Kader PDIP Disinyalir Sudah Terpecah, Armuji Disorot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sorotan Jurnalis Muda, Raditya Muhammar Khadaffi
Sorotan Jurnalis Muda, Raditya Muhammar Khadaffi

i

 

Sorotan “Kebaikan” Risma yang Diusung Paslon Eri-Armuji (11)

 

 

 

 

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Redaksi harian Surabaya Pagi, sejak Jumat pagi (13/11/2020) menerima masukan dari beberapa orang yang saya kenal kader PDIP.

Ada yang telepon, sms dan WA. Mereka memberi masukan kali ini kekuatan PDIP Surabaya, tidak sesolid saat dukung Risma, maju pada pilkada tahun 2010 dan 2015. Ini antara lain karena dua hal. Pertama, tidak dipilihnya kader asli yang membangun kekuatan PDIP di tingkat grassroot. Dia adalah Whisnu Sakti Biana. Kedua, kehadiran sosok Armuji. Mereka katakan bila dilalukan survei yang dijamin validitasnya, sekitar 30-40% kader dan simpatisan PDIP, menolak Armuji. Makanya pada bulan Juli 2020, saat ramai dimunculkannya sosok pasangan yang diusulkan ke DPP PDIP, sejumlah kader PDIP tak suka Armuji didampingkan dengan Eri Cahyadi.

Mereka bisa paham bila bulan Juli 2020, Armuji maju mundur mencalonkan diri. Akhirnya ia buat surat mengundurkan diri dari pencalonan. Tapi Armuji menyatakan tetap tegak lurus taat pada perintah Ketua Umum PDIP Megawati.

Nah pada saat pengumuman rekomendasi DPP PDIP turun, nama Armuji, dimasukan paket dengan Eri Cahyadi. Ada kader yang diam (absten) dan ngerundel). Tetapi tetap ada yang menyalami Armuji.

Dikalangan kader dan simpatisan PDIP cabang Surabaya, Armuji, dikenal sosok yang kontroversial. Hubungan dengan Risma, tidak seakrab Eri dengan Risma. Padahal, Armuji, adalah Ketua DPRD Surabaya. Ia masuk dalam jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya.

Beberapa anggota dewan Surabaya yang saya kenal mengakui, saat ramai-ramainya geger Jalan Raya Gubeng ambles, Armuji pernah melempar isu bahwa ada anak pejabat di Pemkot Surabaya, diduga terlibat makelar ijin. Setelah lemparan isu menjadi konsumsi pemberitaan media lokal, Armuji, tak berkomentar lagi.

Juga soal Jembatan Bambu Mangrove Surabaya, Armuji pernah memerintahkan jembatan yang didanai APBD Rp 1,2 M, dibongkar. Saya punya foto Armuji yang berhem hitam berada di atas jembatan dan menuding ke lekukan Jembatan bambu bagian atas.

***

Kader PDIP yang tidak mendukung Eri-Armuji, yang menyampaikan secara terbuka, sejauh ini belum saya dengar. Kecuali sesepuh tokoh Madura, Mat Mochtar, yang dikenal sangat dekat dengan wali kota Risma.

Mat Mochtar, terang terangan mendukung paslon MA, dengan atribut “banteng ketaton”.

Bagi kader PDIP Surabaya, banyak yang tahu dan mengakui kontribusi bagi kemenangan Risma. Maklum, Mat Mochtar yang juga orang berpengaruh di Ikamra (Ikatan Keluarga Madura) teman akrab tokoh Madura, Ali Badri.

Ada yang mengakui Mat Mochtar, saat pilkada 2015 memobilisasi warga Madura di Surabaya bersama keluarganya memilih Risma, ketimbang paslon Rasiyo-Lucky, yang saat itu didukung Gubernur Jatim Dr. Soekarwo.

Warga Madura di Surabaya banyak yang berdomisili di Surabaya Utara. Mereka beramai ramai memilih Risma, sehingga Risma bisa meraup 80% lebih pemilih dari 2 juta pemilih. Konon saat itu mobilisasasi Mat Mochtar bisa menyumbangkan sedikitnya 30% suara yang diperoleh Risma. Nah, kiniMat Mochtar mendukung paslon MA-Mujiaman, bersama Ali Badri. Prakiraan saya, dengan kharismatiknyaMat Mochtar dan Ali Badri, bukan hal yang sulit meminta warga Madura di Surabaya, mencoblos gambar MA-Mujiaman. Diperkirakan warga Madura bersama keluarganya yang mengantongi E-KTP Surabaya lebih 300 ribu orang.

Apalagi deklarasi “Banteng Ketaton” yang diwarnai orasiMat Mochtar, diselenggarakan di Jl. Pandigiling Surabaya. Ini isyaratMat Mochtar dan tim “Banteng Ketaton” mendapat sinyal dari keluarga almarhum Ir. Sutjipto. Maklum, warga Surabaya tahu “kadang sesungguhnya” di Surabaya adalah di Jalan Pandigiling Surabaya.

Apalagi deklarasi disertai orasi tokoh Madura sekelasMat Mochtar dan Ali Badri. Keduanya dikenal tretan yang santun dalam bermasyarakat.

***

Apalagi kini kakak Whisnu Sakti Buana yaitu Jagad Hari Seno, sudah secara terbuka mendukung paslon MA-Mujiaman.

Tampilnya Jagad, anak sulung tokoh PDIP Ir. Sutjipto, bagi politisi sebagai isyarat keluarga Ir. Sutjipto, mendukung MA-Mujiaman, ketimbang paslon Eri-Armuji.

Sebagai jurnalis muda, yang bergaul juga dengan politisi lokal, saya paham dalam dunia politik praktis ada dukungan tersurat dan tersirat. Maklum, politik tak bisa dipisahkan dengan kepentingan. Adagium “tidak ada lawan abadi, tidak ada kawan abadi, kecuali kepentingan,” saya pahami dari tampilnya anak sulung Ir. Sutjipto danMat Mochtar, pendukung Risma, periode 2010-2017, sebagai Dukungan tersirat Whisnu Sakti Buana, kepada paslon MA-Mujiaman.

Dukungan tersirat itu saya pahami bagian dari hakekat politik. Dalam hakikat ini ada perilaku manusia, baik berupa aktivitas kelihatan dan tidak. Disana ada sikap yang terbaca.

Nah sikap yang saya baca ada sumber kekuasaan politik, dan proses legitimasi. Adalah tidak elok bila Whisnu yang merupakan kader tulen PDIP dan kini menjabat Wakil Ketua DPD PDIP Jatim bidang organisasi mengikuti gaya Jagad, kakaknya dan Mat Sholeh.

Sama dengan posisi Bambang DH, yang pernah disakiti Risma. Secara formal, BDH menyatakan mendukung paslon 01, Eri Cayadi-Armuji. Mengingat BDH dikenal tokoh PDIP tulen seangkatan Ir. Soetjipto.

Tapi siapa bisa menebak pilihan BDH di bilik suara, pada tanggal 9 Desember 2020, yang tertutup dan rahasia.

Dua minggu yang lalu saya bersua dengan seorang advokat senior Surabaya. Advokat ini akrab dengan BDH. Advokat ini terakhir bertemu dengan BDH. Nada BDH tetap minor terhadap Risma. Ucapan “Mak Lampir” masih disampaikan BDH.

Saya paham bahwaMat Mochtar, BDH dan Jagat kakak kandung Whisnu Sakti, tahu pergulatan politik praktis seperti yang dilakukan Risma, dibaca memiliki tujuan mempengaruhi dan mempertahankan tatanan ekonomi, sosial, budaya dan politik menggunakan kekuasaan.

Mereka menyinggung pengaruh Risma pada Eri, bukan pada Armuji. Maklum, dimata mereka Armuji dianggap suporter atau penggembira.

***

Berbeda dengan relasi saya di DPRD kota Surabaya dan di Pemkot Surabaya.

Beberapa ASN di Pemkot juga ragu dengan sosok Armuji. Ada yang menyebut Armuji, politisi yang “Omongane gak isok di cekel.”

Mereka mencatat selama jadi Ketua DPRD Surabaya, Armuji suka mengkritik policy wali kota Risma. Bahkan pernah membuka dugaan anak Risma, ikut terlibat perijinan. Termasuk perijinan proyek rumah Sakit Siloam Surabaya, yang mengambleskan jalan Raya Gubeng.

Beberapa ASN tidak akan memilih paslon 01, karena khawatir saat jadi anak buah wawali Armuji, tidak bisa memegang janji Armuji. Ada yang nyeberang ke MA-Mujiaman. Dan ada yang pada tanggal 9 Desember, tidur-tiduran di rumah alias tidak coblos.

Ucapan ASN Pemkot Surabaya itu mengingatkan saya peribahasa “Kerbau dipegang tali hidungnya, manusia dipegang pada katanya.”

Makna yang saya serap saat masih sekolah dasar dulu: kerbau dipegang orang talinya, dan manusia dipegang mulutnya.

Artinya, janji yang diucap mestilah direalisasikan, kerana harga diri seseorang itu terletak pada janjinya itu. Orang tua saya yang juga wartawan berpesan, meski anak muda harus tahu bahwa janji mesti ditepati. Dan jika tidak, orang lain tidak akan percaya lagi pada kita.

Nah.. ([email protected])

Berita Terbaru

Tutup Diklatda, Blegur : AMPG Ujung Tombak Golkar Jatim Gaet Gen Z di Pemilu 2029

Tutup Diklatda, Blegur : AMPG Ujung Tombak Golkar Jatim Gaet Gen Z di Pemilu 2029

Minggu, 06 Sep 2026 19:10 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 19:10 WIB

SURABAYAPAGi.COM, Surabaya – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) diminta menjadi ujung tombak Partai Golkar dalam menjangkau pemilih muda, khususnya Generasi Z d…

Parade Kebangsaan, Gambaran Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan

Parade Kebangsaan, Gambaran Keharmonisan Antar Etnis di Lamongan

Minggu, 06 Sep 2026 18:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai penutup dari serangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Lamongan, pada Sabtu (5/9/2026) di Alun-alun Kota Lamongan …

Gebyar Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Balongdowo, Dua Unit Hadiah Sepeda Listrik Disponsori oleh UD Rahmat Jaya

Gebyar Jalan Sehat HUT RI ke-81 di Balongdowo, Dua Unit Hadiah Sepeda Listrik Disponsori oleh UD Rahmat Jaya

Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Kepala Desa Balongdowo, Moch. Yatim, S.A.P., memberangkatkan ribuan peserta Gebyar Jalan Sehat peringatan HUT RI ke-81, Minggu p…

Muslimat NU Sidoarjo Perkuat Trauma Healing Korban KDRT Lewat Pendekatan Makan Bergizi Gratis

Muslimat NU Sidoarjo Perkuat Trauma Healing Korban KDRT Lewat Pendekatan Makan Bergizi Gratis

Minggu, 06 Sep 2026 17:45 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perundungan, serta kekerasan terhadap ibu dan anak di Kabupaten Sidoarjo …

Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Desak Bupati Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesantren

Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Desak Bupati Terbitkan Perbup Penyelenggaraan Pesantren

Minggu, 06 Sep 2026 16:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Jelang memperingati hari santri, desakan agar bupati segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup), tentang Penyelenggaraan…

Pastikan Stok Beras Aman, Bulog dan Dinas Terkait Sidak ke Pasar

Pastikan Stok Beras Aman, Bulog dan Dinas Terkait Sidak ke Pasar

Minggu, 06 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras di tengah isu kenaikan harga pangan, Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama…