Jenderal TNI Turun ke Ponorogo, Ratusan KDKMP Diperiksa

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo-Lima jenderal TNI turun langsung mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten…

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota Gelar Gerakan Pasar Murah

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

Senin, 19 Okt 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI com. Blitar - Program Ketahanan Pangan, Polres Blitar Kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan…

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Tunas Cup Futsal Dukung Prestasi Nonakademik, Ning Ita Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan, prestasi olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan kualitas manusia. P…