Milenial Tionghoa Surabaya, Siapkan Jajan Pasar Khas Imlek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
William Wirakusuma
William Wirakusuma

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hari Raya Imlek 2021 jatuh Jumat besok. Tentu saja perayaan Tahun Baru China yang ke-2572 ini berbeda dengan sebelumnya. Mengingat di Tahun Logam Kerbau ini bertepatan dengan pandemi covid-19, maka tak sedikit etnis Tionghoa yang memilih untuk tidak merayakan tahun baru tersebut. Bagaimana kaum milenial Surabaya di merayakan Imlek di tengah pandemi Covid-19 ini.

 

 

Rayakan Secara Daring

 Imlek tahun ini keluarga kita tidak merayakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya menjaga kondisi kesehatan beberapa anggota keluarga yang usianya sudah sepuh.

Meski hanya anggota keluarga, tapi itu tetaplah sebuah kerumunan. Paling yah internal saja, dan keluarga besar secara daring.

Berbeda tahun-tahun sebelumnya, merayakan Imlek dengan kumpul serta makan bersama keluarga besar. Tentunya dengan resep andalan keluarga kita. Itu menjadi makanan wajib.

Selain makan-makan, kita juga gak melupakan sisi religiusnya. Seperti kita cerita-cerita lalu ditutup dengan doa secara kristiani.

Selain itu, juga yang ditunggu-tunggu, momen bagi-bagi angpau. Anggota yang sudah menikah selalu memberikan angpau pada anggota yang belum menikah. Budayanya memang seperti itu. mbi

 

 

 

Sedih tak Bisa Kumpul Keluarga

Untuk tahun ini yah tidak rayakan dulu. Meski biasanya, juga saya tidak rutin ramai-ramai. Kalau di ajak sama keluarga ya saya ikut. Jadi tidak selalu ada perayaan.

Biasanya, ada beberapa makanan wajib yang selalu dihidangkan pada perayaan imlek di keluarganya, yakni jajanan pasar.

Jajanan pasar khas imlek, mulai beraneka macam. Karena memang mayoritas keluarga saya sangat menyukainya. Jadi setiap anggota keluarga biasanya bawa jajan, dan kita tukar jajan.

Dengan kondisi saat ini, saya sedih kalau tahun ini tidak bisa dirayakan. Padahal keluarga yang ingin merayakan jadi tidak bisa berkumpul.

Karena fenomena ini, saya sadar perayaan imlek adalah momen penting untuk kumpul bersama keluarga. Mungkin tahun depan jika pandemi sudah reda, saya tidak akan melewatkan momen imlek bersama keluarga lagi. mbi

 

 

 

 

Baju Merah dan Lontong Kupang

Imlekan tahun ini, agak beda. Biasanya kita kumpul dengan keluarga besar di satu rumah. Tapi sekarang cuma beberapa keluarga aja, untuk menghindari kerumunan juga.

Disini, biasanya keluarga saya memang sangat menjunjung tinggi budaya Tionghoa.

Waktu imlek kita selalu pakai baju bernuansa merah gitu. Kalau makna nya sih saya gatau ya, tapi yang pasti, setiap imlek dari dulu pasti bernuansa merah.

Meski begitu, tahun ini perayaannya di rumah tanteku. Yang datang juga keluarga dari malang aja. Tidak ada yang dari luar kota.

Biasanya, nanti kita makanan wajib dibuka lontong Kupang. Dari dulu sampe terakhir imlek juga pasti ada lontong kupang. mbi

 

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …