SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Padi ditanam tumbuh ilalang. Begitu kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan nasib Bryan Yee, WNA asal Singapura.
Alih-alih berharap mendapat jabatan dan uang bila datang ke Indonesia, Bryan justru diamankan petugas karena melebihi izin tinggal (over stay) selama 90 hari atau 3 bulan.
"Yang bersangkutan akan kita pulangkan pagi ini pukul 9:55 WIB. Kita pulangkan menggunakan pesawat scoot airlines melalui bandara Juanda," Kepala Seksi Inteldakim Kanim Tanjung Perak, Washington Saut Dompak Napitupulu, Sabtu (16/01/2020) kemarin
Bryan sendiri masuk ke Indonesia secara legal melalui bandara internasional Juanda pada 17 Maret 2020 dengan menggunakan bebas visa kunjungan.
Masa berlaku visa bebas kunjungan yang dimilikinya berakhir pada 5 Oktober 2020. Sesuai dengan aturan, ia harus melakukan perpanjangan izin tinggal kembali. Namun, Brian tidak melakukan izin tinggal hingga kemudian pada 6 Januari 2020 Imigrasi pun mengamankan Brian.
"kita amankan di mes pria Unesa di Lidah. Yang bersangkutan sebagai salah satu unsur pelatih basket putri Unesa," jelasnya
Menurut Washington, kedatangan Bryan ke Indonesia atas undangan dari salah satu organisasi olahraga di Surabaya guna memberikan pelatihan bagi tim basket putri yang tengah mempersiapkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2021.
"Dari penjelasan yang bersangkutan, ia akan diberi posisi (jabatan) oleh saya sebutnya oknum dalam organisasi tersebut," katanya
"Setelah sepakat, yang bersangkutan kemudian memberikan pelatihan tertutup kepada atlet basket putri Unesa," tambahnya
Hingga saat ini pihak imigrasi terus mendalami kasus tersebut. Unesa sebagai tuan rumah yang menampung Bryan sendiri pun mengelak tatkala ditanya oleh petugas imigrasi.
"Pihak Unesa tidak mengetahui, ada organisasi yang menyewa mes mereka. Dan mereka mengaku tidak mengetahui ada orang asing di sana," akunya
Sementara itu Bryan saat ditanyai terkait siapa oknum yang mengundangnya untuk melatih tim basket putri Unesa, ia menyebut berasal dari pejabat pemprov.
"Kita panggilnya Ambon. Dia orang pemprov dan juga punya posisi di KONI," katanya
Lebih lanjut ia mengaku, pria yang selalu dipanggil Ambon ini pun yang mengurus penginapannya di mes Unesa. Selain mengurus, Ambon ini juga yang menjanjikan sejumlah uang dan jabatan kepadanya.
"Katanya mau dikasih uang ke aku, setelah sebulan aku tanya katanya bulan depan, bulan depannya aku tanya katanya bulan depannya lagi, sampai izin tinggalku habis," katanya. Sem
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB
Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB
SURABAYA PAGI.COM, Surabaya – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Untuk pertama kalinya se…
Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB
Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB
SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…
Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB
Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB
SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…
Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB
Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB
SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan. …
Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB
Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB
SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…
Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB
Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB
SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…