Nasib Musisi Lokal Memprihatinkan Saat Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Layung Temaram band indie asal Surabaya. SP/Layung Temaram
Layung Temaram band indie asal Surabaya. SP/Layung Temaram

i

Berharap Pandemi Cepat Usai Agar Bisa Manggung Lagi

SURABAYA PAGI, Surabaya - Pandemi membuat banyak aktivitas dihentikan salah satunya seperti acara konser atau panggung pagelaran musik. Para musisi lokal pun ikut terdampak. Sulitnya mendapatkan job manggung hingga larangan berkerumun membuat para musisi menjadi sulit berkarya.

Musisi lokal Anak Agung Adhitya Pratama, manager dari band Layung Temaram mengatakan, kondisi musisi lokal ataupun pekerja kreatif lainnya di Surabaya selama pandemi bisa dibilang cukup memprihatinkan.

“Untuk kami-kami ini sebagai musisi lokal ataupun di industri kreatif, ya masih berjuang keras untuk bertahan dan berupaya menghidupkan karyanya,” ujarnya, Jumat (12/3/2021).

Pembatasan sosial menjadi alasan utama kenapa musisi ini tidak bisa kembali menunjukkan eksistensinya di atas panggung kembali. Layung Temaram band asli asal surabaya mengakuinya, jika ada perbedaan ketika melakukan konser secara virtual dengan langsung.

“Untuk Layung Temaram sendiri sih pasti kangen feel saat kita manggung secara offline, dimana jelas ketika manggung ini atmosfer yang dicari adalah interaksi langsung dari performer dengan audience,” ungkap Adit.

Tomat sapaan akrab dari Adit ini, mengatakan jika memang sudah sepi sekali pangilan untuk mengisi pentas seni ataupun konser. Adit melanjutkan jika memang hal serupa dialami pula oleh beberapa musisi dan band lain di Surabaya. Ia mengungkapkan jika mengungkapkan jika pihak Layung Temaram sendiri memang membatasi dan berupaya mematuhi peratuaran yan diterapkan oleh pemerintah.

“Untuk Layung Temaram sendiri memang kita belum ada job secara offline, kami sengaja diam dulu sampai situasi memang memungkinkan,” ucapnya.

Sembari mengisi kekosongan tersebut pihal Layung Temaram sendiri tetap berupaya untuk berkarya. Adit menuturkan jika tetap mengadakan workshop internal dan menyiapkan untuk karya baru dari Layung Temaram.

“Walau off di media sosial, kami tetap ngumpul tetap latihan sambil menyiapkan untuk single kami yang baru juga.  Kita juga sedang berupaya menyiapkan untuk mewujudkan tour Jawa-Bali yang kemarin sempat gagal di tahun 2020,” jelas Adit.

Memang semenjak naiknya angka kasus Covid-19 di Surabaya sejak Mei 2020 hingga masuk ke dalam Zona Hitam pada awal Juni, membuat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan membuat sejumlah aktivitas yang mengundang kerumunan sosial di batasi. Hal tersebut jelas menjadi tekanan bagi para seniman panggung yang tidak dapat lagi mencari nafkah melalui kesenian.

Konser daring menjadi salah satu jawaban atas minimnya panggung untuk para musisi ini. Akan tetapi menurut Adit,  untuk wilayah daerah yang tergolong minim sorotan secara nasional membuat beberapa dari para musisi lokal ini kesusahan untuk menggaet penonton.

“Menurut saya itu untuk wilayah lokal seperti Surabaya ini kurang efektif, kecuali kita project bareng sama musisi yang memang udah ada nama mungkins ecara nasional, mungkin bisa bagus exposurenya,” tukasnya.

Adit juga menjelaskan dampak tersebut juga membuat musisi atau penyanyi yang biasa manggung di cafe, acara pernikahan dan beberapa tempat publik pun menjadi susah.

“Om saya sendiri musisi top 40, biasa perform wedding, cafe dan tempat lainnya, sekarang tiap kali main tampil bawa kotak buat ngamen di cafe-cafe. Kembali lagi harapan saya semoga pandemi ini bisa selesai cepat, dan kehidupan berjalan normal agar musisi bisa mulai bisa manggung lagi seperti biasa,” pungkas Adit. Arb

Tag :

Berita Terbaru

Harga Cabai di Magetan Naik Tembus Rp72 Ribu per Kilogram saat Kemarau Panjang

Harga Cabai di Magetan Naik Tembus Rp72 Ribu per Kilogram saat Kemarau Panjang

Kamis, 10 Sep 2026 14:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI,com, Magetan - Musim kemarau panjang, sejumlah harga cabai di Pasar Sayur Magetan kembali naik karena pasokan cabai ke pasar berkurang. Padahal,…

Berkah Teriknya Kemarau Berkepanjangan, Perajin Batu Bata di Magetan Banjir Pesanan

Berkah Teriknya Kemarau Berkepanjangan, Perajin Batu Bata di Magetan Banjir Pesanan

Kamis, 10 Sep 2026 13:45 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Berkah teriknya matahari di musim kemarau panjang menjadikan proses pengeringan batu bata lebih cepat yang disertai peningkatan…

Embung dan Kanal Mengering, Musim Kemarau Susutkan 27 Sumber Air di Magetan

Embung dan Kanal Mengering, Musim Kemarau Susutkan 27 Sumber Air di Magetan

Kamis, 10 Sep 2026 13:37 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan mencatat sedikitnya 27 sumber air, mulai telaga, waduk, bendungan hingga…

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Gandeng KKMP-Poktan

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Gandeng KKMP-Poktan

Kamis, 10 Sep 2026 13:12 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna menggalakkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menggandeng berbagai pihak mulai dari…

Perkuat SDM ASN, Pemkot Madiun Gencarkan Kelompok Belajar Bahasa Inggris

Perkuat SDM ASN, Pemkot Madiun Gencarkan Kelompok Belajar Bahasa Inggris

Kamis, 10 Sep 2026 13:05 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya mendukung visi Madiun Mendunia, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN)…

Anggarkan Rp10 Miliar, Pemkab Trenggalek Segera Perbaiki Jalan Rusak Krandekan-Gandusari

Anggarkan Rp10 Miliar, Pemkab Trenggalek Segera Perbaiki Jalan Rusak Krandekan-Gandusari

Kamis, 10 Sep 2026 13:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya dalam memperbaiki akses transportasi dan mendukung mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek,…