Sempat Lockdown, Akhirnya Berjualan Lagi Meski Harus Nyawa Taruhannya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Erna penjual nasi jagung, pecel dan sayur lontong tengah melayani pembeli di lapak miliknya PKL Jalan Laras Liris. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Caption: Erna penjual nasi jagung, pecel dan sayur lontong tengah melayani pembeli di lapak miliknya PKL Jalan Laras Liris. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

Melihat Dari Dekat Jeritan Para PKL Berjualan di Tengah Pandemi

Untuk bisa bertahan hidup demi sesuap nasi akan dilakukan semua orang, tak terkecuali Erna (42) warga Temenggungan Kecamatan Lamongan. Penjual nasi jagung, pecel dan lontong sayur di Jalan Laras Liris ini dalam new normal terus berjibaku untuk bisa mengais rejeki, terkadang nyawa taruhannya, karena pandemi covid-19 tak kunjung hilang.Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Muhajirin di Lamongan.

SURABAYAPAGI, Lamongan - Lapak Erna yang ada di deretan Penjual Kaki Lima (PKL) Jalan Laras Liris Lamongan pada Senin (30/11/2020), terlihat keluar masuk pembeli yang ingin membeli dan merasakan masakan pecel, lontong sayur dan nasi jagung di pinggir Sungai, dengan pemandangan arus lalu lintas yang padat, baik motor dan mobil yang melintas.

Meski warungnya sangat sederhana, tapi masakannya lumayan enak, dan harganya juga relatif murah tidak sampai menguras isi kantong. Jangkauanya juga relatif mudah menemukan warung PKL Bu Erna ini.

Selama pandemi covid-19 ini, ia mengaku dibuat pusing tujuh keliling. Awal-awal ada penyakit yang mudah menular itu, ia sempat tidak berjualan karena takut tertular covid-19. "Awal-awal munculnya Corona saya harus lockdown sampai 2 bulan karena takut," kata Erna menceritakan.

Untuk bisa bertahan hidup dan dapur bisa mengepul terus, ia harus merelakan uang celengannya untuk dipakai memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Ya bagaimana lagi tidak jualan akhirnya uang simpanan harus dipakai, yang terpenting keselamatan dan kesehatan menjadi nomor satu," akunya.

Karena waktu 2 bulan sudah dianggap cukup lama, akhirnya Erna nekad berjualan dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, menyediakan cuci tangan dan tempat duduk yang disediakan pun harus berjarak. "Setelah libur dua bulan, kami nekat berjualan lagi meski dengan resiko tertular dan nyawa taruhannya tetap saya jalankan," ungkapnya.

Saat berjualan itu omset dan pendapatannya menurun drastis hingga 50 persen lebih. Kondisi yang demikian itu berjalan kurang lebih 3 bulanan, dan pendapatan berangsur normal setelah adanya penerapan New Normal. "Sejak adanya new normal, dagangan saya mulai bagus, meski belum normal seperti sedia kala saat belum ada pandemi covid-19," terangnya.

Saat ini di tengah dagangan nya mulai kembali normal, ada informasi kalau secara nasional yang tertular covid-19 terus bertambah bahkan naiknya sampai 200 persen. Tentu kondisi seperti itu kata Erna sangat mengkhawatirkan, apalagi Lamongan informasinya juga yang tertular Corona naik terus. "Ini yang ditakutkan oleh para PKL, baru saja kami mulai merasakan hasil dari dagangan ada info kalau yang tertular Corona naik," katanya.

Karena demikian itu, ia bersama dengan PKL lainnya berharap ada kepedulian terhadap para PKL, yang terdampak Covid-19. Karena mayoritas pedagang PKL ini tidak mendapatkan bantuan subsidi seperti para pelaku UKM.(*)

Berita Terbaru

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri menggelar kegiatan Seleksi dan Pelantikan Pramuka Garuda tingkat Penggalang, P…

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menjelang peringatan 1 Muharram yang lekat dengan momen malam 1 Suro, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah agresif untuk menjaga…

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada awal 2026 di tengah prospek positif industri kemasan plastik nasional yang d…

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komisi A DPRD Surabaya memastikan persoalan eks tanah ganjaran Kelurahan Sumur Welut tidak berhenti pada polemik ruilslag yang t…

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pendidikan yang baik, tetapi juga harus didukung…

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka memastikan keandalan sistem kelistrikan serta memantau progres pembangunan infrastruktur strategis ketenagalistrikan, D…