Penggiat Tanaman Hidroponik di Perkampungan Padat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menanam dengan metode hidroponik saat ini digandrungi oleh banyak orang belakangan ini. Salah satu alasan terbesarnya karena menanam dengan cara hidroponik tidak membutuhkan lahan tanah yang besar, terlebih di saat pandemi seperti sekarang kita diharuskan beradaptasi.

Dilingkup perkotaan besar, bagi orang-orang yang tinggal di tengah perkampungan dengan akses tanah yang terbatas tetap bisa mempercantik halaman rumahnya. Seperti salah satu pengiat program Hidroponik Sobo Kampung, Arif Prasetyo yang memulai edukasi dari kampung ke kampung mengedukasi penanaman hidroponik.

Ia menjelaskan penanaman dengan sistem wick, sekaligus mendampingi penggiat lingkungan Aufaarelia Erdhinatasya Putri. "Model untuk menanam tanaman Hidroponik dengan sistem wick lebih sederhana dan  sangat efisien karena tidak memerlukan instalasi yang banyak,”ungkapnya.

Menanam hidroponik cukup dengan 1 ember atau lebih tergantung lahan rumah. Selain itu dikenal dengan sistem wick karena memakai sumbu didalamnya. Proses menanam hidroponik meliputi tahap penanaman, peremajaan dan panen,”imbuhnya.

Instalasi hidroponik menjadi solusi di lahan sempit, dengan menggunakan botol bekas sebagai media penanaman bagi pemula yang ingin mencoba menanam.

“Paling simple memakai pot, secara hasil panen tidak jauh dengan yang memakai sistem yang lebih cangih.

Dengan program “hidroponik sobo kampung” memberikan edukasi kepada warga tentang metode penanaman hidroponik berkeliling dari kampung ke kampung dengan tujuan bisa menanam dan memproduksi sendiri. Kedua bertanam tidak membutuhkan modal yang banyak.

Selain itu, menanam dengan cara hidroponik juga tergolong mudah dipraktikkan untuk para pemula. Meski teknis atau sistem menanam dengan cara hidroponik memiliki tingkat kesulitan yang beragam, terdapat beberapa cara hidroponik yang bisa dilakukan oleh pemula.

Hampir semua jenis sayur dan buah dapat dibudidayakan di lahan sempit dengan cara hidroponik. Jenis tanaman yang paling sering ditanam adalah sawi, seledri, cabai, terong, selada, hingga kangkung. Pemilihan jenis tanaman kembali pada preferensi masing-masing individu.

Sementara itu, salah satu penggiat lingkungan dari SMPN 22 Surabaya, Aufaarelia Erdhinatasya Putri mengatakan metode penanaman hidroponik sangat asik karena dilakukan dengan sederhana. “Untuk menanam tanaman hidroponik itu dibutuhkan kesabaran karena jika terkendala tidak terkena matahari tanaman bisa layu,”ucap Aufaarelia.

Selain itu dalam hal perawatan jika kekurangan air bakal mati sebaliknya kebanyakan air akan mati. Jadi membutuhkan perawatan yang rutin. Dengan hasil tanaman hidup cukup puas, semoga bisa berhasil  hingga panen,”pungkapnya.Pat

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…