Stok Peti Mati di Ponorogo Sempat Kehabisan Dikala Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjual peti mati di Ponorogo yang mengaku sempat kehabisan stok peti mati saat pandemic Covid-19. SP/ JN
Penjual peti mati di Ponorogo yang mengaku sempat kehabisan stok peti mati saat pandemic Covid-19. SP/ JN

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Mewabahnya pandemi Covid-19 berimbas pada para penjual peti mati di Ponorogo yang mengaku sempat kehabisan stok peti mati karena tingginya angka kematian di Bumi Reog sehingga permintaan peti mati di Ponorogo meningkat di masa Pandemi Covid-19.

Salah satu penjual peti mati, Basuki menyebut jika dalam sepekan ada 18 peti mati terjual. Ia menyebut, kondisi itu berbanding terbalik sebelum Pandemi Covid-19.

"Permintaan peti mati selama Pandemi Covid-19 ini sangat tinggi, Kalau sebelum pandemi dulu, satu bulan belum tentu terjual satu peti. Tapi pandemi ini kita selalu kehabisan stok," ujar dia, Senin (15/2/2021).

Walaupun permintaan akan peti mati tersebut sedang tinggi, Basuki harga peti mati ditempatnya tidak akan berubah. Yaitu mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

"Kalau sekarang yang paling laku adalah yang paling murah yaitu Rp 500 ribu," jelasnya.

Menurutnya, ia mendatangkan peti mati dari Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jika sebelum pandemi untuk mendatangkan peti ini mudah, tapi sekarang karena permintaannya tinggi maka terkadang dirinya tidak mendapatkan kiriman.

"Seperti sekarang ini. Saya pesan sejak tiga Minggu yang lalu, tetapi sampai sekarang belum datang," lanjutnya.

Rumah sakit yang menjadi langganan dirinya untuk memesan peti mati karena kehabisan, akhirnya banyak yang membuat secara darurat.

"Papan kayu dipaku hingga berbentuk peti mati," jelasnya.

Meski permintaan peti mati tinggi, ia berharap agar Pandemi Covid-19 segera berakhir dan semuanya kembali normal.

"Saya berharap Pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir," tandasnya. Dsy14

 

Berita Terbaru

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Pemprov Jatim Siapkan Pola Kerja ASN Saat Ramadan Lebaran, Pelayanan Publik Tetap Prioritas

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 04:15 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pengaturan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2…

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Pemindahan Ibu Kota Mojokerto: Antara Ambisi Pembangunan dan Ujian Tata Kelola

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 03:09 WIB

RENCANA pemindahan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, sejak awal diposisikan sebagai salah satu program…

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Di Tengah Narasi Bela UMKM, Khofifah Ajak Siswa SLB Belanja di Mal

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 20:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM,Madiun - Di tengah gencarnya narasi keberpihakan pada UMKM dan pasar rakyat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru mengajak pul…

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Bupati Masih Bisa Jadi "Ratu" di Daerah

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:39 WIB

KPK Ungkap Temuan Korupsi di Kabupaten Pekalongan Hingga Rp 46 Miliar oleh Keluarga Mantan Pedangdut   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Pekalongan nonaktif …

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Desakan DK PBB tak Dihiraukan Iran

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:34 WIB

Trump Isyaratkan Akhiri Perang, Karena Harga Minyak   SURABAYAPAGI.COM, New York - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) …

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Hentikan Aksi Militer di Kawasan Timur Tengah

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

Kamis, 12 Mar 2026 19:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto…