Anggota PNS Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sunhaji (korban) saat melaporkan tindak penganiayaan ke Polda Jatim. SP/Kasyfi fahmi
Sunhaji (korban) saat melaporkan tindak penganiayaan ke Polda Jatim. SP/Kasyfi fahmi

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setelah diancam berkali-kali, warga Dsn. Sawahan, Desa Purwokerto Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri akhirnya melaporkan aparat kepolisian yang melakukan tindak pidana penganiayaan dan pemaksaan dengan ancaman sebagaimana yang tertera dalam pasal 351 dan 335 KUHP. Dari informasi yang didapat, terlapor merupakan Anggota Unit Intelkam Polsek Grogol Polres Kediri Kota berinisial ME (38).

Sebelumnya, pelapor bernama Sunhaji (40) yang mengaku sebagai korban, mengatakan pernah dihajar oleh ME, hingga tersungkur pada Rabu (06/01/2021).

Sunhaji mengaku bahwa dirinya pernah dihajar oleh ME, tepat dua minggu sebelum penganiayaan hari Senin (04/01/2021) terjadi. Pada saat itu, pasangan suami istri yang memiliki dua putra ini datang ke kediaman ME untuk memberikan penjelasan atas konflik yang tengah mereka hadapi.

Belum usai Sunhaji menjelaskan, dirinya langsung di bawa keluar rumah oleh ME dan dihajar pada saat itu juga.

Ia tidak tahu apa motif ME melakukan penganiayaan terhadap dirinya itu.

Selang dua minggu, ME beberapa kali mengajak korban untuk bertemu melalui telepon Sofi (istri korban). Bahkan, ME selalu mengancam akan ‘menghabisi’ korban sekeluarga jika tidak memenuhi keinginannya untuk bertemu.

"Setelah kejadian itu, dia masih sering telepon saya. Kadang melalui handphone istri saya untuk mengajak bertemu. Dia juga selalu mengancam akan menghabisi orang disekitar saya kalau saya tidak mau bertemu," papar pria berusia 40 tahun itu.

Pada Senin (04/01/2021), tepatnya pada pukul 11.30 WIB, Sunhaji kembali dihubungi oleh ME melalui ponsel istrinya. Seperti yang sudah-sudah, ME mengajak bertemu, dan mulanya Sunhaji menolak pertemuan pada saat itu karena sedang sibuk bekerja.

"Saya diajak ketemu di warung. Awalnya saya menolak, tapi dia mengancam akan datang ke kantor dan 'mem-bhedil' (menembak) seluruh rekan kerja saya yang ada di kantor. Dan akhirnya, terpaksa saya mau," terang Sunhaji.

Tepat pukul 12.30 WIB, Sunhaji bersama satu rekan kerja nya tiba di Jl. Tirtosari, Kelurahan Tosaren, Kediri, untuk bertemu dengan ME.

“Dalam pertemuan itu, Saya dipaksa untuk berboncengan dengan dia. Saya sempat cekcok dan menolak. Tapi lagi-lagi dia mengancam akan menghabisi saya dan teman saya dengan menggunakan senjata api yang akan dikeluarkan dari sakunya," jelasnya.

Sunhaji yang merasa ketakutan, terpaksa meng'iya'kan ajakan ME untuk berboncengan. Dengan kecepatan 60-70km/jam, tiba-tiba perut Sunhaji disikut ME. Dua kali pukulan itu membuat Sunhaji akhirnya terjatuh dari kendaraan.

Usai kejadian di Kec. Pesantren Kota Kediri itu, Sunhaji langsung mengungsikan keluarga dikediaman sanak saudara untuk antisipasi penganiayaan dari pelaku. 

Menurut keterangan korban,  "Dia (ME) bilang kalau saya tidak akan bisa menuntutnya di Polrestabes Kediri karena semua anggotanya adalah teman baiknya,".

Atas dasar itu, Sunhaji yang dikawal oleh Suhadi, S.H., selaku kuasa hukum melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim pada (04/01/2021).

Suhadi, S.H, mengatakan, saat ini pihak Polda Jatim sedang melakukan penyidikan lebih lanjut pada saksi dan pihak terlapor.

"Harapan saya, sebisa mungkin kasus-kasus di Indonesia ini diselesaikan secara adil, kita juga berniat membantu dan mendukung pihak kepolisian dalam membersihkan institusi POLRI jika ada anggotanya yang mencoreng nama baik POLRI. Kita kasihan pada anggota yang baik dan benar-benar melaksanakan tugas demi bangsa dan Negara ikut tercoreng nama baiknya," pungkas Suhadi, S.H. mbi

Berita Terbaru

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…