Eri Tumpahkan Curahan Hati di Masjid Ampel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama putra Gus Ubaid, yakni Gus Achmad Hood bin Mas Ubaidillah.SP/Byta Indrawati.
Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama putra Gus Ubaid, yakni Gus Achmad Hood bin Mas Ubaidillah.SP/Byta Indrawati.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Tidak banyak yang mengetahui, jika Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi merupakan keluarga besar pesantren. Eri ternyata sangat dekat dengan kalangan religius di Surabaya, karena merupakan keponakan KH Mas Ubaidillah bin Muhammad bin Yusuf At-tijani atau Gus Ubaid.

Gus Ubaid merupakan Nadzir (pengelola wakaf) Masjid Sunan Ampel, masjid yang didirikan Sunan Ampel pada 1421. Gus Ubaid wafat pada Februari 2020 lalu, dan dimakamkan di kompleks pemakaman Sunan Ampel.

Salah seorang putra Gus Ubaid, yakni Gus Achmad Hood bin Mas Ubaidillah bercerita, Eri selalu rutin berziarah ke Sunan Ampel. Semasa Gus Ubaid masih hidup, Eri selalu silaturahim dan meminta doa serta nasihat dalam menjalankan pengabdian sebagai birokrat di Pemkot Surabaya.

Menurut Gus Hood, Eri kecil memiliki jiwa kepemimpinan yang sudah mulai tampak. Saat bermain bersama-sama temannya, penyuka bakso dan siomay ini memiliki karakter serius dan fokus dengan tujuannya. Eri tidak suka guyon dengan hal-hal yang tidak penting.

“Waktu kecil, saya sering tinggal ke rumahnya Mas Eri. Karena ibunya Mas Eri adalah Budhe saya. Saya sering bermain dengannya. Kalau sudah bermain, dia sangat fokus dan serius. Eri juga sangat tekun belajar. Dia tidak suka guyon atau bercanda yang tidak penting. Kalau bahasa Suroboyonya tidak suka nggedabrus,” ungkap Gus Hood.

Semasa hidup, lanjut Gus Hood, Eri juga sangat mencintai anak yatim piatu. Mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Surabaya ini sangat menjunjung tinggi anak yatim piatu.

“Saya sangat salut dengan perhatiannya pada anak yatim piatu. Sekarang jarang sekali ada orang yang sangat peduli dengan anak yatim piatu. Mungkin karena itu, Mas Eri diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena sangat perhatian dengan anak yatim,” katanya.

Gus Hood mengatakan, Eri Cahyadi sebelum maju sebagai calon wali kota sowan ke Gus Ubaid untuk minta doa dan nasihat. Nama Eri memang santer didukung sebagai calon wali kota sejak akhir 2019. Doa dan nasihat diberikan Gus Ubaid ke Eri, biasanya sesudah ziarah maupun salat di Masjid Ampel.

“Mas Eri sempat bimbang. Karena waktu itu beliau ada di puncak karir sebagai kepala Bappeko, pensiunnya juga masih lama. Kalau maju wali kota, berarti semua kedudukan harus dilepas. Abah bilang, semua harus dilepas untuk mengabdi ke umat. Umi-nya (ibunda) Mas Eri juga bilang hal yang sama, harus melepas kepentingan duniawi,” ujar Gus Hood.

Ibunda Eri, Mas Ayu Esa Aisyah, adalah keluarga besar Pondok Pesantren Sidoresmo, kawasan pesantren yang ada di Surabaya sejak ratusan tahun lalu. Pesantren Sidoresmo, biasa juga disebut “Ndresmo”, didirikan oleh Mas Sayyid Ali Akbar, yang tak lain adalah santri Sunan Ampel dan keturunan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).

Sebutan “Mas” diberikan sendiri kepada Mas Sayyid Ali Akbar oleh Sunan Ampel, dan hingga kini nama “Mas” melekat di seluruh keluarga besar Pesantren Ndresmo.

“Jadi sebenarnya Mas Eri Cahyadi ini ya keluarga santri, sejak kecil hidup di lingkungan yang dipenuhi tradisi santri,” ujar Gus Hood.

Setiap ziarah, lanjut Gus Hood, Eri dan keluarga selalu ditemani para gus yang masuk keluarga besar Masjid Ampel, seperti Gus Zainal Abidin, Gus Surur, Gus Ach Zaruq, Gus Bubaq. Juga selalu dihadiri sesepuh Muslimat NU Nyai Hj Ainur Rohmah, Nyai Elok Zulaikha, Nyai Khomsatun Hidayat, dan Nyai Nuril Jannah.

“Saya memang rutin ke Mbah Ampel. Saat Gus Ubaid sudah meninggal, selalu ke makamnya Mbah Ampel dulu, kemudian ke makamnya Gus Ubaid,” kata Eri Cahyadi.

Eri bercerita selama ini memang selalu dibimbing Gus Ubaid. Hampir semua langkah dan kehidupannya tidak pernah lepas dari arahan dan bimbingan para ulama, termasuk Gus Ubaid.

"Beliau (Gus Ubaid) selama ini bimbing saya, beliau yang selama ini memberikan ajaran agama. Sing bener koyok ngene, ojok ngelakoni ngene (yang benar seperti ini, jangan melakukan ini),” ujarnya mengenang Gus Ubaid.Byt

 

 

 

Berita Terbaru

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Ratusan Guru di Glagah Gelar Aksi Damai, Minta Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Kepsek MI Diadili 

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan, - Ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar aksi damai di…

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Membanggakan, Moh. Gozi Hafifillah Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan bisnis UNIJA Sumenep

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 19:00 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep – Kebahagiaan menyelimuti keluarga Moh. Gozi Hafifillah, putra daerah asal Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. …

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Bank Jatim Dukung Misi Dagang dan Investasi di Banda Aceh, Bawa UMKM Binaan Tembus Pasar Antardaerah

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Banda Aceh - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui…

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Terus Dikawal: Nasib Pelaku Bullying Anak Disabilitas Surabaya, Dibina 6 Bulan di Rumah Perubahan

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku anak dalam kasus perundungan (bullying) terhadap anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya, akan…

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Jaga Estetika dan Tata Ruang, Pemkot Bongkar 116 Tiang dan 91 Kabel tak Berizin di Surabaya

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga estetika, merapikan tata ruang, dan meningkatkan ketertiban pemanfaatan ruang kota, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Wali Kota Eri Larang SD-SMP Negeri Surabaya Tarik Iuran Mulai November Mendatang

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mulai November 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri menarik iuran dalam bentuk apa pun mencakup…