Vaksin Immunotheraphy Nusantara Dirilis

Mantan Menkes Siti Fadila dan Panglima TNI Yudo Merasakan Lebih Awet Muda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyuntikkan vaksin Immunotheraphy Nusantara ke mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari serta Panglima TNI Yudo Margono di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi, Solo.
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyuntikkan vaksin Immunotheraphy Nusantara ke mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila Supari serta Panglima TNI Yudo Margono di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi, Solo.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surakarta - Masih ingat dengan gagasan vaksin Nusantara oleh Mantan Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Terawan Agus Putranto? Kini, vaksin dendritic cell itu, oleh Terawan dikembangkan menjadi vaksin Immunotherapy Nusantara, dan telah dilepas ke publik kota Solo.

Bahkan, vaksin Immunotherapy Nusantara-nya Terawan ini sudah diberikan kepada mantan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadila Supari. Bahkan, tak hanya diberikan kepada Siti Fadila, vaksin Immunotherapy Nusantara juga telah diberikan kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

"Minggu (Minggu 27 Agustus 2023, red) kemarin, Panglima TNI juga sudah diberikan di tempat Immunotherapy Nusantara di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi," ungkap dr Terawan, Senin (27/8/2023).

Sebelumnya, Siti Fadila Supari juga sudah merasakan suntikan vaksin Immunotherapy Nusantara oleh dr Terawan. Bahkan, Siti Fadila juga bergantian menyuntikkan ke tubuh Terawan.

Momen "kemesraan" Terawan dan Siti Fadila yang saling suntik vaksin Immunotherapy Nusantara ini terbilang sangat langka.

Keduanya saling menyuntikkan vaksin gagasan Terawan Agus Putranto, yakni vaksin Imonoterapi, yang sudah terbukti bagus untuk kesahatan para pasien.

"Ini Vaksin Immunoteraphy Nusantara by Terawan dan saya sudah dua kali menerima suntikan," ucap Siti Fadilah ketika disuntik Terawan, seperti dikutip dari tayangan video yang beredar, Sabtu (26/8/2023).

Setelah menerima suntkan vaksin dari Terawan Agus Putranto, Siti Fadilah menyuntikkan vaksin imonoterapi ke lengan purnawirawan jenderal bintang tiga TNI itu.

Terawan Agus Putranto mengaku dirinya sudah empat kali menerima suntikan vaksin gagasannya. Menganggapi hal itu, Siti Fadilah sedikit bercanda, “Pantas saja awet muda”.

 

Dibanderol Rp 10,3 Juta

Vaksin Immunotherapy Nusantara gagasan Terawan Agus Putranto ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat Kota Solo. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan vaksin ini yakni Rp10,3 juta.

Vaksin ini pertama kali diluncurkan pada Juli 2023. "Hingga saat ini sudah lebih dari 1.000 orang yang menerima vaksin tersebut," ungkap Terawan.

Seperti diketahui, vaksin Immunotherapy Nusantara ini pengembangan dari vaksin Nusantara yang digagas Terawan sekitar pertengahan tahun 2020 lalu. Vaksin ini berbasis sel Denditrik, yang mengungkap kekuatan sistem kekebalan tubuh menuju kesehatan dan peremajaan.

Sistem kekebalan tubuh kita yang luar biasa berfungsi sebagai perisai dalam melawan ancaman virus, bakteri, dan tumor.

Pasukan sel darah putih sebagai para prajurit berjuang untuk menghilangkan sel-sel yang terinfeksi dan bermutasi. Sel tersebut adalah limfosit yang dapat berkembang biak, menciptakan antibodi untuk melawan penyerang selama proses peradangan.

Sel dendritik merupakan jenderal yang mengatur pertahanan imun dan respons regulasi kita. Sel kekebalan ini memperkenalkan penanda (antigen) dari zat asing berbahaya seperti virus, bakteri, dan jamur, untuk memulai imunitas.

Tidak hanya mengendalikan respons kekebalan dan mencegah penyakit autoimun, tetapi mereka juga bisa memimpin sel kekebalan melawan kanker, bahkan memicu reaksi anti-peradangan, serta membatasi peradangan yang berlebihan.

Dalam penemuan revolusioner, telah ditemukan potensi sel dendritik melalui terapi imun. Monosit, sekelompok sel muda yang mengalir dalam aliran darah dapat dimanfaatkan dengan mendidik mereka di luar tubuh untuk mengenali sinyal penyerang (antigen), lalu memasukkan kembali.

"Kami memberdayakan limfosit, untuk pertahanan yang lebih kuat terhadap virus, bakteri, dan tumor," ujarnya.

 

 

Proses Kerja Sel Dendritik

Bagaimana Pembuatan Sel Dendetrik? Autolog (Dari Darah Sendiri). Pertama, darah dari tubuh pasien akan diambil lalu dipisahkan sel darah putihnya. Sel darah putih khusus bernama monosit akan dibiakan di laboratorium. Dengan menggunakan media khusus, monosit akan berubah menjadi sel denditrik (DC). Setelah proses itu, DC autolog disuntikkan kembali ke tubuh pasien.

Sel Dendritik Autolog sudah terbukti keamanannya sebagai vaksin COVID-19, terapi Hepatitis B, infeksi HSV (Herpes), infeksi HIV, glioblastoma (kanker otak), Wilms tumor (kanker ginjal), kanker pankreas, diabetes tipe 1, rematik, dan multipel sklerosis. sl-02/rmc

Berita Terbaru

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir, Intip Iran

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehren - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang bertenaga nuklir dilaporkan telah tiba di area Teluk Souda, yang berada di…