Trump Makin Terpojok, Kini Pidatonya Disensor TV Nasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Donald Trump, Jumat (6/11/2020) usai pidatonya di take down sejumlah TV nasional di AS. Sp/Reuters
Ekspresi Donald Trump, Jumat (6/11/2020) usai pidatonya di take down sejumlah TV nasional di AS. Sp/Reuters

i

 

SURABAYAPAGI, Washington- Calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS) petahana dari Partai Republik Donald Trump,  sudah mengakui kemenangan lawannya Joe Biden pada Pilpres AS 2020, Jumat (6/11/2020).

Dilansir AFP, cara pengakuan Donald Trump tersebut adalah dengan marah dan mengklaim dia telah dicurangi dalam Pilpres AS.

Sebelumnya, Donald Trump mengamuk dan menyembur dengan klaim-klaimnya yang tidak berdasar ketika pengitungan suara pilpres AS sedang berlangsung.

Dimana hal tersebut terjadi saat perhitungan suara menunjukkan saingannya, capres dari Partai Demokrat Joe Biden, semakin mendekati kemenangan.

Tanpa memberikan bukti, Trump berpidato selama hampir 17 menit untuk membuat semacam pernyataan yang menghasut tentang proses demokrasi. Lebih lanjut, Donald Trump tidak membuat sesi tanya jawab dan tidak mempersilakan wartawan mengajukan pertanyaan setelah dia berpidato.

Menurut Trump, Partai Demokrat menggunakan suara ilegal untuk mencuri pemilihan dari kubunya.

‘Jurus mabuk’ Trump ini akhirnya membuat beberapa jaringan televisi jengah. MSNBC, ABC News, CBS News, dan NBC menolak untuk menyelesaikan penayangan pidato Trump yang sedang berlangsung live.

Sisa pidato dari Trump yang tidak ditayangkan atau diputus oleh beberapa jaringan digantikan dengan pernyataan dari Brian Williams setelah siaran MSNBC, "Di sini kita sekali lagi berada dalam posisi yang tidak biasa untuk tidak hanya menginterupsi presiden Amerika Serikat tetapi juga mengoreksi presiden Amerika Serikat ..."

Tak hanya televisi, Twitter juga beberapa kali menandai cuitan Trump sebagi informasi yang menyesatkan.

Trump pun tidak bisa menyembunyikan kekesalannya kepada Twitter yang kerap menandakan setiap cuitannya. Ia pun menyebut media sosial berlambangkan burung biru itu telah diluar kendali dan menyerukan pemberlakukan Pasal 230 konstitusi AS.

"Twitter di luar kendali, berikan pemerintah kekuasaan Pasal 230!" katanya seperti dikutip dari NDTV, Jumat (6/11/2020).

Di Twitter Trump juga mengklaim bahwa ia dapat memenangkan pemilu presiden (pilpres) AS dengan pemilihan suara sah.

Dalam tweet lain, dia menuduh bahwa para pengamat Partai Republik tidak diizinkan untuk melakukan pekerjaannya dan karenanya suara yang diberikan selama ini harus diputuskan sebagai pilihan ilegal.

"Saya dengan mudah memenangkan Kepresidenan Amerika Serikat dengan Legal Votes Cast. Pengamat tidak diizinkan, dengan cara, bentuk, atau bentuk apa pun, untuk melakukan pekerjaan mereka dan oleh karena itu, suara yang diterima selama periode ini harus diputuskan sebagai Pemilihan Ilegal. Mahkamah Agung AS harus memutuskan!," kata Trump.

Twitter telah menerapkan label peringatan kepada beberapa kerabat dan rekan Presiden Donald Trump sebagai bentuk untuk memerangi disinformasi pemilu.

Pada hari Jumat (6/11/2020), platform media sosial itu juga telah menutup postingan di akun pengacara pribadi Trump Rudy Giuliani, putranya Eric dan Donald Trump Jr., halaman resmi kampanye pemilihannya dan halaman resmi Jason Miller, penasihat seniornya.

Perlu diketahui sebelumnya, Amerika Serikat (AS) menggelar pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Pesta demokrasi yang dilakukan empat tahun sekali itu telah dimulai pada Selasa (3/11/2020).

Namun, hingga saat ini sepertinya keramaian masih terjadi dalam pesta demokrasi AS tersebut.

Terdapat dua kadidat yang mencalonkan diri dalam pemilu AS, yaitu Joe Biden dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik. Sosok Donald Trump dan Joe Biden adalah figur lawas di Gedung Putih, kali ini mereka bertarung untuk menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat (AS).

Namun, belakangan ini terdengar bahwa pihak Donald Trump dan Joe Biden sama-sama mengklaim kemenangan Pemilu AS 2020.afp/rt/was/tw/msn/ril

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…