Gudang Pembuatan Bom Ikan Digerebek, BB Pembuatan Bom 2,4 Ton Disita

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ditpolair Polda Jatim ungkap kasus tindak pidana pembuatan bom ikan  di halaman Polairud Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). SP/Mahbub Fikri/ Julian
Ditpolair Polda Jatim ungkap kasus tindak pidana pembuatan bom ikan di halaman Polairud Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/12/2020). SP/Mahbub Fikri/ Julian

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tim gabungan Ditpolairud bersama Polda Jatim berhasil meringkus tempat perakitan dan penyimpanan bahan peledak untuk bom ikan yang terletak di Jalan Raya Bilaporah, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti perakitan berupa Potasium Chlorate sebanyak 2.4 ton. Tak hanya itu, MB (43) yang bertindak sebagai perakit bom juga berhasil diamankan pihak berwajib saat tim gabungan kepolisian mengadakan penggerebekan pada Rabu (23/12).

Kabaharkam Polri, Agus Andrianto mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait kasus bom ikan tersebut. Ia mengaku masih banyak pelaku perakitan bom ikan yang masih belum tertangkap.

"Ini perakitan Bom kan sulit, nanti akan kita tindaklanjuti. Tidak mungkin perakitan ini dilakukan hanya satu orang, sulit soalnya," ungkap Agus.

Kasus ini berhasil terungkap saat Subdit Interlair menerima info adanya tempat penyimpanan bahan baku bom ikan dengan jenis Potassium Chlorate (kcl03) sebanyak + 2.400 kg pada Kamis (17/12) silam di rumah tersangka MB di Bangkalan.

Tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri kemudian menindaklanjuti informasi tersebut. Dan pada hari Rabu (23/12) sekitar pukul 13.30 WIB di jl. Raya Bilaporah Desa Socah Kabupaten Bangkalan, tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri bersama dengan Polres Bangkalan dan Ditpolairud Polda Jatim telah melakukan penindakan berupa penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka MB.

Dari hasil pengungkapan tersebut Polisi berhasil mengamankan 470 karung 25 kg Potasium Chlorate seberat 11.750 kg, 185 karung sodium Perchlorate seberat 4.625 kg, satu karung Belerang Sebanyak 25 kg, Potasium Nitrat sebanyak 20 kg, 1.027 butir Selongsong Detonator, bubuk bahan sumbu sebanyak 5 kg, bubuk bahan peledak 1,5 kg,  Belerang bahan detonator 5,5 kg, Bahan dalam sumbu peledak setengah jadi 6 kg. 1 set kotak pencetak sumbu peledak.

Selain itu  Polisi juga berhasil mengamankan 15 butir sumbu peledak warna merah, 60 meter sumbu peledak warna putih, 60 meter bahan kabel sumbu, 150 meter selang bahan sumbu warna putih. 50  meter selang bahan sumbu warna hitam. 2 roll 200 meter kertas bahan pembungkus sumbu, 34 roll bahan selang sumbu bagian dalam, satu unit handphone merk Vivo warna biru tua, 1 buku rekening BCA kcu Bangkalan.

Modusnya tersangka ini mendapatkan pesanan dari warga Makassar, Sulawesi Selatan. Potasium Chlorate itu dijual tersangka dengan harga Rp. 35 ribu per kg selain itu Sumbu Detonator dijual dengan harga Rp. 20 ribu per pcs.

Dari hasil pemeriksaan tersangka sudah menekuni bisnis jual beli bahan baku bom ikan sejak tahun 2018.

Sementara itu untuk mengelabui petugas, tersangka memalsukan surat jalan dan untuk isi dari masing-masing karung bertuliskan Sodium Carbonat. Padahal isi dari karung tersebut adalah Potasium Chlorate.

“Tersangka ini pintar untuk kelabuhi petugas dia memalsukan surat jalan. Dan isi dari karung itu dirubah oleh tersangka,” pungkasnya.

Agus mengungkapkan dengan bahan baku potasium chlorate dan sodium chlorate jika dikemas dalam satu botol, bisa mengakibatkan kerusakan dalam radius 50 meter persegi.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan Pasal 122 UU nomor 22 tahun 2019 tentang sistem pertanian berkelanjutan dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. Fm

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…