Alat Terapi Gigi dengan Teknologi Masker Segera di Produksi Massal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Produk inovasi Dentolaser, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga. SP/ Mbi
Produk inovasi Dentolaser, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga. SP/ Mbi

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka membahas produk inovasi Dentolaser, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga kembali mempertemukan Peneliti Unair dengan pihak dunia usaha dunia industri (DUDI), Selasa (02/03/2021).

Alat Dentolaser itu dikembangkan oleh Peneliti dan Dosen Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., bersama tim Peneliti yakni Prof. Dr. Ernie Maduratna Setyawati, drg., M.Kes., SpPerio(K) dan Deni Arifianto, S.Si., M.T. Produk Dentolaser yang akan diproduksi massal adalah instrumen medis yang bisa digunakan oleh para dokter gigi sebagai alat terapi gigi dan mulut dengan teknologi laser.

“Alat ini untuk terapi gigi dan mulut, seperti periodontitis, endodontis, atau semua penyakit yang disebabkan oleh bakteri,” kata Prof. Ernie.

Selain untuk dokter gigi, Dentolaser juga bisa digunakan untuk dokter umum, terutama penyakit kulit, seperti jerawat atau untuk ulkus diabetik. Menurut Prof. Dyah, produk ini harus segera diproduksi massal karena sudah keluar di e-katalog.

Tim peneliti Unair dan pihak industri, yakni PT. Sarandi Karya Nugraha akan melakukan koordinasi lebih intens karena produk ini akan segera diproduksi massal. Prof. Dyah mengatakan bahwa semua proses sertifikasi sudah selesai dan sekarang dilanjutkan dengan proses transfer teknologi ke industri, karena dalam proses produksi itu, industri harus tahu bagaimana cara kerja alat dan komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan.

“Meskipun pada saat kita pengajuan sertifikat, hak ijin edar dan ijin produksi, hal itu sudah dituliskan di sana. Tetapi kan, proses produksi tetap harus melalui transfer teknologi. Jadi hari ini kita membicarakan tentang proses transfer teknologi dari UNAIR ke pihak industri,” jelasnya Prof. Dyah.

Prof. Dyah menambahkan, nantinya UNAIR akan melakukan produksi rangkaian elektronik, sebagai inti atau otak dari instrumen tersebut. Sedangkan proses assembling, casing, dan packaging akan dilakukan oleh PT Sarandi Karya Nugraha. “Hardware dan software sistem instrumentasi Dentolaser akan diproduksi di Unair,” ucapnya.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono, S.E., M.Si., sebagai Ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) dan pihak mitra industri, Presiden Direktur PT. Sarandi Karya Nugraha, Isep Gojali. Isep berharap kerjasama ini bisa berlanjut di masa depan sehingga bisa memberi banyak manfaat ke masyarakat luas.

“Mudah-mudahan bisa berlanjut, jadi kita bisa membantu dokter gigi, ada manfaatnya buat masyarakat. Karena ini kan, sudah layak jual, sudah registrasi. Kita ke sini dalam rangka untuk mempersiapkan produksinya bagaimana,” tandas Isep.

Selanjutnya, Prof. Ernie menambahkan, jika nantinya akan ada kerja sama dengan berbagai asosiasi dokter sebagai target pengguna produk tersebut seperti IPERI dan PDGI. “Karena ini Dentolaser memang fokusnya di dokter gigi, meskipun juga bisa dipakai untuk penyakit kulit,” ungkapnya.

Produk Dentolaser mulai dikembangkan sejak tahun 2015. Kala itu, Dyah, Ernie dan tim mengikutsertakan produk penelitiannya dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).

Sebelum ada produk Dentolaser, biasanya para dokter gigi mengobati penyakit gigi dan mulut dengan menggunakan antibiotik. Karena sifat antibiotik yang bisa mengakibatkan resisten, maka produk Dentolaser ini memiliki keunggulan tersendiri, yakni tidak menimbulkan resistensi, dan bisa menjangkau tempat-tempat sulit di rongga mulut. mbi

Berita Terbaru

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Temui Putra Bung Tomo, Khofifah Dorong Pelestarian Sejarah dan Wisata Edukasi Terintegrasi

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Bambang Sulistomo, putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, di Gedung Negara Grahadi, S…

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Hadir di Kampus, PLN Bekali Mahasiswa PNM Wawasan Proteksi Gardu Induk Tegangan Tinggi

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun terus m…

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

PLN Edukasi Masyarakat soal Komponen Tagihan Listrik, Konsumsi Energi Jadi Faktor Penentu

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk memahami pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi pembayaran listrik,…

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Pasar Halal Kian Menarik, Ekspansi F&B Premium Mulai Sasar Kota Regional

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 16:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ekspansi bisnis kuliner premium berbasis halal terus menunjukkan tren pertumbuhan di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan p…

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni  ‎

KPK: Sidang Perdana Tiga Terdakwa Kasus Korupsi Pemkot Madiun Digelar 11 Juni ‎

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:56 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, MADIUN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses hukum perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat tiga tersangka di lin…

Rencana Penutupan Akses Bendungan Lahor, Pemkab Blitar Bakal Kehilangan Pemasukan Rp2 Miliar

Rencana Penutupan Akses Bendungan Lahor, Pemkab Blitar Bakal Kehilangan Pemasukan Rp2 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 14:33 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Seiring kemelutnya masarakat wilayah Kec.Kepanjen Kabupaten Malang dengan pihak PJT ( Perum Jasa Tirta ) sejak beberapa waktu lalu,…