Direct Mail ke Warga, Bikin Risma Blunder

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. Dhimam Abror Djuraid (kanan) Dr. Suko Widodo (kiri)
Dr. Dhimam Abror Djuraid (kanan) Dr. Suko Widodo (kiri)

i

 ANALISA KOMUNIKASI

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Beredarnya surat dari Tri Rismaharini yang masih menjabat Wali Kota Surabaya untuk minta masyarakat memberikan dukungannya kepada Calon Wali Kota Eri Cahyadi-Armuji, dari bahasa komunikasi politik, bingungkan warga kota Surabaya.

Dua pakar Ilmu Komunikasi Politik, yakni Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung Dr. H. Dhimam Abror Djuraid, dan Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Suko Widodo, menilai surat Tri Rismaharini tersebut membingungkan.

"Dia (Risma) sendiri sepertinya juga kebingungan dalam menempatkan posisinya sebagai Walikota atau sebagai pengurus DPP PDIP. Karena itu surat Risma malah menjadikan warga Surabaya bingung, karena posisi Risma yang tidak jelas," ungkap Dhimam Abror kepada Surabaya Pagi, Jumat (04/12/20).

Surat tersebut juga tidak memakai kop surat Pemerintah Kota Surabaya yang berarti bukan surat resmi Pemerintah Kota. "Karena itu rakyat boleh mengabaikannya. Tapi di sisi lain Risma, oleh warga Surabaya yang  berakal sehat, sudah tahu kalau Risma adalah wali kota Surabaya. Posisi ini yang seharusnya Risma wajib bertindak netral tidak memihak salah satu calon. Inilah yang membuat warga kebingungan dan bertanya-tanya mengapa Risma mengirim surat seperti itu," jelasnya.

Bila ditinjau dari tinjauan komunikasi politik, menurut Dhiman Abror pengiriman surat itu sebuah blunder (kesalahan besar) yang dilakukan oleh Risma.

"Gaya bahasa surat itu 'blatant’ (telanjang) tanpa retorika yang memadai langsung minta warga memilih ErJi. Ini bahasa politik yang buruk dan malah merendahkan martabat Risma sendiri," terangnya.

Lanjutnya, bila dari tinjauan sudut semiotika, surat itu menunjukkan bahwa Risma panik menghadapi Pilwali Surabaya kali ini.

"Ia sudah terang-terangan mendukung pasangan Erji dan pasang badan untuk pasangan Erji, tapi ternyata sampai menjelang seminggu menuju pencoblosan akseptabilitas Erji macet dan tertinggal dari MA. Langkah menulis surat itu adalah langkah "desperate" (putus asa) dan panik dari Risma," tandasnya.

Terpisah, pakar Ilmu Komunikasi asal Universitas Airlangga, Suko Widodo berpendapat bahwa surat kampanye yang dikirim oleh Tri Rismaharini merupakan hal yang lumrah. Pasalnya diluar negeri, surat kampanye politik sudah biasa dilakukan. Tetapi hanya sebatas pemberian visi misi kandidat, tidak lebih dari itu.

"Surat untuk kampanye politik merupakan hal lumrah. Di Amerika dan negara negara maju, sebelum internet berkembang digunakan untuk mencari pengaruh. Isinya tentang visi dan misi dari kandidat," kata Suko Widodo, Jumat (4/12/2020). byt/cr2/rmc

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…