Kakak Kandung Whisnu Sakti Serukan Lawan Upaya Oligarki Kekuasaan Risma

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jagad Hariseno saat memberikan pernyataannya.
Jagad Hariseno saat memberikan pernyataannya.

i

SURABAPAGI.com, Surabaya - Agenda Konsolidasi Pemenangan Erji Se-Kota Surabaya yang dihadiri internal Partai, termasuk Sekjen PDI Perjuangan, Minggu kemarin disorot tajam oleh Jagad Hariseno, kakak kandung Whisnu Sakti Buana dan juga putra tokoh PDI Almarhum Ir. Surjipto.

 

Itu lantaran tidak hadirnya Panglima Pemenangan sekaligus Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Justru dalam acara tersebut Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi PDI Perjuangan Jawa Timur, Whisnu Sakti Buana yang diposisikan sebagai panglima yang ditunjuk dalam agenda tersebut.

 

Hal itu mendapat reaksi keras Jagad Hariseno kakak Kandung WS. Sebab, hal tersebut dinilai sebagai tekanan politik terhadap Whisnu Sakti."Ini apa-apaan!," tegasnya, Senin (16/11/2020).

 

Ia menerangkan, dalam acara Deklarasi Taman Harmoni, Risma dengan 'gagahnya'  hadir sebagai Panglima Pemenangan Eri-Armuji.

 

Namun, saat dihadapkan pada rapat konsolidasi PAC Se-Surabaya, justru tidak hadir. "Risma melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai Panglima Perang. Tidak berani diambil oleh Risma," ujar Seno.

 

Selain itu, posisi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono juga dinilai Seno tidak berani mengambil tanggung jawab sebagai Panglima Pemenangan Eri-Armuji. "Malah Ketua DPC mengambil posisi Ketua Tim Pemenangan Relawan yang seharusnya itu cukup dilakukan anggota partai, atau eksternal," kata putra Sulung Ir Sutjipto tersebut.

 

"Dan kemudian Whisnu malah ditunjuk sebagai Panglima Pemenangan Eri-Armuji. Saya sudah pernah sampaikan Whisnu ini memang diperlakukan tidak manusiawi. Dan hari ini terbukti. Malah lebih tidak beretika." terang Seno.

 

Berdasar informasi dilapangan, Koordinator Relawan adalah Fuad Benardi, Putra Sulung Risma. Dikatakan Seno, Relawan ini sudah di desain untuk inline atau sama dengan struktur partai PDI Perjuangan Surabaya."Minimal di tingkat PAC sudah setara," terangnya.

 

Alumnus Teknik Elektro ITS Surabaya ini menduga, ketika paslon penerus Risma menang akan dilakukan peralihan. Seno juga menerima laporan dari tim di lapangan, para relawan dijanjikan untuk masuk struktur partai.

 

"Hari ini Saya baru tahu maksudnya. Jika relawan masuk struktur partai, maka otomatis yang akan memegang kendali DPC PDI Perjuangan Surabaya adalah putra kandung Risma nantinya," kata Seno.

 

Jika skenario tersebut berhasil. Maka, penerus Risma akan menjadi Walikota dan Wakil Walikota. Sedangkan Ketua DPC akan dijabat oleh Fuad. “Anak satunya akan menjabat sebagai Ketua secara De Facto," imbuh Sulung tiga bersaudara ini.

 

Mas Seno menyatakan hal ini harus dibuka. Dinyatakan secara tegas harus dilawan. Sebab, saat ini pernyataan Whisnu dalam posisi tekanan berat."Dia dipaksa untuk melakukan pemenangan," ungkap dia.

 

Kekuatan Risma beserta oligarki yang didukung finansial berlebih, dinilai Mas Seno mampu menyadera Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sekalipun dibuat tak berdaya.

 

"Maka Saya menyerukan kepada Saudara-Saudara seperjuangan PDI Perjuangan Kota Surabaya yang masih setia kepada WS. Kepada sejarah PDI Perjuangan Surabaya untuk melakukan Perlawanan," tegas Seno.

 

Pria yang kerap mengenakan busana serba hitam ini juga menyerukan kepada seluruh kader struktur untuk mengamankan posisi di internal partai.

 

"Amankan wilayah Anda. Karena kekalahan Risma, kekalahan Eri-Armuji adalah kemenangan Megawati Soekarnoputri, kemenangan Sejarah PDI Perjuangan Surabaya!. Merdeka!!!." tegas Mas Seno. (Alq)

Berita Terbaru

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…