Bantu Peternak, Mahasiswa ITS Gagas Sistem Kandang Cerdas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prototipe kandang cerdas yang sudah terintegrasi dengan IoT buatan tim mahasiswa Teknik Mesin Industri ITS.SP/Byta Indrawati.
Prototipe kandang cerdas yang sudah terintegrasi dengan IoT buatan tim mahasiswa Teknik Mesin Industri ITS.SP/Byta Indrawati.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Banyaknya konsumen ayam negeri atau broiler di Indonesia membuat para peternak sering merasa kewalahan.

Oleh karena itu, dua mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi rancang bangun sistem kandang ayam broiler yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).

Inovasi tersebut ditulis dalam sebuah essay yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan para peternak ayam broiler selama ini.

Mereka adalah Faiq Sina Alfain dan Fikri Azrur Arif Maulana. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri, Fakultas Vokasi ITS.

Faiq Sina Alfain yang merupakan ketua tim tersebut mengatakan, tingginya tingkat konsumsi ayam broiler di Indonesia membuat para peternak kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Hal ini dikarenakan, peternak masih melakukan pemberian makan dan minum secara manual.

"Banyak peternak yang kurang mengetahui tentang perkembangan teknologi, khususnya di bidang industri peternakan," ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2018 ini beralasan bahwa yang menjadi latar belakang ide ini muncul di antaranya adalah peternak yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk menyewa pekerja.

Hal ini dilakukan guna membantu kebutuhan kandang seperti menyalakan lampu penghangat, kipas pendingin, dan menutup kandang saat turun hujan. Sebab peternak di Indonesia dinilai masih banyak menggunakan sistem kandang tipe open house.

Faiq Sina Alfian dan Fikri Azrur Arif Maulana saat menunjukkan gagasan timnya untuk membantu peternak ayam broiler di Indonesia.SP/Byta Indrawati.

Mahasiswa yang kerap disapa Sina ini mengatakan bahwa untuk membantu mengatasi masalah tersebut, ia bersama temannya merancang sebuah teknologi di bidang peternakan. Ide mereka ditulis dalam sebuah essay berjudul SCH.id: Rancang Bangun Sistem Kandang Cerdas Terintegrasi Internet of Things (IoT) untuk Peternakan Ayam Broiler Open House Guna Mewujudkan Revolusi Industri 4.0 dalam Menyongsong SDGs 2030.

Sina menjelaskan bahwa SCH.id adalah sistem yang dapat merekayasa suhu kandang ayam tipe open house. Proses perancangan sistem SCH.id ini dilakukan dengan menggabungkan komponen-komponen elektronik seperti mikrokontroler, NodeMCU, solenoid valve, Real Time Clock (RTC), relay, motor servo dan sensor suhu.

"Komponen-komponen tersebut digabungkan menjadi satu bagian," terangnya.

Mahasiswa asal Lamongan tersebut memaparkan, proses kerja dari sistem SCH.id ini adalah menyambungkan aplikasi sebagai pengendali utama pada sistem dengan bantuan jaringan Wi-Fi.

Setelah tersambung, sensor suhu akan mengirimkan data pada aplikasi kepada pengguna untuk mengontrol suhu kandang, memberi makan dan minum sesuai jadwal, serta menutup kandang saat turun hujan.

Alumnus SMA Unggulan BPPT Al-Fattah Lamongan tersebut menyampaikan, sistem kandang cerdas ini dinilai efektif karena mampu merekayasa kandang ayam broiler open house  menjadi kandang yang mudah untuk dimonitoring. Oleh karena itu, dengan sistem tersebut produktivitas komoditas ayam broiler akan meningkat walaupun menggunakan sistem kandang open house.

Melalui idenya tersebut, mereka telah berhasil meraih juara kedua dalam Fosmapet Essay Competition 2020. Perlombaan yang diadakan pada pertengahan Agustus 2020 lalu itu membuat tim Sina sukses mengalahkan kurang lebih 138 peserta dari seluruh Indonesia.

Sina berharap, rancangan inovasi buatan timnya ini dapat dikembangkan. Tidak hanya itu, ia juga ingin sistem kandang open house cerdas ini bisa diterapkan oleh semua peternak di Indonesia.

"Dengan begitu, peternak dapat meningkatkan produktivitas komoditas ayam broiler dengan menekan biaya operasional perawatan yang lebih rendah," pungkasnya. Byt 

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…