SurabayaPagi, Surabaya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk memperkuat pengembangan desa dan kampung wisata sebagai strategi meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Hal tersebut disampaikan BHS usai menghadiri kegiatan Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Promosi Desa Wisata di Surabaya, Kamis.
Ia menekankan bahwa pengembangan destinasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi promosi.
“Destinasi wisata harus didukung fasilitas yang lengkap, mulai dari kuliner khas, aktivitas wisata, hingga kemudahan akses transportasi publik menuju lokasi,” ujarnya.
Menurut BHS, Surabaya memiliki potensi besar melalui keberadaan kampung wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Namun, potensi tersebut dinilai belum dikembangkan secara optimal dan masih perlu dikemas secara terintegrasi agar lebih menarik bagi wisatawan.
Ia mencontohkan keberhasilan Penang, Malaysia, yang mampu mengembangkan kampung wisata melalui penataan kawasan yang baik serta dukungan konektivitas transportasi.
Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam pengembangan pariwisata di Surabaya.
Selain kampung wisata, BHS juga menyoroti potensi kawasan persawahan yang masih tersisa di Surabaya untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis pertanian.
Konsep ini memungkinkan wisatawan tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan hasil pertanian hingga menjadi produk kuliner khas.
Potensi lain yang turut disoroti adalah kampung nelayan di kawasan pesisir.
Dengan garis pantai yang dimiliki, wilayah tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Naili Sa’adah, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Jejaring Desa Wisata (Jadesta), terdapat sekitar 6.389 desa wisata di Indonesia.
Khusus di Surabaya, tercatat sebanyak 18 desa wisata telah terdaftar dalam Jadesta, beberapa di antaranya bahkan pernah meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Menurut Naili, Kementerian Pariwisata terus mendorong promosi desa wisata melalui berbagai platform online travel agent (OTA) guna memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, program edukasi desa wisata juga dikembangkan dengan melibatkan sekolah nasional maupun internasional.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di kawasan destinasi.
Editor : Redaksi