36 ABG Dijual Mulai Harga Rp 250 Ribu-Rp 1,3 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka OS alias Om Kost, saat ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim, usai menjerumuskan 36 ABG dalam praktik prostitusi, Senin (1/2/2021). Sp/Mahbub  Fikri
Tersangka OS alias Om Kost, saat ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim, usai menjerumuskan 36 ABG dalam praktik prostitusi, Senin (1/2/2021). Sp/Mahbub Fikri

i

 

Gaet 6 Reseller ABG, Berkedok Tawarkan Kos-kosan

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Baru sepekan Polda Jatim mengungkap kasus prostitusi online anak di bawah umur. Kini Unit IV Subdir Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim kembali mengungkap kasus serupa dengan modus berbeda. Tak tanggung-tangguung, sebanyak 36 ABG berumur 14-16 tahun dijajakan pelaku ke pria hidung belang oleh pelaku. Modusnya, yakni menawarkan sewa kos harian di media sosial.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan pria berinisial OS (38) alias ‘Om Kost’, warga Kelurahan Meri, Kranggan, Kabupaten Mojokerto. "Yang bersangkutan ini diamankan setelah dilakukan patroli siber di media sosial Facebook dan WhatsApp tiga hari lalu," sebut Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Dirreskrimsus Kombes Pol Farman, Senin (1/2/2021).

Modusnya, tersangka OS ini membuka sewa kos harian, namun ini hanya sebagai kedok tersangka untuk melancarkan bisnis prostitusi online yang dijalankan. “Jadi tersangka ini membuka kamar dengan tarif 50.000 per 5 jam, kemudian dikemas dengan tiket Doraemon, Nobita, Shizuka, dan lain-lain,” jelas Wakapolda Slamet.

 

Jadi Reseller

Untuk mencari pelanggan, OS tidak sendirian. Dia dibantu enam orang. Mirisnya, enam orang pembantu Om Kost itu itu juga masih anak-anak. "Jadi, tersangka ini lebih dulu merekrut sejumlah anak di bawah umur untuk dijadikan reseller atau bertugas untuk menawarkan jasa sewa kamar dan wanita panggilan," paparnya.

"Para reseller ini juga yang mengoperasikan akun Facebook dan WhatsApp sewa kamar kos harian milik tersangka. Setelah dapat calon pelanggan atau penyewa, langsung dikomunikasikan ke tersangka OS," tambah Slamet.

Dalam percakapan di WhatsApp itu, OS kemudian menawari para pelanggan atau si penyewa kos jasa wanita panggilan yang semuanya masih di bawah umur beserta tarifnya.

Setelah terjadi kesepakatan, para pelanggan langsung bisa mengeksekusi wanita panggilan yang telah dipilih di kamar kos yang telah disewa.

"Jadi, sebelum ada kesepakatan antara tersangka dan pelanggan, tersangka ini lebih dulu memberikan nominasi atau foto para wanita yang akan diajak kencan," tandas Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman.

 

Tarif ABG

Wakapolda menambahkan tarif yang diberikan oleh pelaku ini bervariasi, mulai dari harga Rp 250-600 ribu tergantung penampilan. “Harga gadis belia ini terbilang murah mulai dari Rp 250-600 ribu,” ungkapnya.

Bahkan pernah ada wanita panggilan masih SMP kelas 2 dijual dengan harga Rp 1,3 juta. Slamet menambahkan, bisnis prostitusi online yang dijalani pelaku sudah berlangsung selama 2 tahun.

"Tersangka mengaku sudah menjalankan ini (prostitusi online anak di bawah umur), selama dua tahun. Saat ini kasusnya masih akan terus dikembangkan, dalami lagi. Untuk mencari tahu kemungkinan korban lainnya," tandas Slamet.

 

Wisata Doraemon

Sementara untuk mengelabui petugas, tersangka memberi nama penyewaan kamar kosnya itu dengan nama 'Wisata Rumah Nobita'. Tarif atau paketnya, diantaranya 1) Tiket Doraemon : 08.00 - 13.00 (50k). 2) Tiket Nobita : 13.00 - 18.00 (50k). 3) Tiket Shizuka : 18.00 - 23.00 (50k). 4) Tiket Suneo : 23.00 - 04.00 (50k). 5) Tiket Giant : 120k (12 jam). 6) Tiket Dorami : 100k (10 jam), 7) Tiket Dekisugi : 80k (8 jam). 8) Tiket Jaiko : 70k (7 jam). 9) Tiket Nobisuke : 65k (jam bebas masuk 5 jam/minim jam 10). 10) Tiket Tamake : 150k (15 jam). 11) Tiket Minamoto : 65k (6 jam).

Sementara itu, OS menjelaskan untuk bisnisnya kali ini memang sengaja menyediakan Khusus yang masih belia. “Rata rata mereka ini mendatangi saya agar dijual kepada hidung belang, bukanya saya yang merekrut mereka,” kilah pelaku.

Sedangkan dari kasus ini, polisi menyita empat handphone android yang digunakan untuk transaksi, dan uang tunai Rp 1,3 juta.

Atas perbuatannya, pelaku kini telah mendekam di balik jeruji besi. Ia pun dijerat dengan pasal UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.n nt/fm/cr2/ham

Berita Terbaru

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…