Pamit Mencari Ikan, Warga Blitar Ditemukan Tewas di Sungai Perbatasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas kepolisian saat mendatangi rumah korban. SP/Hadi Lestariono
Petugas kepolisian saat mendatangi rumah korban. SP/Hadi Lestariono

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Seorang pria bernama Sunari (38) warga Dusun Balong, RT 04 RW 04 Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ditemukan meninggal di sungai tempatnya mencari ikan, Minggu (07/02) petang sekitar pukul 17.00 WIB.

IPTU Achmat Rochan, Kasubbag Humas Polres Blitar Kota mengatakan, saat itu Sunari yang kesehariannya bekerja sebagai sopir pamit kepada keluarga untuk keluar mencari ikan pada pukul 11.00 WIB.

"Korban sedang  mencari ikan dengan cara menyetrum menggunakan dua accu motor bertegangan 12 volt," katanya, Senin (08/02).

Menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan melakukan aktivitas mencari ikan di sungai batas Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon dan Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Sampai kemudian jam menunjukkan pukul 16.00 WIB, yang bersangkutan juga tak kunjung pulang ke rumah sehingga membuat keluarga merasa khawatir.

"Pada akhirnya keluarga yakni sang kakak memutuskan untuk mencari saudaranya ke sungai tempatnya di mana kebiasaan mencari ikan," tandasnya.

Setelah beberapa lama melakukan pencarian, yang bersangkutan berhasil ditemukan oleh kakaknya dengan keadaan sudah meninggal dunia berada di bawah pohon bendo yang ada di tepi sungai. 

"Saat di temukan posisi korban  terbaring dengan tangan memegangi dada, sedangkan alat setrum yang ia gunakan mencari ikan masih berada di punggungnya," ungkapnya.

Mengetahui hal itu, sang kakak lalu meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantunya mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke rumah duka. Atas kejadian tersebut, Kepala Dusun setempat melaporkannya kepada petugas Bhabinkamtibmas setempat.

"Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP serta pemeriksaan terhadap tubuh jenazah," lanjut Iptu Rochan.

Hasilnya, tidak didapati adanya bekas atau tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan yang ada pada tubuh jenazah. Hanya saja, terdapat luka lecet pada telapak tangan dan paha dalam sebelah kanan jenazah.

"Kuat dugaan, kematian yang bersangkutan disebabkan karena korsleting pada alat setrum. Mengingat pada saat kejadian cuaca setempat sedang hujan dan jalanan di tepi sungai dalam kondisi licin," pungkasnya.

Iptu Rochan menambahkan bahwa  pihak keluarga tidak menuntut siapapun dan merasa ikhlas menerima adanya kejadiannya tersebut karena korban  murni kecelakaan yang disebabkan oleh alat setrum yang dibawa sewaktu memancing untuk memperkuat tidak menerima tewasnya korban, dibuktikan dengan surat pernyataan yang diketahui oleh perangkat desa setempat. Sedang alat pancing dan dua buah accu kini diamankan di Polsek. Les

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…