Puluhan Los dan Bedak Pasar Ketug Kota Pasuruan Dilalap Api

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puluhan los dan bedak di pasar Karang Ketug Kota Pasuruan ludes dilalap api, Rabu (04/11/2020). SP/ Dir
Puluhan los dan bedak di pasar Karang Ketug Kota Pasuruan ludes dilalap api, Rabu (04/11/2020). SP/ Dir

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Puluhan los dan bedak di pasar Karang Ketug Kota Pasuruan ludes dilalap api. Api membumi hanguskan dua deret los pasar loak yang berisi 82 lapak mayoritas milik pedagang barang bekas. Api juga menghanguskan 10 bedak yang berada disisi utara los pasar loak, Kamis (05/11/2020).

Lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Butuh waktu sekitar satu jam bagi petugas pemadam kebakaran untuk menjinakan api. Sekitar pukul 20.30 WIB api bisa dikuasai, dan terus dilakukan pembasahan.

Menurut Plt. Kepala Pasar se-Kota Pasuruan, Ridho Wijaya,  Api pertama terlihat berkobar di los pasar loak yang berada di sisi selatan- timur pasar Karangketug sekitar pukul 19.15 WIB. "Saya mendapat laporan dari penjaga malam pasar, M. Rafi yang melihat api membesar tidak terkendali. Saya lalu menelepon BPBD, sekitar sepuluh menit kemudian mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Pasuruan tiba di tempat kejadian kebakaran, " terang Ridho.

Dia menambahkan, sekarang api bisa dikuasi petugas pemadam kebakaran.Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Nilai kerugian masih belum diketahui. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Untuk normalisasi kegiatan perdagangan, pedagang akan direlokasi dilahan kosong milik pasar. "Untuk sementara, pedagang akan direlokasi di lahan kosong disebelah timur kantor Pasar Karangketug. Tapi ini hanya usulan saya. Kita tunggu saja, " ucap Ridho.

Penjabat Sementara Wali Kota Pasuruan Dr. Ardo Sahak, SE., MM., malam itu juga datang dan meninjau langsung ke lokasi kebakaran. Dia berjalan mengelilingi lokasi kebakaran didampingi sejumlah pejabat daerah untuk melihat dari dekat puing-puing bangunan los yang hangus  teronggok ditanah.

"Kami semua prihatin dengan kebakaran ini. Beruntung kejadiannya malam hari sehingga tidak ada korban jiwa. Besok pagi kami akan lakukan  rapat untuk membahas langkah-langkah Pemerintah Kota Pasuruan kedepan. Untuk normalisasi aktifitas kegiatan perdagangan, secepatnya akan kami siapkan tempat relokasi pasar loak. Tapi yang paling penting, malam ini api sudah berhasil dipadamkan dan tidak merembet lebih luas lagi. Untuk menjamin api tidak muncul lagi, satu mobil kebakaran akan stand by di lokasi hingga besok pagi, "kata Dr. Ardo Sahak usai meninjau lokasi kebakaran. Dir

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…