SURABAYAPAGI, Surabaya - Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 1, Eri Cahyadi terus bergerak untuk melihat, mendengar keluh kesah dan mencari formula baru bagi masyarakat yang belum memiliki jamban, seperti salah satunya di kawasan Simolawang, pada Kamis (12/11/20).
Eri Cahyadi, awalnya juga mempertanyakan bagaimana fungsi jamban pada tanah yang bukan atau tidak dimiliki oleh warga setempat.
Hal ini menjadi perhatiannya untuk mencari formula baru dengan mencari bantuan melalui CSR bila dirinya terpilih Wali Kota Surabaya.
"Ketika ini bukan bangunannya atau bukan pemiliknya, maka tidak mungkin Pemerintah Kota bisa menyentuh. Insyaallah akan diberikan bantuan melalui CSR, jadi nanti insyaallah saya akan membantu itu," terangnya.
Namun, menurut Eri Cahyadi, Pemerintah Kota Surabaya dikatakan tidak bisa membantu lantaran tanah yang digunakan untuk menjadi jamban bukanlah tanah warga sendiri.
"Karena itu, pemerintah kota itu urusannya dengan CSR nya. Tapi tadi yang saya lihat kedepan kalau saya menjadi wali kota, maka saya harus mengumpulkan semua orang yang akan melakukan CSR kita lakukan disana. Dan kita akan minta ijin kepada pemilik tanah," tegasnya.
Eri Cahyadi bersama Armuji nantinya akan berniat untuk mencari CSR yang tepat untuk membantu warga.
"Ketika saya jadi walikota nanti iya itu tadi saya akan mencoba untuk berbicara, mencarikan CSR, jadi tidak menggunakan anggaran APBD karena APBD tidak boleh digunakan untuk tanah yang bukan miliknya atau tanah yang bukan miliknya Pemkot," tandasnya. byt
Editor : Mariana Setiawati