Geliat Usaha 'Onde-Onde Ketawa' Kota Mojokerto di Tengah Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Usaha onde-onde ketawa merk Ranti Jaya yang mulai bergeliat di tengah pandemi covid 19. SP/ Dwy Agus S
Usaha onde-onde ketawa merk Ranti Jaya yang mulai bergeliat di tengah pandemi covid 19. SP/ Dwy Agus S

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Industri rumah tangga (IRT) merupakan salah satu industri yang paling terdampak akibat dari pandemi virus Covid-19. Usaha rumahan yang sedikit melibatkan pekerja ini mengalami kemerosotan omzet hingga 80 persen.

Salah satunya IRT onde-onde ketawa merk 'Ranti Jaya' milik Ibu Tunik (50), di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Sejak merebaknya virus Covid - 19, menjadi pukulan telak bagi usaha makanan kering rumahan miliknya.

Bagaimana tidak, dalam beberapa bulan,  omzetnya anjlok hingga jutaan rupiah. Bahkan, ia sempat frustasi dan hampir stop produksi akibat onde -onde miliknya tak laku di pasaran.

"Sejak bulan Maret hingga April kemarin omzet kita menurun jutaan rupiah. Dari biasanya dalam sebulan Rp. 15 juta, anjlok menjadi Rp. 2 juta saja," ujarnya, Senin (19/10/2020).

Ibu dua anak ini menyebut, menurunnya omzet tersebut lantaran adanya kebijakan PSBB yang diberlakukan pemerintah. Akibatnya toko menjadi sepi pembeli. "Awal-awal corona, onde-onde kita banyak yang di retur oleh toko-toko langganan kita, alasannya ya karena toko sepi pembeli sehingga mereka banyak yang tutup," cetusnya.

Istri dari Sumali ini mengaku, usahanya baru bergeliat lagi sejak bulan Juli kemarin. Ia mengaku dalam sehari, ia bisa memproduksi onde-onde kering tersebut hingga 10 kilo. "Ini sudah lumayan lagi, omzet kita merangkak pulih lagi, sehari kita bisa produksi 10 hingga 15 kilo," tegasnya.

Tunik juga mengaku, pulihnya usahanya lagi, juga berkat bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto. Pasalnya, selain mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, ia juga mendapat bantuan pemasaran ke toko-toko besar.

"Alhamdulillah, sejak bulan September kemarin, onde-onde ketawa kita sudah merambah ke toko - toko modern. Kita bisa menjual dagangan kita ke Alfa mart dan Indomart," sebutnya bangga.

Tunik juga menambahkan, onde-onde produksinya juga dipasarkan ke luar wilayah Mojokerto. Diantaranya, Malang, Sidoarjo, Jombang dan Surabaya. "Selain Mojokerto, pasaran yang paling laku di Malang, karena disana dijual di toko pusat oleh-oleh dan tempat-tempat wisata," terangnya.

Terpisah, Fibriyanti, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Mojokerto, mengatakan sejak pandemi merebak, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menerintahkan Disperindag untuk gencar melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan yang menyentuh IKM dan UKM di Kota Mojokerto. 

"Ini masuk dalam program pemulihan dampak ekonomi akibat covid -19. Tujuannya untuk membangkitkan kembali UKM dan IKM yang sempat terpuruk akibat terpukul pandemi," jelasnya.

Yanti mengatakan, sejak pandemi merebak, pihaknya kian intens melakukan pembinaan. Ia melakukan pendampingan dari mulai manajemen, pakaging produk dan bantuan pemasaran ke luar daerah dan masuk ke toko-toko modern semisal indomart dan alfamart.

"Bulan ini kita melakukan penjajakan pemasaran ke Bali. Ini untuk melebarkan sayap pemasaran produk UKM dan IKM Kota Mojokerto ke luar daerah," ungkapnya.

Yanti menambahkan, selain melakukan pendampingan, Disperindag juga memberi bantuan fasilitasi berupa pendaftaran merk gratis, sertifikat halal gratis, sertifikat nutrisi food gratis hingga design kemasan juga gratis.

"Semua kita gratiskan, ini untuk mengangkat produk IKM dan UKM Kota Mojokerto agar lebih kompetitif dan laku keras di pasaran. Selain itu, kita juga membantu mempermudah proses pengajuan permodalan mereka ke bank," pungkasnya. dwy

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…