Mat Mochtar: Saya Tidak Melawan Partai, Tapi Saya Melawan Arogansi Risma

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar. SP/ALQOMARUDDIN.
Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar. SP/ALQOMARUDDIN.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar memberikan tanggapan terkait Pemecatan diri oleh DPP Perjuangan karena mendukung Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU).  

Dirinya mengaku tidak keberatan atas pemecatan dirinya tersebut. Politisi Asal Madura ini menegaskan tindakan DPP PDIP merupakan bentuk ketakutan PDIP terhadap dukungan warga paslon MAJU.

" Menurut saya, itu hanya ketakutan mereka. Saya merapat sendiri ke Pak Machfud. Kami bangga mendukung pak Machfud. Saya adalah pejuang bukan pecundang. Yang saya sembah Allah SWT," ungkap Mat Mochtar, Jumat (20/11). 

 Bahkan Mat Mochtar menegaskan, dirinya tidak takut dipecat dari partai, karena langkah untuk mendukung dan memenangkan MAJU itu suatu tindakan yang benar. 

"Jangankan dipecat ,dibunuh pun saya juga tetap tidak takut. Ini kebenaran. Saya menerima pemecatan. Saya tetap tegak lurus PDI perjuangannya. Tapi wali kotanya tetap Machfud. Pak Machfud menyatukan semua orang di Surabaya," katanya.  

Mat Mochtar menerangkan, dukungan kepada MAJU ini, bukan lah bentuk dari perlawanan dirinya kepada Partai PDIP, namun ini bentuk perlawanan dari kesombongan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. 

" Saya tidak melawan PDIP, saya melawan arogansi dan kesombongan Risma. Bayangkan seorang Risma tidak menghargai Pak Tjipto. Risma tidak menghargai Bu Mega. Contohnya saat ada caleg dari PDIP harus ada foto Bu Mega dan Pak Karno, karena itu banggaan PDIP, sekarang mana dari Eri sendiri, Fotonya cuma Bu Risma," terangnya. 

 Bahkan Mat Mochtar membantah tuduhan DPP yang mengatakan bahwa Machfud Arifin memecah belah PDIP, " Yang memecah belah PDI siapa? Yang belah itu Bu Risma. Semenjak Bu Risma di PDIP pada 2010 lalu membuat PDIP itu terpecah belah," terangnya. Alq

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…