Hanya Berbekal Biola, Nekat Hijrah ke Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Andri berbekal alat musik Biola menjadi pekerja seni jalanan untuk mencari nafkah. SP/MOCHAMMAD KASYFI FAHMI   
Andri berbekal alat musik Biola menjadi pekerja seni jalanan untuk mencari nafkah. SP/MOCHAMMAD KASYFI FAHMI   

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Kesuksesan memang tak bisa digapai dengan cara yang 'Biasa Saja'. Butuh cara berbeda dan tantangan yang lebih untuk membuktikan semua itu.

Seperti yang dilakukan oleh Andri, lelaki muda asal Kota Metropolitan, Jakarta. Pria berumur 28 tahun ini memilih jalan kehidupannya untuk merantau ke Kota Pahlawan, Surabaya bersama buah hati dan sang istri.

Sekitar satu bulan yang lalu, dengan berbekal alat musik Biola, Andri nekat berhijrah ke Surabaya dengan tujuan, "Yaa tujuan utama nya saya ingin cari suasana baru sih mas. Di Jakarta susah cari kerja, makanya saya merantau ke Surabaya," ujarnya.

Ternyata hijrahnya tak semulus rencananya, bertepatan dengan PPKM di Surabaya, langkah Andri mencari kerja semakin sulit. Beberapa lamaran pekerjaan di perusahaan maupun restoran telah dicoba demi mendapatkan rezeki yang halal.

Alhasil, berbekal kemampuan mahirnya dalam bermain Biola, dirinya memutuskan untuk menjadi pekerja seni jalanan atau yang biasa disebut 'Pengamen'. "Karena saya belum dapat kerja, akhirnya disini saya putusin buat main Biola. Saya coba main di lampu merah, ya sudah ketemu lah jalannya disini," ujarnya saat di wawancarai oleh Tim Surabaya Pagi di Lampu Merah Prapen.

Pria yang terpaut sembilan tahun lebih muda dari pasangannya itu ikhlas berbagi waktu dengan istri dalam mengurus sang buah hati. "Kalau saya sih berangkat ngamen maghrib mas. Nanti pulang sekitar jam 09.00 WIB. Karena kalau pagi ga bisa kemana-mana, harus mengurus anak dikala istri sedang bekerja," kata Andri.

Sebelumnya, di Jakarta Andri juga bekerja sebagai pemain Biola di kafe atau acara party sebagai freelance. Dirinya juga tergabung dalam komunitas 'Street Violin Grogol' di kota asalnya itu.

Selagi masih muda, Andri sangat optimis dalam mencapai kesuksesannya. Beberapa kali Andri mencoba untuk merantau, namun Surabaya seperti menjadi tempat yang paling pas dalam perantauannya itu.

"Dulu pernah ke Bandung, tapi kurang cocok. Kalau di Surabaya ngerasa cocok sih. Karena memang disini gak ada teman maupun saudara. Jadi mau gak mau harus lebih fighting dan survive. Itu yang saya cari," paparnya.

Ngamen di lampu merah mengenakan Biola tentu menjadi hal yang unik bagi masyarakat Surabaya. Mengingat bahwa di Surabaya sangat jarang pekerja seni jalanan yang memanfaatkan alat musik tersebut untuk ngamen.

"Ya kebetulan ini cara yang beda sih mas. Jadi saya yakin saya bisa sukses di Surabaya dengan cara ini. Kalau mau sukses kan ga bisa dengan cara yang biasa-biasa saja kan?. Harus dengan cara yang unik," ungkapnya.

Andri menekuni pekerjaannya tersebut dengan suka hati. Karena dirinya menilai, musik bisa membawa suasana hatinya pada saat dan situasi apapun.

Tak hanya di lampu merah prapen, Andri rela menjemput rezekinya di beberapa lampu merah yang ada di Surabaya. "Kadang saya ngamen disini (Prapen), kadang juga di lampu merah Kebun Bibit Surabaya, terus di Jl. Tunjungan juga," jelasnya.

Tanpa menghiraukan seberapa banyak keringat yang telah dibuang, Andri yakin bahwa suatu saat dirinya akan sukses dan bisa menjadi cerminan bagi anak muda untuk mencari jalan kesuksesannya. "Saya yakin, saya akan sukses dengan jalan saya. Selagi saya berniat mencari rezeki yang halal dan bukan dengan cara kriminal, saya pasti bisa," pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…