Harimau dan Singa di Kebun Binatang Surabaya Terancam Punah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Harimau dan Singa Kebun Binatang Surabaya. SP/ TYAN
Harimau dan Singa Kebun Binatang Surabaya. SP/ TYAN

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang terletak di Jalan Setail No. 1 Surabaya, ini terkenal dan menjadi salah satu tujuan rekreasi yang sangat membanggakan karena menjadi kebun binatang terbesar di Asia Tenggara.

Lokasi kebun binatang ini cukup terkenal karena terletak di depan patung "Suroboyo", yang merupakan ikon dari Hiu dan Buaya yang menjadi lambang kota Surabaya.

Ada ratusan spesies dan lebih dari 2000 hewan hidup di kebun binatang ini. Salah satu diantaranya adalah termasuk spesies asli Indonesia dan yang terancam punah.

Humas Kebun Binatang Surabaya, Agus Supangkat membenarkan, jika Harimau dan singa di kebun binatang tersebut sampai saat ini belum bisa berproduksi, atau mendapatkan keturunan.

“Harimau di KBS ada 6, berjenis kelamin 3 jantan dan 3 betina. Harimau jantan tersebut bernama Wira, Usia harimau jantan kisaran 10–12 tahun masih usia produktif. Sedangkan usia harimau betina sudah diatas 20 tahun, sehingga itu yang menjadi masalah karena tidak produktif," ujar Agus (2/11/2020).

Agus menambahkan, ada 2 harimau betina yang satu saudara, seperti Rara dan Rana. Dan di konservasi ada pantangan perkawinan sedarah yang disebut inbreeding. Selain harimau yang terancam punah, singa pun juga sama.

"Untuk singa yang dimiliki KBS sendiri saat ini ada dua ekor, dengan jenis kelamin betina semua dan tidak ada pasangannya,” ungkapnya.

Agus menuturkan, bila pihak KBS sudah melakukan upaya agar harimau dan singa itu bisa mempunyai keturunan. Karena harimau di KBS terakhir mempunyai keturunan di tahun 2002, dan hingga saat ini belum mendatangkan koleksi satwa baru setelah harimau Wira. tyn

Berita Terbaru

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Aniaya Istri hingga Tewas, Suami di Blitar Jadi Tersangka

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 17:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Setelah dilakukan pemeriksaan P warga Desa mBoro Kec.Selorerjo Kabupaten Blitar, yang telah membunuh SN istrinya, dengan beberapa…

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Pohon Pisang Jadi "Monumen Kekecewaan" Jalan Rusak di Madiun Viral

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 16:40 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun- ‎Sebuah foto jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di RT 3 Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, viral di media s…

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Jabat Ketum IKBA UNTAG Dorong Kaum Intelektual Bangun Negeri Lebih Baik

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho, S.E, yang juga politisi PDI Perjuangan ini, berjibaku menggerakkan kaum…

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Gelapkan Uang Ratusan Juta, Admin Toko Keramik Mojokerto Terancam 2 tahun Kurungan

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 15:15 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Sidang putusan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Laili Dwi Anggraini Binti M. Amanu di Pengadilan Negeri Mojokerto ditunda…

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kapolres Gresik Pimpin Pembagian Helm Gratis dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI, Gresik – Upaya Polres Gresik dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas kembali diwujudkan melalui kegiatan simpatik di hari kedua pelaksanaan …

MPR RI Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Kemandirian Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

MPR RI Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Kemandirian Fiskal dan Pembiayaan Pembangunan

Kamis, 05 Feb 2026 14:01 WIB

Kamis, 05 Feb 2026 14:01 WIB

Surabaya – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sarasehan Kebangsaan bertema “Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pem…