Vaksin Covid-19 Nusantara

Vaksin Nusantara Inisiasi dr Terawan Didukung Komisi IX DPR-RI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kunjungan komisi IX DPR RI saat meninjau hasil uji klinis tahap I vaksin Nasional di RSUP dr Kariadi. SP/Raditya
Kunjungan komisi IX DPR RI saat meninjau hasil uji klinis tahap I vaksin Nasional di RSUP dr Kariadi. SP/Raditya

i

SURABAYAPAGI.com, Semarang - Surprise! Tak lama lagi, Indonesia akan memiliki vaksin buatan anak negeri dengan total kandungan dalam negeri (TKDN) hampir 100 persen. Adalah vaksin berbasis sel dendritik yang diinisiasi oleh dr Terawan Agus Putranto, saat masih menjabat Menteri Kesehatan. 

Selasa siang tadi (16/2), uji klinis tahap I di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Semarang, dituntaskan.

Dan hasil uji klinis tahap I ini telah dinyatakan aman, dan siap dilakukan uji klinis tahap II. Kejutan psikologisnya, hasil uji klinis di Semarang telah didukung penuh oleh anggota Komisi IX DPR RI yang Selasa kemarin meninjau langsung persiapan uji klinis tahap II. Vaksin ini diberi nama vaksin Nusantara.

Vaksin Nusantara ini dikembangkan dan uji klinik vaksin di Indonesia bersama-sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dan Kementerian Kesehatan RI.

Dimana, vaksin teknologi sel dendritik ini menurut uji klinis memiliki kelebihan dan keunggulan dibanding vaksin impor yang saat ini masuk ke Indonesia. Mengingat, Sel Dendritik berbasis sel. Termasuk pembuatan untuk vaksin Covid-19 berbasis personalize.

 

Hal ini diungkapkan dr Terawan Agus Putranto disela-sela kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di RSUP Kariadi Semarang, Selasa (16/2/2021).  

”Ini sifatnya personalized. Jadi vaksin ini menjadi imunitas yang lebih seluler. Yakni tahan lama. Karena sudah terjamin keamanannya dari uji klinis (tahap) satu ini,“ kata Terawan.

Penyerahan hasil uji klinis tahap 1 kepada BPOM di RSUP Kariadi disaksikan langsung oleh Komisi IX DPR RI.SP/Raditya

Untuk itu, lanjut Terawan, pihaknya bersama para peneliti dari RSUP Kariadi, Universitas Diponegoro (Undip) dan juga AIVITA Biomedical Inc, berharap dari uji klinis satu ini bisa dilanjut pada tahap dua dan tiga kemudian diproduksi massal.

”Dilihat dari uji klinis satu ini selesai dengan baik. Dari 30 pasien yang diuji, hasilnya selama masa uji klinis, semuanya aman. Safety. Imunitasnya sangat baik. Itu yang terpenting,“ tambah Terawan.

Jadi dengan bisa dilakukan hingga tahap dua dan tiga, dapar diproduksi dalam jumlah besar. ”Meski personalized, ini dapat produk mass dalam 10 juta setiap bulannya dan dipastikan ada kemandirian dalam vaksin Covid-19 ini,“ kata Terawan.

Apalagi lanjut mantan Menkes ini, bahwa ada dukungan dari Komisi IX DPR RI untuk memproduksi vaksin Nusantara ini.

”Mudah-mudahan ada percepatan. Karena untuk vaksin ini harus ada extraordinary agar negara kita bisa sejajar dengan negara-negara produksi vaksin. Hanya saja platform kita berbeda,“ ucap Terawan. 

Terawan juga menegaskan Vaksin Nusantara ini dapat efektif untuk segala usia, mulai dari anak-anak hingga diatas 60 tahun, termasuk semua penyakit penyerta (komorbid).

Sementara, dalam kunjungannya Komisi IX DPR ke RSUP dr Kariadi Semarang yang dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena. Meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk kooperatif dan ikut bersama-sama mendampingi perkembangan uji klinis tahap kedua vaksin Nusantara.

Sekadar diketahui, teknologi sel dendritik ini merupakan hasil kerjasama AIVITA biomedical inc, Undip dan pemerintah Indonesia yang diinisiasi mantan Menkes Terawan. Vaksin Nusantara ini menggunakan bahan serum darah masing - masing individu. rmc

Berita Terbaru

Ratusan Hektare Sawah Terdampak Jebolnya Dam Pacar di Tulungagung

Ratusan Hektare Sawah Terdampak Jebolnya Dam Pacar di Tulungagung

Rabu, 26 Agu 2026 11:32 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 11:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sejumlah petani di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung was-was melihat  Dam Pacar yang saat ini dilaporkan telah …

Titik Api Sulit Dijangkau, Puluhan Kali 'Water Bombing' Dikerahkan di Gunung Arjuno

Titik Api Sulit Dijangkau, Puluhan Kali 'Water Bombing' Dikerahkan di Gunung Arjuno

Rabu, 26 Agu 2026 11:14 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, sebanyak puluhan kali water bombing dilakukan di titik-titik api yang sulit dijangkau jalur…

Momentum Libur Maulid Nabi, Terminal Purabaya Dipadati 27 Ribu Penumpang

Momentum Libur Maulid Nabi, Terminal Purabaya Dipadati 27 Ribu Penumpang

Rabu, 26 Agu 2026 11:08 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Selama momentum Libur Maulid Nabi Muhammad SAW, sebanyak ribuan penumpang mulai memadati Terminal Purabaya untuk berpergian dan…

Cuaca Ektrem hingga 10 Hari tak Melaut, Nelayan Sidoarjo: Minim Tangkapan Ikan

Cuaca Ektrem hingga 10 Hari tak Melaut, Nelayan Sidoarjo: Minim Tangkapan Ikan

Rabu, 26 Agu 2026 11:02 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 11:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Melihat fenomena cuaca ekstrem membuat sejumlah nelayan di Sidoarjo harus pupus tidak melaut hingga 10 hari lamanya. Meski saat…

Viral! Limbah Medis B3 Dibuang Ngawur di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur

Viral! Limbah Medis B3 Dibuang Ngawur di Saluran Air Exit Tol Tambak Sumur

Rabu, 26 Agu 2026 10:54 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 10:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Viral di media sosial terkait penemuan sebanyak ribuan jarum suntik dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ditemukan…

Kebakaran Warung PKL di Lidah Wetan, Listrik Ratusan Rumah Warga Padam

Kebakaran Warung PKL di Lidah Wetan, Listrik Ratusan Rumah Warga Padam

Rabu, 26 Agu 2026 10:43 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, warga di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya digemparkan adanya kebakaran hebat yang melanda warung sentra PKL RT 3,…