Mafia Los Pasar Ganding, 23 Pedagang Tidak Memiliki Los

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto : Kadisperindag kab. Sumenep, Agus Dwi Saputra saat di kunjungi diruang kerjanya (ft. Ainur Rahman/SP)
Foto : Kadisperindag kab. Sumenep, Agus Dwi Saputra saat di kunjungi diruang kerjanya (ft. Ainur Rahman/SP)

i

Kadisperindag Sumenep : Los untuk Pedagang yang Terdampak

SURABAYA PAGI, Sumenep - Koordinator Pasar Ganding H. Fathor  bersama 44 pedagang sudah pernah mendatangi kantor Disperindag Kabupaten Sumenep. Disana mereka menanyakan kebijakan para pedagang yang tidak memiliki los (stan atau kios) saat berjualan. Namun pak Kadis belum bisa memberikan kebijakan dengan alasan, ada sebagian pedagang yang sudah memiliki los namun mengaku tidak punya los.

H. Fathor menuturkan, para pedagang itu meminta kebijakan Dinas terkait. Sebab diakui dirinya sebagai koordinator bersama Abu Yazid memang sudah memiliki Los, hanya saja anak buahnya yang berjumlah 23 orang  tidak bisa berjualan lagi karena los itu ditempati dari kelompoknya (F) yang jelas baru berjualan di tempat itu.

"Saya akan berjuang demi anak buah saya yang 23 orang itu, bahkan saya akan terus meminta kebijakan dinas dan pemkab mengenai hal ini" jelasnya H. Fathor kepada Surabaya Pagi, Kamis (22/10).

Selain itu katanya, jika pak Kadisperindag tidak memberikan izin kepada 23 pedagang Los itu apa jadinya nasib pedagang yang memang hidupnya tergantung kepada berjualan di pasar.

“Saya hanya memohon para pedagang diperhatikan, agar keberlangsungan perekonomian mereka, sebab nasib mereka tergantung kepada berjualan, makanya saya yang ditunjuk koordinator memohon jika memang los Pasar Ganding sudah penuh saya minta agar diberikan los untuk dibuat sendiri supaya yang 23 pedagang memiliki tempat berjualan” pungkasnya. 

Sementara Kadisperindag, Agus Dwi Saputra, mengaku masih akan mempertimbangkan permintaan koordinator pasar sebab dirinya mengaku telah dibohongi oleh koordinator pasar yang mengaku tidak memiliki los padahal punya los namun disewakan kepada pedagang lain.

“Saya kecewa kepada H. Fathor dan Abu Yazid waktu datang ke Dinas, saya tanyakan yang bersangkutan, apakah tidak memiliki los, mereka mengaku tidak memiliki, makanya setelah di kroscek di bawah ternyata mereka memiliki kios, jadi saya dibohongi” tegasnya kepada Surabaya pagi

“Dengan pernyataan tersebut, saya ambil sikap pekerjaan los pasar saya suruh berhentikan supaya tidak semakin memperbesar persoalan” imbuhnya.

Kata dia, keberadaan los pasar itu untuk pedagang yang terdampak, jadi pedagang yang terdampak itu masih berjualan sebelum pasar direnovasi, kalau sebelumnya sudah tidak berjualan misalnya berhenti sudah satu tahun atau dua tahun lalu karena pasar sudah direnovasi itu bukan terdampak, tapi sudah berhenti.

"Saya pastikan semua pedagang yang terdampak itu memiliki tempat, kalaupun tidak memiliki tempat berarti karena dicurangi oleh pedagang yang lain" pungkasnya.Ar

 

 

 

 

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti adanya kasus seorang pengendara sepeda motor mengalami luka di leher akibat terjerat kabel yang menjuntai di…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…